Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Riri Satria Defisit APBN menyimpan bom waktu detaknya tak pernah berhenti ledakannya menunggu lengah. Kemerdekaan terasa semakin mahal kebebasan perlahan menjadi utang rakyat berjalan sambil dicekik. Pajak mengetuk pintu-pintu BUMN dipaksa berlari kehabisan napas lalu utang membuka gerbang baru. Awan kelabu menggantung panjang nasib bangsa dipertaruhkan anggaran kehilangan keseimbangan. Generasi masa depan menunggu mereka mewarisi […]
Riri Satria OPERA SUATU MALAM TANPA PURNAMA : untuk mengenang alm Yoevita Soekotjo Engkau pengantin puisi pada malam tanpa purnama puisi membuka langit kata-katamu terbang dan menyebar menjadi kawanan cahaya. Tubuhmu menepi jiwamu terus berlayar kursi roda terdiam cakrawala tetap kau datangi waktu memetik senja engkau menanam abadi. Kematian hanya pintu bukan rumahmu sebab puisi […]
Di laboratorium malam aku menajamkan angka rumus-rumus berubah menjadi jendela galaksi integral dan partikel saling berbisik di papan tulis penuh debu kosmik. Aku belajar bahwa semesta tidak selalu berbicara dengan bahasa manusia kadang ia hadir sebagai grafik sunyi bergerak perlahan di antara denyut bintang. Lalu aku memasuki puisi seperti memasuki hutan kehilangan peta […]
Ada nama-nama dalam sejarah sastra Indonesia yang tidak sekadar dikenang sebagai pengarang, melainkan sebagai tempat banyak orang belajar memahami kehidupan. Salah satu nama itu adalah NH. Dini. Melalui karya-karyanya yang tenang, reflektif, dan jujur, Nh. Dini menghadirkan pengalaman perempuan, keluarga, cinta, kesepian, perjalanan, dan pergulatan manusia dengan cara yang sangat manusiawi. Novel-novelnya seperti "Pada Sebuah […]
HARUSKAH AKU MASIH PERCAYA KEPADAMU, WAHAI PUISI? Di layar kecil itu kebenaran diperdagangkan seperti diskon akhir musim orang-orang menanam amarah dengan jempol yang berlari lebih cepat dari nurani. Aku melihat fakta diganti filter lalu sejarah dipoles menjadi konten berdurasi semenit seseorang bersumpah atas nama cahaya namun wajahnya berpendar dari api algoritma. Haruskah aku masih percaya […]
Oleh Riri Satria Saat ini dunia sedang mengalami gelombang disrupsi yang begitu luas, terutama dalam bidang ekonomi, bisnis, sosial, dan budaya, yang didorong oleh percepatan perkembangan teknologi. Salah satu gejala paling nyata adalah mulai memudarnya dominasi media cetak di berbagai belahan dunia. Surat kabar, majalah, hingga buku fisik tidak lagi menjadi satu-satunya medium utama penyebaran gagasan, […]
oleh: Riri Satria Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa saya begitu mencintai puisi, sementara latar belakang saya justru berada pada dunia teknologi digital, ekonomi, dan bisnis, yaitu dunia yang identik dengan logika, struktur, dan rasionalitas. Pertanyaan itu sering berujung pada satu hal yang lebih mendasar, apa sebenarnya fungsi puisi dalam hidup seorang Riri Satria? Tulisan […]
panas terik menggantung pertanyaan matahari mengunyah bayangan tubuhku jalan setapak retak tanpa arah puisi terselip di celah waktu gerhana adalah jeda pura-pura gelap menyelinap ke saku semesta angin mengganti arah diam-diam menghentikan hari tanpa estetika sawah memantulkan langit lelah pepohonan diam menahan bisu semak-semak berbisik kehilangan keindahan retak di antara bayangan awan menggulung […]
oleh Riri Satria Sebuah pertanyaan sederhana tiba-tiba mengusik pikiran saya, adakah kesamaan antara fisika teori dan puisi? Pertanyaan itu terdengar ganjil, seolah mempertemukan dua dunia yang tidak pernah saling menyapa. Satu dunia dipenuhi angka, persamaan, dan hukum-hukum yang ketat. Dunia lainnya dipenuhi kata-kata, metafora, dan getaran perasaan yang sulit dijelaskan. Namun semakin lama saya memikirkannya, […]
di tepi senja pecah seperti gelas lupa utuh aku meneguk diriku sendiri rasa gagal menjadi air di hutan tropis lembab dan berpikir aku berjalan di jalan panjang tak menuju atau selalu kembali seperti luka mengulang namanya sungai mengalir tanpa ingatan membawa sisa-sisa yang tak lagi mau disebut ilalang berbisik dengan lidah patah aku duduk […]
oleh: Riri Satria Adakalanya saya membayangkan seorang anak dari Generasi Alpha duduk di sudut kamar pada suatu malam yang tenang. Di tangannya bukan lagi buku puisi tipis dengan halaman yang menguning, melainkan sebuah perangkat yang memancarkan cahaya ke wajahnya. Di layar itu, kata-kata bergerak perlahan, diiringi suara hujan buatan, visual langit yang berubah warna, dan […]
manyalinok diam-diam bukan di tanah bukan di daun tapi di celah nan indak basuaro antara niek jo ragu inyo alah ado sabalun pikiran jadi kato sabalun hati mangaku salah inyo lah lahia dari haniang nan panjang nan indak ka tanyo asal-usulnyo kulik licin jo basisiak bukan untuak diliek tapi untuak diraso bak bayang nan […]
