Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • YANG MENYALA DARI LANGIT DAN TANAH BLAMBANGAN : untuk Rissa Churria

    04 Mar 2026 | Dilihat: 360 kali

    Engkau berjalan dengan cinta sebagai napas
    dengan budaya sebagai nadi
    dengan doa yang tak pernah putus
    mengalir di sela tasbih dan zikirnya

    Dari Banyuwangi
    tanah yang menyimpan jejak wayang
    dan desir angin dari Babad Tanah Blambangan,
    engkau menanam kata-kata
    seperti petani menanam padi di musim sabar

    Perjalanan hidup bukan sekadar langkah
    melainkan semangat dari Harum Haramain
    yang menyelinap ke relung jiwa
    membawa wangi rindu pada langit
    dan jejak sujud yang tak ingin selesai

    Engkau adalah Perempuan Wetan
    yang menyimpan matahari di matanya,
    yang mengerti bahwa cinta bukan hanya pelukan
    tetapi juga keberanian
    menyentuh luka terdalam sejarah

    Di dadamu tersimpan Blakasuta Liku Luka Perang Saudara
    kejujuran yang tak ditutup-tutupi
    bahwa hidup kadang retak
    bahwa saudara bisa saling melukai
    namun doa tetap harus menjadi jembatan

    Ketika senja turun pelan
    engkau menatap Matahari Senja di Bumi Osing
    melihat bayang-bayang leluhur
    yang berbisik lewat Bisikan Tanah Penari,=
    mengajaknya menari dalam sunyi
    mengajaknya memahami bahwa budaya
    adalah doa yang menjelma gerak

    Pada lembar-lembar Risalah Nagari Natasangin
    engkau menulis tentang angin yang tak terlihat
    tentang keyakinan yang tak selalu harus diteriakkan
    karena bagiu, zikir tidak perlu gaduh
    cukup setia pada denyutnya sendiri

    Dalam Kembul Bujana Cinta Kamajaya Kamaratih
    engkau merayakan cinta sebagai perjamuan
    cinta yang tidak cemburu pada perbedaan
    cinta yang menampung dunia
    tanpa kehilangan arah pulang

    Lalu engkau mengirim Kecup Selalu untuk Rasulullah
    melalui doa yang tak pernah putus
    melalui tasbih yang berputar seperti orbit langit
    kepada Kaneng Nabi
    yang engkau simpan sebagai cahaya dalam gelap

    Namun engkau juga tahu murung
    tahu bagaimana rasanya Larung Murung,
    melepas kesedihan ke laut luas
    membiarkan ombak mengajarkan
    bahwa kehilangan pun bagian dari cinta

    Dalam keberanian meretas batas
    engkau menyentuh dunia yang tak lazim
    meretas Pemikiran Riri Satria
    tentang Puisi dan Kecerdasan Buatan
    sebagai jembatan antara rasa dan algoritma
    antara wayang dan siber,
    antara tasbih dan kecerdasan buatan

    Engkau mengubah yang tersembunyi menjadi nyata
    mengubah tacit menjadi explicit
    mengangkat bisik menjadi teks
    menjadikan cermin bagi yang diam-diam berpikir
    namun tak sempat menulis

    Lewat Sketsa Wajah Puisi
    engkau menggambar bukan hanya wajah orang lain
    tetapi juga wajah pikirannya sendiri
    menyodorkan cermin kepada dunia
    dan kepada dirinya

    Dan di antara semua itu
    ada Tiga Penjaga Rahasia Lumora
    yang berdiri di gerbang batin
    cinta, doa, dan keberanian

    Engkau tahu perjalanan hidup tak selalu lurus
    kadang ia harus menyusuri gang sempit sejarah
    kadang ia harus berdamai dengan bayang-bayang
    kadang ia harus menatap langit
    dan bertanya pada sunyi

    Namun tetap berjalan
    dengan budaya sebagai akar
    dengan cinta sebagai sayap
    dengan wayang sebagai metafora kehidupan
    dengan tasbih dan zikir sebagai penuntun arah

    Engkau menulis bukan untuk dikenal
    melainkan untuk menjaga ingatan
    berdoa bukan untuk dipuji
    melainkan untuk menjaga cinta tetap menyala

    Dan di atas langit Bekasi
    yang berarak dari Bumi Osing Banyuwani
    yang kadang mendung, kadang membiru
    engkau terus melangkah
    menjadi peziarah kata
    penjaga warisan
    dan pejuang sunyi
    yang percaya bahwa setiap perjalanan hidup
    adalah pulang
    kepada cinta

    (Riri Satria, Maret 2026)

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku ā€œApa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: ā€œJendelaā€ (2016), ā€œWinter in Parisā€ (2017), ā€œSiluet, Senja, dan Jinggaā€ (2019), ā€œMetaverseā€ (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul ā€œAlgoritma Kesunyianā€ (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: ā€œUntuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnisā€ (2003), trilogi ā€œProposisi Teman Ngopiā€ (2021) yang terdiri tiga buku ā€œEkonomi, Bisnis, dan Era Digitalā€, ā€œPendidikan dan Pengembangan Diriā€, dan ā€œSastra dan Masa Depan Puisiā€ (2021), serta ā€œJelajahā€ (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ā  Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa AlaaĀ atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Ā  oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture