Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
I arrived at the city of stones and prayers the place where You once called the Great Prophet through the silence of the night a summons carried by heaven I came here to search for Your presence,= to walk the dust of prophets to listen for Your whisper between the ancient walls At […]
Sitting along Petchburi Road beneath a midnight painted in neon colors cars drift past like slow constellations their headlights sliding over the asphalt like fragments of unfinished dreams It is my one night in Bangkok uou might not believe it how long the story has been unfolding Memory opens its quiet doors and the […]
Winter arrives quietly over the Champs-Élysées. Crowds move like a river of strangers. Yet I walk alone. Je marche dans la foule, mais mon âme reste solitaire. The Arc de Triomphe stands like a memory that refuses to fade. Still no message from you. This was meant to be our rendezvous. The wind knows it. […]
Emi Suy dan Riri Satria di antara hening dan nyaring : perasaan dan kenyataan cemas! yang diseduh air panas biarlah mengendap di ampas kopi lalu aku lalu laju di waktu sahur malam Lailatul Qadar mencecapi secangkir sepi di tiap teguk ada harap menyala di bakar bara doa yang begitu tenang di saat subuh tiba […]
Puisi bukan sekadar tulisan baginya Ia adalah cara bertahan di tengah perjuangan hidup yang kadang menurunkan mendung tanpa aba-aba Karena hidup sering tak bisa ditebak hari cerah bisa berubah menjadi hujan yang panjang tetapi tidak pernah memusuhi hujan. ia justru belajar menyimpan semangat di dalam tetes-tetesnya sebab hujan adalah bahasa bumi ketika langit tidak lagi […]
Sebuah pagi yang tumbuh dari aroma kopi di sudut meja yang menyimpan waktu engkau duduk sedang membaca potret kehidupan dari halaman-halaman tak terlihat Tangerang mungkin hanya kota bagi sebagian orang tetapi bagimu ia adalah halaman panjang tempat puisi berjalan tanpa alas kaki tempat cerpen menyeberangi sore seperti burung yang pulang dengan sayap lelah Engkau menulis […]
Engkau pernah menyebut dirimu pengantin puisi mengenakan gaun dari kata-kata sederhana bertabur luka yang dijahit pelan dengan doa paling sunyi Di langit hidupmu tujuh purnama pernah bergantung bersamaan terang sekaligus getir perempuan tujuh purnama begitu aku diam-diam memanggilmu karena setiap fase adalah cahaya yang tak sepenuhnya utuh namun selalu setia kembali Hidup mengajarkanmu tentang kehilangan […]
Di tanah yang pernah engkau kau pijak hutan-hutan berbisik puitis bumi Kalimantan menyimpan jejak langkahmu aroma tanah basah daun-daun besar yang menadah hujan dan sungai yang mengalir membawa rahasia sampai jalan-jalan di perkotaan yang riuh Di antara kisah-kisah Dayak yang diwariskan lewat api unggun dan legenda kau belajar bahwa hidup adalah perjuangan yang tak selalu […]
Kita pernah duduk di bangku SMA menggambar masa depan di halaman belakang buku tulis dengan tinta yang kadang bocor dan mimpi yang tak pernah ragu Waktu itu kita belum tahu bahwa hidup akan membawa kita ke benua yang berbeda, ke musim yang tak pernah kita bayangkan di bawah langit tropis. Kini engkau tinggal di Oregon, […]
Di Brussels, Belgia sering turun gerimis panjang dari langit melankolia yang lembut menyentuh jendela rumahmu dan menyisakan jejak air seperti garis bawah pada sebuah puisi Di kota itu engkau tinggal di antara bangunan yang berbisik tentang sejarah dan perlawanan tentang seni yang tak pernah benar-benar mati engkau berjalan di trotoar basah dengan mantel tebal dan […]
Di tengah riuh masyarakat yang kadang lupa pada sunyi nurani engkau berdiri dengan suara yang tidak meninggi namun menggema jauh ke relung sosial yang sering tak tersentuh Perempuan bagimu bukan sekadar identitas melainkan cahaya yang harus dinyalakan di ruang-ruang pemberdayaan engkau menyalakan obor kecil mengajarkan keberanian berbicara menguatkan langkah yang ragu menyulam harapan di antara […]
Kita tumbuh dari bangku SMP yang kayunya menyimpan goresan nama dan rahasia kecil yang tak pernah selesai dibicarakan di halaman sekolah itu angin membawa bau hujan dan suara tawa kita yang belum mengenal lelah. Sejak hari-hari berseragam putih biru engkau sudah menjadi warna yang tak bisa dipisahkan dari langit biru yang tenang tempat aku menitipkan […]
Di ruang sunyi yang dipenuhi detak jam engkau duduk berhadapan dengan jiwa-jiwa yang datang membawa retak psikologi bagimu bukan sekadar teori melainkan cara menyentuh luka tanpa membuatnya berdarah lagi Empati di matamu tak pernah mengenal batas waktui ia mengalir pelan menjadi jembatan antara kata dan air mata antara diam dan keberanian untuk bicara Engkau membaca […]
Di lorong rumah sakit yang berbau antiseptik dan doa-doa yang tak terucap kau berjalan dengan langkah perawat yang hafal arti cemas di mata pasien Seragammu sederhana namun di dadamu tersimpan cinta yang tak pernah kau tuliskan di papan pengumuman cinta yang bekerja diam-diam mengukur tekanan darah mengecek nadi menenangkan tangan yang gemetar sebelum jarum menyentuh […]
Di sebuah stasiun yang riuh oleh perpisahan dan pertemuan engkau berdiri seperti penanda waktu menyimak pengumuman yang menggema dan derit kereta api yang bersiap berangkat. Bagimu, perjalanan bukan sekadar perpindahan melainkan cara membaca dunia Setiap gerbong adalah bab setiap kursi adalah kemungkinan cerita setiap jendela adalah bingkai lukisan yang terus berubah warna Engkau mengumpulkan fragmen […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]