oleh: Riri Satria Sore menurunkan dirinya seperti tirai tipis yang enggan menutup panggung sepenuhnya. Gerimis jatuh bukan sebagai peristiwa, melainkan sebagai bahasa yang lupa bagaimana harus bersuara. Ia tidak mengetuk, tidak meminta dikenali, hanya menyusup ke dalam celah-celah waktu yang retak, melunakkan tepi-tepi hari yang terlalu keras. Di sana kita duduk, membiarkan pikiran larut seperti […]
Emi Suy dan Riri Satria di antara hening dan nyaring : perasaan dan kenyataan cemas! yang diseduh air panas biarlah mengendap di ampas kopi lalu aku lalu laju di waktu sahur malam Lailatul Qadar mencecapi secangkir sepi di tiap teguk ada harap menyala di bakar bara doa yang begitu tenang di saat subuh tiba […]
Riri Satria FIREWALL Ada dinding terbentang bukan untuk pemisah melainkan agar segala yang datang punya alasan untuk tinggal Ini bukan dinding kebencian ia adalah kebijaksanaan yang lahir dari luka-luka lama yang akhirnya belajar Bernama Tak semua kata atau diksi perlu masuk sekaligus tak semua suara pantas menjadi gema bahkan tak semua puisi layak […]
Aku bukan garis pulang namun juga bukan titik lupa arah berdiam di antara dua nyala api. Satu mengukur satu membayangkan tak semua yang nyata perlu suara tak semua yang mungkin perlu bukti. Aku belajar hidup di logika yang ditolak Itu bukan ruang yang hanya sah karena tak mampu didefinisikan padahal lorong itu melingkar waktu juga […]
Catatan atas Pertanyaan dan Gugatan Terhadap Diri oleh: Riri Satria Saya sering dikatakan tidak fokus. Alasannya terdengar sederhana sekaligus menghakimi karena saya dianggap menyentuh terlalu banyak bidang. Bukan hanya teknologi digital, transformasi digital, manajemen strategis, dan bisnis, yang sejak lama menjadi wilayah kerja saya, tetapi juga ekonomi makro, persoalan sosial dan kebudayaan, filsafat, bahkan sastra, […]
Seekor kucing imajiner hidup dalam eksperimen kemungkinan yang menahan napas di dalam kotak jika waktu dilipat detik menjadi tanda tanya hidup dan mati belum sepakat berpisah. Tak ada saksi selain probabilitas yang berdoa tanpa bahasa kita menunda membuka bukan karena takut pada kematian tetapi karena rindu pada ambiguitas. Di luar kotak kita menyebut diri pengamat […]
oleh Yon Bayu Wahyono | 15, Sep, 2025 PojokTIM – Kemunculan teknologi baru, akan menimbulkan kegamangan (anxiety) dari generasi yang merasa sudah bukan zamannya. Ada perasaan takut tersingkir. Kemunculan internet kurang lebih sama dengan televisi di mana dulu sempat diharamkan karena dianggap menjauhkan anak-anak dari masjid. Penyebabnya, sore hari disiarkan film kartun Scooby Doo yang bertepatan dengan jam anak-anak mengaji di […]
PojokTIM – Kehadiran teknologi informasi dan artificial intelligence (AI) membuat banyak hal menjadi usang bahkan tidak dipakai lagi. Oleh karenanya, timbul pertanyaan apakah puisi masih penting di masa depan? Jika pertanyaan itu disodorkan kepada penyair, jawabannya tentu sangat subjektif karena berkaitan dengan kepentingan dan harapannya. Lalu bagaimana jika ditanyakan kepada pakar teknologi digital? Riri Satria […]
Oleh: Riri Satria PERADABAN MANUSIA di dunia ini terus berubah sejak zaman dahulu dan dunia sastra selalu memberikan respon terhadap perubahan itu dengan tujuan menjaga nilai-nilai manusiawi. Meski karya sastra seperti puisi misalnya, tidak akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tidak menemukan obat baru untuk berbagai penyakit, ataupun menciptakan teknologi canggih, namun puisi dan karya sastra pada umunya memiliki peran tak langsung yang sangat penting dalam […]
oleh : Setiyo Bardono TINEMU.COM - Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) merayakan ulang tahun ke-4 dengan meluncurkan buku “Meretas Pemikiran Riri Satria: tentang Puisi dan Kecerdasan Buatan” karya Rissa Churria dan buku antologi puisi bersama “Jejak Masa Depan: Sustainable Development Goals dalam Puisi”. Acara bertajuk Festival Dies Miladia JSM #4 yang mengusung tema “Setia pada Visi & Mempertegas Misi” ini dilaksanakan di Kafe Sastra […]
Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) merayakan ulang tahun ke-4 dengan komitmen untuk memperkuat visi dalam memajukan kesusastraan Indonesia. Sejak dideklarasikan pada 2020, JSM telah melalui berbagai tantangan, termasuk kehilangan beberapa pendiri dan dinamika internal lainnya. Meskipun begitu, JSM tetap berkomitmen untuk merevitalisasi diri dan melanjutkan misinya sebagai rumah belajar dan berkarya dalam dunia sastra. Ketua […]
7detik.com – Kuningan – Perlukah Indonesia memiliki Kementerian Kebudayaan tersendiri? Diskusi menarik Minggu sore (15/09/24) kemarin, di Taman Ismail Marzuki bersama budayawan Sudjiwo Tedjo, artis Trie Utami, pegiat sastra dan budaya Tatan Daniel, akademisi ilmu budaya Prof. Melanie Budianta, dipandu oleh seniman Exan Zen. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini pada akhirnya banyak […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]