Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Di sebuah stasiun yang riuh
oleh perpisahan dan pertemuan
engkau berdiri seperti penanda waktu
menyimak pengumuman yang menggema
dan derit kereta api yang bersiap berangkat.Bagimu, perjalanan bukan sekadar perpindahan
melainkan cara membaca dunia
Setiap gerbong adalah bab
setiap kursi adalah kemungkinan cerita
setiap jendela adalah bingkai lukisan
yang terus berubah warnaEngkau mengumpulkan fragmen realitas
wajah-wajah lelah di peron
tangan yang melambai sebelum pintu tertutup
suara roda besi yang beradu dengan rel
seperti detak yang tak pernah alpa
engkau menulisnya menjadi laporan
namun di sela-selanya selalu terselip puisiEngkau menyusupkan rahasia ke dalam dialog
menjadikan tokoh-tokoh kecil
hidup dengan napas yang nyata
di setiap cerita pendek
ada perjalanan panjang yang engkau ringkas
menjadi denyut yang padat dan dalamNamun engkau tak berhenti pada kata
di kanvas putih yang menunggu sentuhan
engkau mencampur warna seperti meracik kenangan
lukisan-lukisanmu bukan sekadar gambar
melainkan jejak batin
langit yang retak
wajah yang separuh tersembunyi
stasiun senja yang lengang
dengan satu kereta api yang baru saja pergiDan ketika malam turun perlahan
engkau menjadi penari
tubuhmu berbicara
tak selalu membutuhkan suara
gerak tanganmu melingkar
langkah kakimu menapak dengan yakin
seolah bumi adalah panggung
yang setia menunggu kisah berikutnyaDalam tari topeng
engkau menyembunyikan wajah
namun justru menemukan diri
topeng itu bukan sekadar hiasan
melainkan simbol bahwa manusia
selalu memiliki lapisan yang tak selesai dibacaEau adalah pertemuan antara gerak dan kata
antara berita, metafora, dan warna
antara fakta dan rasa.Di stasiun kehidupan ini
kau tak pernah takut menaiki gerbong baru
engkau tahu setiap perjalanan
akan mengubah cara pandangmu
akan memperkaya warna lukisanmu
akan memperdalam puisimuAku membayangkan suatu hari
engkau duduk di kursi dekat jendela kereta api
memandang sawah dan kota
yang berlari mundur di balik kaca.
di pangkuanmu ada buku catatan kecil,
tempat engkau menuliskan
tentang penari yang merindukan panggung
tentang jurnalis yang menemukan makna
tentang perempuan yang terus bergerak
meski dunia sering terasa sempitHidupmu adalah perjalanan panjang
dengan banyak pemberhentian
namun tak satu pun stasiun
mampu menahanmu terlalu lamaKarena engkau diciptakan untuk bergerak
seperti tarian yang tak ingin berhenti
seperti puisi yang selalu mencari pembaca
seperti cerpen yang menunggu akhir tak terduga
seperti kereta api yang setia
menyusuri rel takdirnya.Dan di setiap gerbong yang engkau masuki
kau meninggalkan jejak
sebuah lukisan di dinding ingatan
sebuah tarian di ruang sunyi
sebuah cerita yang akan terus hidup
bahkan setelah peluit panjang
menandai keberangkatan berikutnya(Riri Satria, Maret 2026)
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku āApa dan Siapa Penyair Indonesiaā yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: āJendelaā (2016), āWinter in Parisā (2017), āSiluet, Senja, dan Jinggaā (2019), āMetaverseā (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul āAlgoritma Kesunyianā (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: āUntuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnisā (2003), trilogi āProposisi Teman Ngopiā (2021) yang terdiri tiga buku āEkonomi, Bisnis, dan Era Digitalā, āPendidikan dan Pengembangan Diriā, dan āSastra dan Masa Depan Puisiā (2021), serta āJelajahā (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaruās Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional āĀ Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ā Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa AlaaĀ atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Ā oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]