Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • oleh Riri Satria Sebuah pertanyaan sederhana tiba-tiba mengusik pikiran saya, adakah kesamaan antara fisika teori dan puisi? Pertanyaan itu terdengar ganjil, seolah mempertemukan dua dunia yang tidak pernah saling menyapa. Satu dunia dipenuhi angka, persamaan, dan hukum-hukum yang ketat. Dunia lainnya dipenuhi kata-kata, metafora, dan getaran perasaan yang sulit dijelaskan. Namun semakin lama saya memikirkannya, […]

    Oleh 24 Apr 2026

    di tepi senja pecah seperti gelas lupa utuh aku meneguk diriku sendiri rasa gagal menjadi air di hutan tropis  lembab dan berpikir aku berjalan di jalan panjang tak menuju atau selalu kembali seperti luka mengulang namanya   sungai mengalir tanpa ingatan membawa sisa-sisa yang tak lagi mau disebut ilalang berbisik dengan lidah patah aku duduk […]

    Oleh 24 Apr 2026

    oleh: Riri Satria Adakalanya saya membayangkan seorang anak dari Generasi Alpha duduk di sudut kamar pada suatu malam yang tenang. Di tangannya bukan lagi buku puisi tipis dengan halaman yang menguning, melainkan sebuah perangkat yang memancarkan cahaya ke wajahnya. Di layar itu, kata-kata bergerak perlahan, diiringi suara hujan buatan, visual langit yang berubah warna, dan […]

    Oleh 12 Apr 2026

    Aku adalah ilalang yang tumbuh liar di antara tanah yang tak pernah benar-benar memilihku. Setiap pagi embun turun seperti sisa air mata langit yang semalam terlalu lama terjaga, lalu matahari datang mengecup tubuhku dengan hangat yang terasa asing, seolah dunia selalu memulai hari dengan berpura-pura lupa pada luka-lukanya sendiri. Dari tubuhku yang mudah gemetar karena […]

    Oleh 10 Apr 2026

    Antologi puisi religi “Tadarus Cahaya Jiwa”, bersama puluhan penyair Indonesia, setebal 560 halaman .. ada 5 puisi saya di buku ini .. 👍😎🥰 ------- KEMBALI AKU DENGAR AZAN SUBUH DI MASJID NABAWI Kembali aku tertunduk    Bersimpuh menghadap-Mu         di pelataran Sang Nabi jelang pagi Orkestra memuja kebesaran-Mu menggema     memenuhi ruang-ruang kefanaan         di […]

    Oleh 02 Apr 2026

    oleh: Riri Satria Deepfake melalui Generative AI dan terutama GAN (Generative Adversarial Networks) dapat menganggu karya sastra bukan hanya pada tingkat teknis, tetapi juga pada makna, otentisitas, dan kepercayaan budaya terhadap tulisan itu sendiri. Kerusakannya sering kali lebih halus dibanding deepfake video, karena ia bekerja di wilayah bahasa, gaya, dan emosi. Pertama, yang paling serius […]

    Oleh 01 Apr 2026

    Jadi begini Emi ... akhir-akhir ini saya sering memikirkan sesuatu yang ruwet bin mumet, namun dengan rasa ingn tahu, bagaimana jika puisi yang selama ini kita anggap sebagai suara paling intim dari jiwa manusia, ternyata bisa memiliki bayangan yang begitu mirip dengan dirinya sendiri? Bayangan itu bukan tubuh, bukan penyair, serta bukan pengalaman hidup yang […]

    Oleh 01 Apr 2026

    gadang sarawa tagak di lapangan nan indak bapangka tarang tapi andingin rami tapi kosong inyo lah ado sabalun paham ado dilempar ka hari-hari nan datang indak jo alas an   pagi batanyo ka mano? siang manjawab indak tau sore mangulang tanyo nan samo malam inyo tutuik jo haniang   gadang sarawa tapi langkahnyo ketek bak […]

    Oleh 30 Mar 2026

    manyalinok diam-diam bukan di tanah bukan di daun tapi di celah nan indak basuaro antara niek jo ragu inyo alah ado sabalun pikiran jadi kato sabalun hati mangaku salah inyo lah lahia dari haniang nan panjang nan indak ka tanyo asal-usulnyo   kulik licin jo basisiak bukan untuak diliek tapi untuak diraso bak bayang nan […]

    Oleh 30 Mar 2026

    oleh: Riri Satria Ada satu hal yang menarik ketika membaca buku "Science and Poetry" karya Mary Midgley*. Buku ini tidak hadir sebagai manifesto yang dahsyat, juga tidak sebagai perdebatan yang meledak-ledak. Ia bergerak pelan, seperti seseorang yang sedang menyusun ulang isi sebuah ruangan yang selama ini kita kira sudah rapi, tetapi ternyata penuh dengan asumsi […]

    Oleh 29 Mar 2026

    oleh: Riri Satria Sore menurunkan dirinya seperti tirai tipis yang enggan menutup panggung sepenuhnya. Gerimis jatuh bukan sebagai peristiwa, melainkan sebagai bahasa yang lupa bagaimana harus bersuara. Ia tidak mengetuk, tidak meminta dikenali, hanya menyusup ke dalam celah-celah waktu yang retak, melunakkan tepi-tepi hari yang terlalu keras. Di sana kita duduk, membiarkan pikiran larut seperti […]

    Oleh 29 Mar 2026

    BETWEEN TWILIGHT, THE COSMOS, AND A SILENCE THAT NEVER ENDS: A NOTE FOR "SILUET, SENJA, DAN JINGGA" 2019 POETRY BOOK BY RIRI SATRIA by: Selena Fortuna Lie This time, I choose to write this reflection a little differently, in a descriptive-reflective tone, tracing the familiar rhythm of how Riri Satria writes his poems, unhurried, unforced, […]

    Oleh 26 Mar 2026

    Puisi, aku menulismu seperti menulis napas di dunia yang makin pandai menghitung segalanya ketika sains tumbuh seperti hutan logika dan teknologi berlari tanpa ingin menoleh kau tetap berjalan pelan di dalam dada menjaga sesuatu yang tak bisa diukur.   Kau bukan algoritma yang rapi bukan rumus yang selesai dalam satu jawaban kau adalah getar yang […]

    Oleh 26 Mar 2026

    Aku bermimpi Depok tahun 2050 Depok tumbuh bukan sekadar kota yang penuh asap knalpot kendaraan bising dan manusia lalu-lalang dalam mimpiku Depok adalah taman gagasan tempat ide-ide muda berakar lalu bermekaran dan menjulang jadi menara cahaya.   Aku membaca Depok dari kemarin, sekarang, dan akan datang dari kaboratoriu kampus ke kampus yang tak pernah tidur […]

    Oleh 26 Mar 2026

    PULANG KE CAHAYA YANG TERSISA Tanpa terasa langkah-langkah kecil kita tiba di ujung Ramadan bulan yang selalu lebih jujur daripada hari-hari lainnya, dan selalu meninggalkan ruang kosong yang tak sempat kita isi sepenuhnya. Di ambang ini aku menitipkan harap pada yang tak terlihat: semoga yang tersembunyi lebih dahulu sampai kepada-Nya daripada yang kita tampakkan. Aku […]

    Oleh 20 Mar 2026

    "Membaca Bom Waktu karya Bang Riri Satria seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: “lihatlah lebih pelan.” Puisi-puisi dalam buku ini tidak sekadar berbicara tentang teknologi, ekonomi, atau kota yang tumbuh menjulang, tetapi tentang kegelisahan manusia yang hidup di dalamnya. Di antara grafik kemajuan dan cahaya […]

    Oleh 20 Mar 2026

    PAMIT DI ANTARA DUA KEABADIAN: untuk alm Papi Chaidir Anwar (1938-2012) dan alm Adinda Robby Permata (1980-2025) Aku pamit, Papi aku pamit, Robby di antara nisan yang sunyi dan daun-daun yang jatuh perlahan aku berdiri membawa sisa-sisa rindu yang tak sempat seluruhnya kuucapkan. Waktu telah mengajarkan bahwa kehilangan bukan sekadar jeda melainkan lorong panjang yang […]

    Oleh 19 Mar 2026

    Kita berjalan di jalan yang berliku menanjak, menukik tidak pernah menurut peta yang kubuat di kepala. Kenangan berpendar seperti senja yang retak di celah-celah waktu yang rapuh selalu indah, meski tak sempurna memanggilku untuk menatapnya lagi membaca ulang detik yang pernah kita lalui. Kadang langkah kita terpisah jarak memanjang tanpa permisi belokan-belokan mengejutkan seolah dunia […]

    Oleh 17 Mar 2026

    Kelihatannya buku pertama saya yang rampung tahun 2026 ini adalah buku kumpulan puisi berjudul "Bom Waktu: Kumpulan Puisi tentang Perkembangan Peradaban dan Ketimpangannya" Insya Allah akan menyusul setelahnya (sekarang masih dalam pesiapan), dua buku yang rada mumet, tentang analisis reflektif industri 5.0, ekonomi, bisnis, serta buku analisis reflektif tentang perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. […]

    Oleh 16 Mar 2026

    Di suatu titik perjalanan berhentilah sejenak di pinggir hari menatap langit yang seperti halaman buku yang belum sempat dibaca sampai habis Kita sadar, hidup ini bukan peta yang lengkap bukan pula cerita yang sudah diberi akhir ia hanya jalan panjang yang ditaburi serpihan kata potongan kalimat kadang-kadang sebaris puisi yang tiba-tiba jatuh dari langit kesadaran […]

    Oleh 15 Mar 2026

    Masa lalu itu seperti bayangan senja ia selalu berjalan di belakang tubuhmu tetapi tidak pernah benar-benar bisa menarik langkahmu kembali Biarkan ia menjadi cerita yang selesai dibaca bukan rantai yang mengikat kaki Hari ini adalah halaman yang masih kosong dan esok adalah kertas yang belum disentuh tinta setiap pagi, dunia menaruh sepotong cahaya di telapak […]

    Oleh 15 Mar 2026

    Di kota yang dulu mengajari kita mendengar laut dan hujan yang jatuh perlahan Padang menyimpan nama itu seperti batu yang ditanam di dasar sungai   Robby Permata lahir 10 Maret 1980 seperti cahaya yang datang paling akhir di antara kami empat bersaudara yang paling kecil yang paling akhir memulai langkah tetapi justru yang lebih dahulu […]

    Oleh 13 Mar 2026

    Di antara hening dan nyaring, perasaan bertemu kenyataan, atau hanyalah ilusi pertemuan itu sendiri. Cemas itu diseduh panas, tapi apakah panas itu nyata, atau hanya bayangan di dasar cangkir kopi yang tak pernah habis? Malam Lailatul Qadar hadir tanpa pemberitahuan. Aku meminumnya secangkir sepi, meneguk harap yang membara namun tak pernah sampai, terbakar di bara […]

    Oleh 11 Mar 2026

    Batu-batu tua berbisik dalam bahasa yang hanya bisa diterjemahkan oleh kesunyian dan gua menelan cahaya fajar mengubahnya menjadi sungai emas yang mengalir perlahan di antara celah-celahnya   Di dalam, ada bayangan para pemuda menari dalam tidur panjang dunia di luar berubah seperti lukisan yang diganti tiap malam namun iman mereka tetap menyala lentera yang tak […]

    Oleh 11 Mar 2026

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: Medan, 28 Agustus 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture