Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Sahabat adalah seseorang yang selalu ada di samping kita dalam suka dan duka. Mereka adalah orang yang bisa dipercaya, mendengarkan, dan memberikan dukungan tanpa pamrih. Sahabat juga dapat memberikan motivasi, inspirasi, dan menemani kita melalui setiap perjalanan kehidupan. Mereka adalah orang yang kita bisa percaya dan mengandalkan dalam setiap situasi. Sahabat adalah teman sejati yang akan selalu bersama kita dalam segala situasi.
Emanuella Maria Gillardo SURAT DARI FAVELA : untuk Riri Satria Surat ini kutulis dari lereng kemiskinan pemukiman padat mengajari kami bernapas bergantian rumah-rumah bertumpuk seperti doa kehilangan langit lorong-lorong sempit mengalirkan waktu tanpa alamat Kami akrab dengan piring yang berteman kesepian atap seng menghafal hujan lebih lama namun matahari tetap singgah di mata anak-anak harapan […]
Empat buku ini hadir sebagai kontribusi penting bagi dunia literasi, pemikiran, dan refleksi sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Masing-masing sudut pandang yang khas, namun saling terhubung dalam satu benang merah: upaya memahami manusia, teknologi, dan peradaban secara lebih mendalam. Selesai Tak Usai adalah sebuah kumpulan esai tentang menulis esai yang tidak hanya […]
Shantined Tiga buku karya bang Riri Satria ini mengandung ilmu praktis yang bermanfaat untuk kita yang ingin mengetahui lebih banyak dunia sains dan teknologi di era sekarang. Kusampaikan pada beliau, yang tadi malam tiba-tiba mampir di Tilapiahuis - Depok, bahwa buku cetak seperti ini menurutku jauh lebih mudah untuk dijadikan bacaan segala usia, dibandingkan dengan […]
Baru-baru ini saya mendapat hadiah empat buku karya Bang Riri Satria. Sebuah kejutan yang menyenangkan bagi saya yang selalu tertarik pada buku-buku yang mengajak pembacanya berpikir lebih jauh tentang zaman yang sedang kita jalani. Dari keempat buku tersebut, yang pertama sempat saya baca adalah Teknologi Bukan Musuh: Kumpulan Esai tentang Transformasi Digital, Kecerdasan Buatan, dan […]
Ada penulis yang menulis karena memiliki jawaban. Ada pula yang menulis karena tidak berhenti bertanya. Dari buku-buku Riri Satria yang terbentang di hadapan kita, saya melihat sosok yang memilih jalan kedua: memelihara pertanyaan, lalu mengubahnya menjadi percakapan panjang dengan zaman. Bom Waktu lahir dari kegelisahan terhadap arah peradaban yang bergerak semakin cepat, tetapi sering meninggalkan […]
Nunung Noor El Niel Ini empat(4) buku terbaru Uda Riri Satria yang diluncurkan pada tanggal 30 Mei lalu, mengambil tempat di Ruang Pertemuan Akademi Jakarta(AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Gedung Ali Sadikin Lt XIV Taman Ismail Marzuki - Jakarta - Bom Waktu - Selesai Tak Usai - Masa Depan Satria & Kecerdasan Buatan […]
Oleh Yayuk Ema Istikomah Karena tinggal di kota yang berbeda, kesempatan saya untuk bertemu langsung dengan Riri Satria memang sangat terbatas. Beliau menetap di Bogor, Jawa Barat, sementara saya berada di Semarang, Jawa Tengah. Dalam setahun, pertemuan kami mungkin hanya terjadi satu kali, paling banyak dua kali. Selebihnya, komunikasi terjalin melalui media sosial dan WhatsApp. […]
by Selena F. Lie I first got to know Riri Satria not as a poet, but as someone deeply immersed in the world of digital technology such as algorithms, artificial intelligence, the Internet of Things, and everything around it. He’s always been a fascinating person to talk to. His thinking is sharp and structured, but […]
oleh: Selena F. Lie Kali ini saya menulis dalam bahasa Indonesia, walaupun pada umumnya saya menggunakan bahasa Inggris. Mohon dimaafkan apabila terdapat kekurangan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Membaca buku puisi "Jendela" (2016) seperti membuka catatan harian yang tidak secara khusus dimaksudkan sebagai catatan harian. Buku ini bagaikan perjalanan seorang individu yang tidak semata-mata berupaya menjadi […]
BETWEEN TWILIGHT, THE COSMOS, AND A SILENCE THAT NEVER ENDS: A NOTE FOR "SILUET, SENJA, DAN JINGGA" 2019 POETRY BOOK BY RIRI SATRIA by: Selena Fortuna Lie This time, I choose to write this reflection a little differently, in a descriptive-reflective tone, tracing the familiar rhythm of how Riri Satria writes his poems, unhurried, unforced, […]
"Fondasi tematik dalam buku ini telah terbangun dengan kokoh. Setiap puisi seakan berdiri di atas gagasan yang jelas, tidak goyah oleh keraguan arah, dan mampu menghadirkan dunia batin yang utuh. Kekuatan tema ini kemudian diperkuat oleh penggunaan metafora yang terasa segar dan hidup, tidak sekadar hiasan bahasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman personal dengan […]
"Membaca Bom Waktu karya Bang Riri Satria seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: “lihatlah lebih pelan.” Puisi-puisi dalam buku ini tidak sekadar berbicara tentang teknologi, ekonomi, atau kota yang tumbuh menjulang, tetapi tentang kegelisahan manusia yang hidup di dalamnya. Di antara grafik kemajuan dan cahaya […]
Wartatrans.com, ESAI — Barusan saya membaca dan menyimak paparan tentang menulis interpretatif oleh Bang Riri Satria. Saya juga berkesempatan mendengarkannya langsung sambil menikmati suasana buka puasa. Penjelasannya sederhana, namun justru mengingatkan pada sesuatu yang sebenarnya sudah lama hadir dalam pengalaman menulis meskipun sering tidak kita sadari sepenuhnya. Bagi banyak orang, menulis mungkin hanya dipahami sebagai […]
Sepotong Kisah tentang Emi Suy dan Riri Satria Ditulis oleh Annisa Widya Puteri Jauh sebelum Kafe Hoax menjadi ruang yang rutin mereka kunjungi sejak 2018, bahkan sebelum buku “Algoritma Kesunyian” terbit pada 2023, Emi Suy dan Riri Satria telah lebih dulu membuat fondasi estetik dan filosofis melalui sebuah puisi bersama berjudul “Kontemplasi” pada tahun 2015. […]
oleh: Yayuk Ema seperti yang dikisahkannya kepada penulis Dwi Anisa Saya mengenal Riri Satria bukan hanya sebagai sosok dengan deretan gelar, jabatan, dan karya, tetapi sebagai manusia yang utuh, yang pikirannya tajam, namun hatinya tetap hangat. Menurut saya, Riri adalah pertemuan yang langka antara dunia yang sangat rasional dan dunia yang sangat perasa. Riri Satria […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]