Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • SULUR KEMBANG SRI TANJUNG

    29 Sep 2026 | Dilihat: 7 kali

    oleh Riri Satria

    Ada sesuatu yang menarik ketika sebuah tradisi lisan diterjemahkan ke dalam bahasa puisi. Folklor yang selama berabad-abad hidup melalui cerita, tutur, ingatan, dan pewarisan dari satu generasi ke generasi berikutnya, kemudian memperoleh bentuk baru melalui larik-larik puisi.

    Itulah kesan yang saya rasakan ketika menerima buku Sulur Kembang Sri Tanjung: Kompilasi Puisi Folklor Banyuwangi.

    Buku yang diterbitkan Diomedia pada 2023 ini merupakan antologi yang melibatkan 77 penyair dan sastrawan, baik dari Banyuwangi maupun dari luar Banyuwangi. Buku ini diluncurkan di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi pada 8 Mei 2023.

    Para penulis di dalamnya datang dari latar dan usia yang beragam. Ada penyair dan sastrawan yang telah lama berkarya, tetapi ada pula penulis yang masih sangat muda. Bahkan, dalam kegiatan bedah bukunya, Zen Kostolani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, menyoroti bagaimana karya para penulis muda dapat berdampingan dengan karya penyair yang telah lebih dahulu dikenal.

    Di antara nama-nama yang saya kenal, ada sahabat saya, Rissa Churria, juga Viefa yang memang berasal dari Banyuwangi. Ada pula Bang Samsudin Adlawi yang saya kenal sebagai budayawan dan penggerak kehidupan literasi di Banyuwangi.

    Puisi kemudian menjadi semacam jembatan antara tradisi dan modernitas. Cerita rakyat yang sebelumnya hidup terutama melalui tradisi lisan mendapatkan tubuh baru dalam bentuk tulisan. Namun transformasi itu bukan sekadar memindahkan cerita dari mulut ke halaman.

    Para penyair memberikan interpretasi, imajinasi, suasana batin, dan estetika bahasa mereka sendiri. Folklor menjadi bahan baku kreativitas, sementara puisi menjadi ruang untuk menemukan kembali makna yang mungkin tersembunyi di balik cerita-cerita lama.

    Karena itu, Sulur Kembang Sri Tanjung bukan hanya penting bagi kesusastraan, tetapi juga menarik sebagai sebuah dokumen kebudayaan. Ia memperlihatkan bagaimana sebuah masyarakat memandang kembali warisan folklornya melalui perspektif para penyair. Ada proses merawat ingatan di sana, tetapi sekaligus ada proses menghidupkan kembali ingatan tersebut agar dapat berbicara kepada generasi hari ini.

    Saya membayangkan folklor sebagai akar yang berada jauh di dalam tanah, sementara puisi adalah daun dan bunga yang tumbuh di atasnya. Akarnya berasal dari masa lalu, tetapi bunganya dapat mekar pada zaman yang berbeda. Selama akar itu masih dirawat, ia akan terus menemukan kemungkinan untuk tumbuh.

    Buku seperti Sulur Kembang Sri Tanjung adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa akar kebudayaan itu tidak terputus dari generasi ke generasi.

    Terima kasih, Mbak Viefa, atas buku yang sangat menarik ini. Kehadiran Sulur Kembang Sri Tanjung memperkaya khazanah kesusastraan sekaligus kebudayaan kita. Ia mengingatkan kita bahwa folklor bukan sekadar cerita lama yang tersimpan dalam ingatan masyarakat, melainkan sumber kreativitas yang selalu dapat ditafsirkan kembali.

    Dari Banyuwangi, cerita-cerita itu kembali bernyanyi melalui puisi—membawa suara masa lalu untuk berbicara kepada masa kini.

    Sejenak saya mengenang masa-masa berkunjung ke Banyuwangi benerapa kali di masa lalu .. 😎 🥰

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    HAPPY 14 ANNIVERSARY Pelindo Solusi Digital - PSD

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: Medan, 28 Agustus 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture