Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Riri Satria WELCOME MAY Aku menyambutmu seperti pohon menyimpan api dalam diam langit retak dalam resolusi digital buram laut berdenyut seperti kasih sayang terkompresi. Mei datang dari tubuh waktu purba membawa gema asal terasa terprogram bulan bunga menggantung seperti algoritma tak selesai di antara memori dan kemungkinan tak stabil. Aku lahir di sini dalam arsip […]
Riri Satria DI BAWAH GERIMIS SORE YOGYAKARTA Gerimis ini bukan air bahasa tanpa tata jatuh tanpa struktur aku berjalan tanpa pusat rintik menjadi nada mengalun pelan menemani sore retak puisi turun diam dari langit. Di Jalan Malioboro aku terpecah di etalase wajah-wajah tak sepakat asap angkringan naik doa setengah lupa nasi kucing sate usus teh […]
Riri Satria Hidup tidak lagi sekadar pelangi, ia adalah simulasi pelangi, pecahan cahaya yang mungkin hanya ada karena kita sepakat untuk mempercayainya. Hujan dan matahari bukan sebab, melainkan bahasa yang kita warisi agar warna punya alasan untuk muncul. Saya berdiri di bawah lengkungan itu, setengah percaya, setengah curiga, seolah-olah keindahan selalu mengandung jejak rekayasa. Dunia […]
JAKARTA, AmanMakmur —Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa saya begitu mencintai puisi, sementara latar belakang saya justru berada pada dunia teknologi digital, ekonomi, dan bisnis, yaitu dunia yang identik dengan logika, struktur, dan rasionalitas. Pertanyaan itu sering berujung pada satu hal yang lebih mendasar, apa sebenarnya fungsi puisi dalam hidup seorang Riri Satria? Tulisan ini saya buat […]
Riri Satria Di antara deret angka yang berdenyut seperti nadi buatan aku berdiri tubuh yang masih percaya pada luka pada rindu yang tak bisa dikompilasi. Mesin belajar meniru musim menyusun hujan dari statistik menanam matahari di layar-layar datar namun ia tak pernah benar-benar hangat. Kita bertanya apakah masa depan adalah algoritma menggantikan doa […]
Riri Satria Kita bertemu kembali di antara uap pelan-pelan naik dari cangkir seperti ingatan tak pernah benar-benar dingin. Tiga puluh delapan tahun ternyata hanya jeda seduh antara air yang dulu mendidih kini menghangat dalam percakapan. Kita adalah kopi pernah ditanam di musim yang sama namun dipanen oleh nasib di ladang-ladang yang berbeda. […]
Riri Satria Tiga puluh delapan tahun ternyata bukan angka melainkan lorong panjang yang kita lintasi sambil menanggalkan nama-nama lama lalu memungutnya kembali hari ini sedikit berdebu sedikit retak namun tetap milik kita. Di foto ini kita bersama seperti catatan kaki yang menolak dilupakan oleh tubuh utama sejarah Wajah-wajah adalah arsip senyum adalah tafsir […]
panas terik menggantung pertanyaan matahari mengunyah bayangan tubuhku jalan setapak retak tanpa arah puisi terselip di celah waktu gerhana adalah jeda pura-pura gelap menyelinap ke saku semesta angin mengganti arah diam-diam menghentikan hari tanpa estetika sawah memantulkan langit lelah pepohonan diam menahan bisu semak-semak berbisik kehilangan keindahan retak di antara bayangan awan menggulung […]
di tepi senja pecah seperti gelas lupa utuh aku meneguk diriku sendiri rasa gagal menjadi air di hutan tropis lembab dan berpikir aku berjalan di jalan panjang tak menuju atau selalu kembali seperti luka mengulang namanya sungai mengalir tanpa ingatan membawa sisa-sisa yang tak lagi mau disebut ilalang berbisik dengan lidah patah aku duduk […]
oleh: Riri Satria Ada satu momen yang sulit dijelaskan dengan bahasa biasa yaitu ketika kata-kata tidak lagi sekadar rangkaian huruf, tetapi berubah menjadi getaran batin yang hidup. Momen itu saya temukan saat menelusuri halaman demi halaman buku "Tadarus Cahaya Jiwa", sebuah antologi puisi religi setebal 560 halaman yang memuat puisi doa dari puluhan penyair di […]
Aku adalah ilalang yang tumbuh liar di antara tanah yang tak pernah benar-benar memilihku. Setiap pagi embun turun seperti sisa air mata langit yang semalam terlalu lama terjaga, lalu matahari datang mengecup tubuhku dengan hangat yang terasa asing, seolah dunia selalu memulai hari dengan berpura-pura lupa pada luka-lukanya sendiri. Dari tubuhku yang mudah gemetar karena […]
A Poem for Deepfake, by Riri Satria Night does not arrive here as a curtain, it arrives as a wound, a slow velvet incision opening across the sky, from which darkness bleeds into the veins of the age. It spills into sleepless rooms steeped in the cold blue pulse of screens, where faces bloom from […]
Antologi puisi religi “Tadarus Cahaya Jiwa”, bersama puluhan penyair Indonesia, setebal 560 halaman .. ada 5 puisi saya di buku ini .. 👍😎🥰 ------- KEMBALI AKU DENGAR AZAN SUBUH DI MASJID NABAWI Kembali aku tertunduk Bersimpuh menghadap-Mu di pelataran Sang Nabi jelang pagi Orkestra memuja kebesaran-Mu menggema memenuhi ruang-ruang kefanaan di […]
Lasman Simanjuntak| Penulis – JAKARTA-suaraanaknegerinews.com|Kadang-kadang, buku tidak lahir dari keinginan untuk segera selesai, melainkan dari keberanian untuk berhenti sejenak melihat kembali, meragukan, lalu perlahan memahami. Pertengahan 2026 akan menjadi momen penting bagi Riri Satria dan Emi Suy. Lima buku akan diluncurkan, empat dari Riri, satu dari Emi. “Namun sesungguhnya, yang hadir bukan sekadar buku, melainkan […]
gadang sarawa tagak di lapangan nan indak bapangka tarang tapi andingin rami tapi kosong inyo lah ado sabalun paham ado dilempar ka hari-hari nan datang indak jo alas an pagi batanyo ka mano? siang manjawab indak tau sore mangulang tanyo nan samo malam inyo tutuik jo haniang gadang sarawa tapi langkahnyo ketek bak […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]