Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Dalam sastra dan puisi, pengarang dapat menuangkan segala bentuk pemikiran, perasaan, dan imajinasi mereka dengan cara yang kreatif dan berbeda. Sastra dan puisi menjadi sarana yang efektif untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pesan, serta merekam kehidupan dan budaya suatu zaman.
Ada wajah-wajah yang mungkin kini jarang bertemu, ada suara-suara yang tidak lagi setiap hari terdengar di ruang percakapan, tetapi semuanya tetap tinggal sebagai bagian penting dari perjalanan Jagat Sastra Milenia atau JSM. Mereka adalah generasi pertama yang ikut mendirikan, menjaga, dan menyemarakkan JSM sejak 10 Oktober 2020, dari kebersamaan sederhana, diskusi panjang, tawa, perdebatan, hingga […]
Dalam waktu dekat Jagat Sastra Milenia (JSM), dengan dukungan berbagai pihak akan menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan berupa kuliah umum, forum diskusi, serta peluncuran buku. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka HUT saya yang ke-56. Bagi saya, usia bukan sekadar penanda waktu yang terus bergerak, melainkan juga ruang untuk membaca kembali perjalanan gagasan, pengalaman, kegelisahan, dan harapan […]
oleh Riri Satria Malam turun perlahan di antara pepohonan tropis cahaya lampu berpendar keemasan. Aku berdiri sendiri memandang jalan terang seperti perjalanan panjang menuju sesuatu yang belum selesai dipahami. Langit biru gelap menggantung di atas kepala sementara kontemplasi bergerak pelan melewati tubuh dan ingatan. Di tengah malam aku belajar melihat lebih jauh ke dalam gelap […]
oleh Riri Satria Sore turun perlahan di antara pepohonan aroma kopi menghangatkan kesunyian. Lampu-lampu menyala redup seperti kontemplasi jalan hidup sering kehilangan arah. Aku berdiri di antara udara lembap daun-daun dan spiritualitas kecil lahir dari diam. Kopi mengepul pelan sementara malam membuka ruang bagi tubuh dan jiwa kembali bernapas. Kadang manusia […]
oleh Riri Satria Air mengalir pelan melewati sungai lupa cara bernapas. manusia modern membawa haus di dalam kepala dan plastik di dalam doa-doanya. Laut menjauh dari ingatan anak-anak mengenalnya dari video pendek dan suara notifikasi. hujan turun sebentar saja. beton meminumnya lebih cepat daripada akar pepohonan. daun-daun gugur di trotoar panas, seperti surat bumi […]
oleh Riri Satria Aku merindukan hutan seperti seseorang merindukan tubuh yang pernah memberinya kehangatan. Di tengah kota yang dipenuhi cahaya digital dan wajah-wajah yang bergerak seperti salinan tanpa jiwa, ingatanku berjalan pelan menuju pepohonan basah, menuju udara bersih yang menyentuh kulit dengan kelembutan nyaris erotis. Ada sesuatu dalam aroma daun dan tanah setelah hujan yang […]
Yon Bayu Wahyono PojokTIM – Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) ke-XIV Tahun 2026 di Provinsi Aceh akan diikuti 14 negara. Jika pada pertemuan-pertemuan sebelumnya hanya melibatkan penyair dari kawasan ASEAN, maka untuk pertama kalinya PPN akan diikuti perwakilan dari Jepang, Turki, dan Tasmania. “Panitia PPN XIV berusaha meluaskan bukan hanya peserta, tetapi juga cabang seni. Kami akan […]
Riri Satria WELCOME MAY Aku menyambutmu seperti pohon menyimpan api dalam diam langit retak dalam resolusi digital buram laut berdenyut seperti kasih sayang terkompresi. Mei datang dari tubuh waktu purba membawa gema asal terasa terprogram bulan bunga menggantung seperti algoritma tak selesai di antara memori dan kemungkinan tak stabil. Aku lahir di sini dalam arsip […]
Riri Satria DI BAWAH GERIMIS SORE YOGYAKARTA Gerimis ini bukan air bahasa tanpa tata jatuh tanpa struktur aku berjalan tanpa pusat rintik menjadi nada mengalun pelan menemani sore retak puisi turun diam dari langit. Di Jalan Malioboro aku terpecah di etalase wajah-wajah tak sepakat asap angkringan naik doa setengah lupa nasi kucing sate usus teh […]
Riri Satria Hidup tidak lagi sekadar pelangi, ia adalah simulasi pelangi, pecahan cahaya yang mungkin hanya ada karena kita sepakat untuk mempercayainya. Hujan dan matahari bukan sebab, melainkan bahasa yang kita warisi agar warna punya alasan untuk muncul. Saya berdiri di bawah lengkungan itu, setengah percaya, setengah curiga, seolah-olah keindahan selalu mengandung jejak rekayasa. Dunia […]
oleh: Riri Satria Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa saya begitu mencintai puisi, sementara latar belakang saya justru berada pada dunia teknologi digital, ekonomi, dan bisnis, yaitu dunia yang identik dengan logika, struktur, dan rasionalitas. Pertanyaan itu sering berujung pada satu hal yang lebih mendasar, apa sebenarnya fungsi puisi dalam hidup seorang Riri Satria? Tulisan […]
Riri Satria Di antara deret angka yang berdenyut seperti nadi buatan aku berdiri tubuh yang masih percaya pada luka pada rindu yang tak bisa dikompilasi. Mesin belajar meniru musim menyusun hujan dari statistik menanam matahari di layar-layar datar namun ia tak pernah benar-benar hangat. Kita bertanya apakah masa depan adalah algoritma menggantikan doa […]
Riri Satria Kita bertemu kembali di antara uap pelan-pelan naik dari cangkir seperti ingatan tak pernah benar-benar dingin. Tiga puluh delapan tahun ternyata hanya jeda seduh antara air yang dulu mendidih kini menghangat dalam percakapan. Kita adalah kopi pernah ditanam di musim yang sama namun dipanen oleh nasib di ladang-ladang yang berbeda. […]
Riri Satria Tiga puluh delapan tahun ternyata bukan angka melainkan lorong panjang yang kita lintasi sambil menanggalkan nama-nama lama lalu memungutnya kembali hari ini sedikit berdebu sedikit retak namun tetap milik kita. Di foto ini kita bersama seperti catatan kaki yang menolak dilupakan oleh tubuh utama sejarah Wajah-wajah adalah arsip senyum adalah tafsir […]
panas terik menggantung pertanyaan matahari mengunyah bayangan tubuhku jalan setapak retak tanpa arah puisi terselip di celah waktu gerhana adalah jeda pura-pura gelap menyelinap ke saku semesta angin mengganti arah diam-diam menghentikan hari tanpa estetika sawah memantulkan langit lelah pepohonan diam menahan bisu semak-semak berbisik kehilangan keindahan retak di antara bayangan awan menggulung […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]