Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • MASA DEPAN SASTRA DAN KECERDASAN BUATAN: KETIKA DUA DUNIA AKHIRNYA BERTEMU

    28 Jul 2026 | Dilihat: 10 kali

    oleh: Riri Satria

    Ini adalah salah satu buku saya yang terbit pada tahun 2026 yang berjudul "Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan". Banyak yang mengira ketertarikan saya pada hubungan antara sastra dan kecerdasan buatan baru muncul ketika teknologi AI menjadi pembicaraan luas dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, benih pemikiran itu telah tumbuh jauh sebelumnya.

    Sejak sekitar tahun 2016, saya mulai mempelajari secara lebih serius bagaimana perkembangan kecerdasan buatan akan mengubah cara manusia menulis, membaca, berkarya, sekaligus memahami bahasa. Ketika itu istilah large language model (LLM), generative AI, atau ChatGPT bahkan belum dikenal oleh masyarakat luas. Namun saya meyakini bahwa cepat atau lambat, teknologi akan memasuki ruang-ruang kreatif yang selama ini dianggap hanya menjadi wilayah manusia.

    Pemikiran tersebut kemudian saya bawa ke berbagai forum akademik dan kebudayaan. Salah satu presentasi awal saya mengenai tema ini disampaikan pada sebuah konferensi di Universitas Pakuan pada tahun 2018, ketika sentuhan kecerdasan buatan terhadap dunia sastra masih nyaris belum terasa. Pada tahun yang sama, gagasan ini juga saya presentasikan dalam Banjarbaru's Rainy Day Literary Festival 2018.

    Setelah itu, diskusi terus berlanjut pada berbagai forum, di antaranya peringatan puncak Hari Puisi Indonesia di Jakarta pada tahun 2019, 2021, dan 2022, Malay Literary and Culture Festival 2024 di Jambi, Jambore Penyair Asia Tenggara 2024 di Banyuwangi, serta berbagai seminar, kuliah tamu, forum diskusi, dan kegiatan sastra lainnya. Presentasi terakhir mengenai tema ini saya sampaikan pada Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII di Jakarta pada tahun 2025.

    Menariknya, setiap tahun saya merasakan perubahan yang semakin nyata. Apa yang dahulu masih berupa dugaan dan proyeksi, kini perlahan menjadi kenyataan yang kita saksikan bersama. Misalnya soal Deepfake AI.

    Buku ini pada hakikatnya merupakan rekam jejak perjalanan pemikiran tersebut. Isinya merupakan kompilasi dari berbagai esai, makalah, artikel, kuliah umum, dan catatan reflektif yang saya tulis selama hampir satu dekade.

    Saya ingin menunjukkan bahwa sastra dan kecerdasan buatan bukanlah dua dunia yang saling meniadakan, melainkan dua ekosistem yang akan semakin saling mengisi. Perkembangan AI akan memengaruhi cara karya sastra diciptakan, diapresiasi, dan didistribusikan. Sebaliknya, sastra melalui kekayaan bahasa, narasi, metafora, nilai-nilai kemanusiaan, dan kompleksitas makna, akan terus menjadi fondasi penting bagi pengembangan large language model (LLM), machine learning, dan deep learning. Dengan kata lain, masa depan AI tidak dapat dilepaskan dari kualitas bahasa, dan bahasa adalah rumah utama sastra.

    Buku ini juga menjadi pertemuan dua dunia yang selama ini saya jalani secara bersamaan yaitu dunia teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan, dan dunia sastra yang telah lama menjadi ruang ekspresi, refleksi, dan pencarian makna. Selama bertahun-tahun, banyak orang memandang keduanya sebagai dua kutub yang berbeda.

    Pengalaman saya justru memperlihatkan bahwa teknologi dan sastra saling memperkaya. Teknologi menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru, sedangkan sastra menjaga agar kemajuan itu tetap memiliki jiwa, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itulah, saya memandang buku ini bukan sebagai sebuah karya yang telah selesai, melainkan sebagai awal dari perjalanan intelektual yang akan terus berkembang.

    Saya berharap buku ini dapat menjadi teman berdiskusi bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana sastra dan kecerdasan buatan akan bersama-sama membentuk wajah peradaban di masa depan.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture