Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Di antara deru server dan sunyi ruang riset kau berdiri seperti cahaya biru di layar yang tak pernah benar-benar padam di mana teknologi digital bagimu bukan sekadar mesin dan kode melainkan bahasa masa depan yang harus diajarkan dengan sabar diteliti dengan jernih dan dijaga dengan nurani.= Di kampus yang beraroma buku dan kopi langkahmu menyusuri […]
Engkau berjalan dengan cinta sebagai napas dengan budaya sebagai nadi dengan doa yang tak pernah putus mengalir di sela tasbih dan zikirnya Dari Banyuwangi tanah yang menyimpan jejak wayang dan desir angin dari Babad Tanah Blambangan, engkau menanam kata-kata seperti petani menanam padi di musim sabar Perjalanan hidup bukan sekadar langkah melainkan semangat dari Harum […]
Engkau berjalan tanpa banyak suara namun jejakmu terasa di lorong-lorong kecil tempat ibu-ibu menata dagangan tempat warung sederhana bertahan dengan sisa harapan dan utang yang belum lunas Engkau memilih menjadi aktivis ekonomi kerakyatan bukan karena ingin dikenal tetapi karena engkau tahu martabat manusia sering tersembunyi di balik etalase kecil dan tangan yang kapalan Bagimu, hidup […]
Kita berdiri di pantai Bintan tahun 2016 matahari begitu terik namun lautan membiru indah seolah tak pernah lelah memeluk cakrawala Kita menantang angin merentangkan tangan seperti hendak memeluk dunia, tertawa tanpa takut waktu tanpa curiga bahwa detik-detik itu akan menjadi momen kenangan kita yang diam-diam disimpan semesta Di sela angin pantai kita percaya perjumpaan adalah […]
Malam memanggilku untuk tirakat padam api bukan mematikan nyala melainkan menenangkannya agar cinta tak membakar napasku sendiri Aku menyetel alarm sunyi di dadaku bukan untuk membangunkan dunia melainkan agar aku ingat kapan harus diam dan mendengarkan detak yang paling jujur Di antara doa-doa yang tak diucap, aku menemukan ayat sunyi sebaris makna yang hanya bisa […]
Aku merapat ke dirimu seperti Solitude yang memilih tinggal bukan sepi melainkan jarak tipis antara dua dada yang saling belajar tenang Di pelukan malam engkau menjadi Perempuan Gerhana mendekap terang agar tidak melukai kulitmu yang lelah cinta, bagi puisi adalah tahu kapan bersinar dan kapan redup demi napasmu tetap utuh Kita berbicara pelan lebih sering […]
Riri Satria FIREWALL Ada dinding terbentang bukan untuk pemisah melainkan agar segala yang datang punya alasan untuk tinggal Ini bukan dinding kebencian ia adalah kebijaksanaan yang lahir dari luka-luka lama yang akhirnya belajar Bernama Tak semua kata atau diksi perlu masuk sekaligus tak semua suara pantas menjadi gema bahkan tak semua puisi layak […]
Selamat Ulang Tahun, dear Emi Suy, penyair sunyi yang gaduh lagi berisik, sahabat diskusi dan ngopi, sahabat debat dan berantem, sparring partner adu ide dan gagasan, serta soulmate di panggung puisi. Wishing you all the best in life, senantiasa sehat walafiat, panjang umur penuh keberkahan, semakin bijak dan semakin disayang keluarga dan semua sahabat, dimudahkan […]
SEPOTONG PUISI MENJELANG RUPS Menjelang RUPS kepala bukan lagi tempat pikiran berbaris rapi ia berubah jadi ruang mesin yang panas berdengung oleh target, tenggat, dan tanda tanya Kopi naik pangkat dari minuman menjadi penopang peradaban kecil di meja kerja gelas demi gelas tandas emosi ikut fluktuatif lebih liar dari grafik yang kami coba jinakkan setiap […]
Aku bukan garis pulang namun juga bukan titik lupa arah berdiam di antara dua nyala api. Satu mengukur satu membayangkan tak semua yang nyata perlu suara tak semua yang mungkin perlu bukti. Aku belajar hidup di logika yang ditolak Itu bukan ruang yang hanya sah karena tak mampu didefinisikan padahal lorong itu melingkar waktu juga […]
Seekor kucing imajiner hidup dalam eksperimen kemungkinan yang menahan napas di dalam kotak jika waktu dilipat detik menjadi tanda tanya hidup dan mati belum sepakat berpisah. Tak ada saksi selain probabilitas yang berdoa tanpa bahasa kita menunda membuka bukan karena takut pada kematian tetapi karena rindu pada ambiguitas. Di luar kotak kita menyebut diri pengamat […]
Waktu tidak lagi berjalan ia berbisik retak di sela ingatan menunda dirinya sendiri jam-jam kehilangan titik tolak detik tidak sepakat pada asal-usul masa lalu menyusup ke kini seperti cahaya yang tiba terlambat Ruang bukan hamparan tenang ia melengkung oleh yang tak terucap oleh beban nama oleh keyakinan yang ingin abadi. Aku melihat namun mataku bukan […]
Waktu berdiri di ambang pintu menoleh sebentar ke belakang pada jejak-jejak yang tak selalu rapi namun jujur pernah kita tapaki Langit menahan napasnya kembang api menyala sebentar lalu padam seperti banyak keinginan yang sempat bersinar, lalu belajar untuk ikhlas. Di antara detik yang menua dan lahir kembali kita duduk dalam hening yang lebih dewasa tidak […]
Subuh adalah pembuka pintu hari anugerah yang turun diam-diam seperti embun di kelopak waktu yang rapuh datang membawa cermin bening memantulkan wajah hati apakah masih bersyukur? atau lelah oleh kemarin? yang belum sepenuhnya pergi. Jangan biarkan berlalu sebab di rahim gelap itu harapan mulai bernapas dibalut doa yang belajar berdiri sebelum dunia berteriak ia adalah […]
Saya ikut baca puisi pada acara A TRIBUTE TO PIPIET SENJA .. Mengenang sang perempuan sastrawati yang tangguh, jejak inspirasi dan warisan sastra, di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM). Perempuan yang tetap menulis walau dalam keadaan sakit thallasemia sekalipun .. Al-Fatihah untuk Teh Pipiet yang sudah berada di alam keabadian, sementara […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]