Riri Satria
KATEGORI
  • Terkini
  • Dokumen
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • Riri Satria, Sang Polymath

    06 Jun 2021 | Dilihat: 1.013 kali

    Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath

    Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa canggung Riri berbaur bersama para seniman yang mayoritas pencita sastra untuk bertukar cerita atau sekedar minum kopi. Di sela riungan gelak tawa, Riri pamit untuk rapat. Sebagai komisaris PT Jakarta International Container Terminal dan founder sekaligus CEO perusahaan konsultan manajemen: Value Alignment Advisory (VA2) serta Value Alignment Innovation and Technology Advisory (Vitech), Riri harus siap melakukan koordinasi tugas hingga larut malam di saat libur sekalipun. Esok paginya, Riri kembali berkutat dengan laptop dan buku untuk persiapan mengajar di Fakultas Komputer Universitas Indonesia. Begitulah Riri, 1 x 24 jam, ia dapat melakukan banyak hal di 3 bidang profesi yang ia cintai.  Hari Minggu sampai bertemu hari Minggu berikutnya, kesibukan Riri tidak lepas dari perannya sebagai businessman, pendidik serta satra.

    Kemampuan Riri melakukan 3 bidang profesi sekaligus sangat jarang dan sulit ditemukan pada diri seseorang. Pada beberapa fenomena, sebagian orang dapat melakukan beberapa profesi sekaligus namun totalitas hanya pada satu profesi dan profesi yang lainnya hanya sekedar selingan atau dilakukan sekali waktu. Tidak heran jika Riri sering disebut sebagai manusia langka di Indonesia. Kelangkaan seorang Riri terletak pada kualitas pribadi dan keunikan profesinya. Tidak heran jika sebagian orang menyebut, Riri Satria sebagai polymath Indonesia.

    Mengutip Wikipedia, polymath adalah seorang individu yang pengetahuannya mencakup sejumlah besar subjek. Dia juga adalah pengetahuannya yang tidak terbatas pada satu bidang, bahkan bidang tersebut terkadang bersebrangan satu sama lain. Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan ilmuwan kuno adalah polymath. Istilah Polymath disebut dengan universalist dan renaissance man. Seorang polymath terkenal dunia adalah sosok Leonardo Da Vinci. Bagi orang yang membaca  biografi Leonardo Da Vinci , memahami bahwa Leonardo Da Vinci bukan sekedar pelukis yang karya legendarisnya “Monalisa” dikenal seantero jagat tetapi juga banyak ia memiliki karya besar di bidang teknologi yang sangat futuristic saat itu.  Jurnal-jurnal yang dibuat oleh Leonardo sarat dengan dengan inovasi teknologi dan senjata seperti kapal selam pertama di dunia, mobil lapis baja, kanon tiga barel, dan bahkan helikopter. Leonardo juga membuat studi tentang tubuh manusia dengan melakukan pembedahan mayat, yang pada saat itu adalah tindakan illegal. BJ. Habibie juga dikenal sebagai sosok Polymath di Indonesia. BJ Habibie bukan sekedar teknorat namun memiliki kemampuan politik yang sangat baik selain itu BJ. Habibie juga sangat pandai membuat puisi.

    Bagi Riri menjadi polymath merupakan anugerah Tuhan bagi dirinya. Riri menyadari ketertarikan kemampuannya pada banyak hal sejak SMA (Sekolah Menengah Pertama). Sejak SMA Riri sudah unggul di bidang penelitian ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih Juara pertama karya Ilmiah Remaja Se-Indonesia. Kecintaan Riri pada sastra juga sudah di pupuk sejak muda. Riri sudah piawai membuat puisi. Remaja, Riri satria sudah bergelut pada dua hal dunia ilmiah serta puisi. Sementara itu ketertarikan Riri dengan dunia bisnis adalah berkaca dari ayahnya yang seorang seorang ekonoms sekaligus dosen di bidang manajemen bisnis. “Mungkin dunia bisnis menurun dari ayah saya,”kata Riri tertawa.

    Pengalaman Riri berkiprah di perusahaan konsultan besar dunia mendorongnya untuk menerima tawaran menjadi pendidik di Fakultas Komputer , Universitas Indonesia. Implementasi di bidang industry memperkayanya pengalamannya untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa atau koleganya sesama dosen di Universitas Indonesia. Bagaimana dengan dunia sastra? Riri menyampaikan bahwa kecintaannya pada sastra semakin menguat justru saat ia di posisi lebih mapan. Kecintaan Riri pada dunia sastra, jangan di bilang. Sastra sudah menjadi bagian hidupnya sejak SMP (Sekolah Menengah). “ke-3 dunia itu sudah bersinergi dalam diri saya, menyatu dalam karakter saya,”jelas Riri. “Ke-3 dunia ini juga penyeimbang saya. Saya mengajar rational thinking di kampus, bergelut di dunia bisnis dan industry. Penyeimbang saya adalah dunia seni. Dunia sastra,”kata Riri. “Pagi sampai sore saya berjas dan pakai dasi, dan sore sampai malam saya nyaman berkaos gaya santai Bersama para seniman,”papar Riri.

    Bagi Riri, menekuni 3 bidang profesi yang berbeda bukan sebagai benturan, walau kadang ia dianggap aneh. Kemampuan Riri berpuisi memberikan kontribusi melakukan gaya komunikasi yang pas saat harus mengajar. ‘Mahasiswa saya senang sekali kalau saya mengajar dengan gaya story telling atau penekanan. Bagi mahasiswa ini tidak membosankan,”kata Riri. Bagi Riri, puisi menjaga  rasa dan humanistic, mengasah kepekaan rasa dan sebagainya. Riri memiliki harapan dunia sastra di Indonesia lebih baik lagi. Orang tidak memandang sastra secara stereotype. ‘Sastra itu karya intelektual yang ganjarannya adalah nobel,”tegas Riri.

    Menjalani 3 dunia sekaligus memang tak mudah, tapi bagi Riri merupakan anugerah. Lika-liku seorang Riri Satria, Sang Polymath  terdeskripsi jelas dalam karya terbaru Riri Satria yang berjudul  “Proposisi Teman Ngopi”. Buku yang launching  bertepatan hari kelahirannya ke 51, menjadi kado bagi dirinya dalam merekam jejak yang sudah ia tekuni selama ini. Proposisi Teman Ngopi ini, terdiri dari 3 buku yang berjudul : 1) Ekonomi, Bisnis dan Era Digital, 2) Pendidikan dan Pengembangan Diri, 3) Sastra dan Masa depan Puisi.

    Selamat Riri Satria, Semoga buku bermanfaat dan memberi angin segar pada dunia sastra Indonesia!

    by Meilanidh

    Sumber : Catatan Meilani

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture