Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh Riri Satria Malam turun perlahan di antara pepohonan tropis cahaya lampu berpendar keemasan. Aku berdiri sendiri memandang jalan terang seperti perjalanan panjang menuju sesuatu yang belum selesai dipahami. Langit biru gelap menggantung di atas kepala sementara kontemplasi bergerak pelan melewati tubuh dan ingatan. Di tengah malam aku belajar melihat lebih jauh ke dalam gelap […]
oleh Riri Satria Sore turun perlahan di antara pepohonan aroma kopi menghangatkan kesunyian. Lampu-lampu menyala redup seperti kontemplasi jalan hidup sering kehilangan arah. Aku berdiri di antara udara lembap daun-daun dan spiritualitas kecil lahir dari diam. Kopi mengepul pelan sementara malam membuka ruang bagi tubuh dan jiwa kembali bernapas. Kadang manusia […]
oleh Riri Satria Air mengalir pelan melewati sungai lupa cara bernapas. manusia modern membawa haus di dalam kepala dan plastik di dalam doa-doanya. Laut menjauh dari ingatan anak-anak mengenalnya dari video pendek dan suara notifikasi. hujan turun sebentar saja. beton meminumnya lebih cepat daripada akar pepohonan. daun-daun gugur di trotoar panas, seperti surat bumi […]
oleh Riri Satria Aku merindukan hutan seperti seseorang merindukan tubuh yang pernah memberinya kehangatan. Di tengah kota yang dipenuhi cahaya digital dan wajah-wajah yang bergerak seperti salinan tanpa jiwa, ingatanku berjalan pelan menuju pepohonan basah, menuju udara bersih yang menyentuh kulit dengan kelembutan nyaris erotis. Ada sesuatu dalam aroma daun dan tanah setelah hujan yang […]
Riri Satria WELCOME MAY Aku menyambutmu seperti pohon menyimpan api dalam diam langit retak dalam resolusi digital buram laut berdenyut seperti kasih sayang terkompresi. Mei datang dari tubuh waktu purba membawa gema asal terasa terprogram bulan bunga menggantung seperti algoritma tak selesai di antara memori dan kemungkinan tak stabil. Aku lahir di sini dalam arsip […]
Riri Satria DI BAWAH GERIMIS SORE YOGYAKARTA Gerimis ini bukan air bahasa tanpa tata jatuh tanpa struktur aku berjalan tanpa pusat rintik menjadi nada mengalun pelan menemani sore retak puisi turun diam dari langit. Di Jalan Malioboro aku terpecah di etalase wajah-wajah tak sepakat asap angkringan naik doa setengah lupa nasi kucing sate usus teh […]
Oleh Riri Satria Saat ini dunia sedang mengalami gelombang disrupsi yang begitu luas, terutama dalam bidang ekonomi, bisnis, sosial, dan budaya, yang didorong oleh percepatan perkembangan teknologi. Salah satu gejala paling nyata adalah mulai memudarnya dominasi media cetak di berbagai belahan dunia. Surat kabar, majalah, hingga buku fisik tidak lagi menjadi satu-satunya medium utama penyebaran gagasan, […]
Riri Satria Hidup tidak lagi sekadar pelangi, ia adalah simulasi pelangi, pecahan cahaya yang mungkin hanya ada karena kita sepakat untuk mempercayainya. Hujan dan matahari bukan sebab, melainkan bahasa yang kita warisi agar warna punya alasan untuk muncul. Saya berdiri di bawah lengkungan itu, setengah percaya, setengah curiga, seolah-olah keindahan selalu mengandung jejak rekayasa. Dunia […]
JAKARTA, AmanMakmur —Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa saya begitu mencintai puisi, sementara latar belakang saya justru berada pada dunia teknologi digital, ekonomi, dan bisnis, yaitu dunia yang identik dengan logika, struktur, dan rasionalitas. Pertanyaan itu sering berujung pada satu hal yang lebih mendasar, apa sebenarnya fungsi puisi dalam hidup seorang Riri Satria? Tulisan ini saya buat […]
oleh: Riri Satria Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa saya begitu mencintai puisi, sementara latar belakang saya justru berada pada dunia teknologi digital, ekonomi, dan bisnis, yaitu dunia yang identik dengan logika, struktur, dan rasionalitas. Pertanyaan itu sering berujung pada satu hal yang lebih mendasar, apa sebenarnya fungsi puisi dalam hidup seorang Riri Satria? Tulisan […]
Riri Satria Di antara deret angka yang berdenyut seperti nadi buatan aku berdiri tubuh yang masih percaya pada luka pada rindu yang tak bisa dikompilasi. Mesin belajar meniru musim menyusun hujan dari statistik menanam matahari di layar-layar datar namun ia tak pernah benar-benar hangat. Kita bertanya apakah masa depan adalah algoritma menggantikan doa […]
Riri Satria Kita bertemu kembali di antara uap pelan-pelan naik dari cangkir seperti ingatan tak pernah benar-benar dingin. Tiga puluh delapan tahun ternyata hanya jeda seduh antara air yang dulu mendidih kini menghangat dalam percakapan. Kita adalah kopi pernah ditanam di musim yang sama namun dipanen oleh nasib di ladang-ladang yang berbeda. […]
panas terik menggantung pertanyaan matahari mengunyah bayangan tubuhku jalan setapak retak tanpa arah puisi terselip di celah waktu gerhana adalah jeda pura-pura gelap menyelinap ke saku semesta angin mengganti arah diam-diam menghentikan hari tanpa estetika sawah memantulkan langit lelah pepohonan diam menahan bisu semak-semak berbisik kehilangan keindahan retak di antara bayangan awan menggulung […]
oleh Riri Satria Sebuah pertanyaan sederhana tiba-tiba mengusik pikiran saya, adakah kesamaan antara fisika teori dan puisi? Pertanyaan itu terdengar ganjil, seolah mempertemukan dua dunia yang tidak pernah saling menyapa. Satu dunia dipenuhi angka, persamaan, dan hukum-hukum yang ketat. Dunia lainnya dipenuhi kata-kata, metafora, dan getaran perasaan yang sulit dijelaskan. Namun semakin lama saya memikirkannya, […]
di tepi senja pecah seperti gelas lupa utuh aku meneguk diriku sendiri rasa gagal menjadi air di hutan tropis lembab dan berpikir aku berjalan di jalan panjang tak menuju atau selalu kembali seperti luka mengulang namanya sungai mengalir tanpa ingatan membawa sisa-sisa yang tak lagi mau disebut ilalang berbisik dengan lidah patah aku duduk […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]