Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • HIGH SOCIAL AFFILIATED PERSON

    05 Jul 2026 | Dilihat: 11 kali

    oleh: Riri Satria

    Semakin saya mengenali diri sendiri, semakin saya memahami bahwa saya adalah seorang dengan karakter psikologis high social affiliated person, yaitu pribadi yang memiliki kebutuhan afiliasi sosial yang tinggi. Pemahaman ini bukan hanya lahir dari pengamatan pribadi. Dalam dua kesempatan yang berbeda, dua orang psikolog yang pernah melakukan asesmen terhadap diri saya sampai pada kesimpulan yang kurang lebih sama.

    Saya memperoleh energi dari interaksi dengan orang lain. Berdiskusi, bertukar gagasan, berbagi pengalaman, bahkan sekadar bercanda dan bercengkerama merupakan cara saya mengisi kembali "baterai" psikologis. Saya memang bisa sendirian, tetapi saya menyadari bahwa bukan di situlah sumber energi saya.

    Kesadaran itu juga menjelaskan mengapa saya sangat menikmati ketika menjadi pembicara di sebuah forum yang dihadiri banyak orang. Anehnya, semakin besar forum dan semakin banyak audiens yang hadir, justru semakin besar pula energi yang saya rasakan. Saya hampir tidak pernah merasa grogi atau canggung ketika berdiri di panggung, baik saat menjadi pembicara dalam seminar, konferensi, maupun ketika membacakan puisi di hadapan publik.

    Sebaliknya, saya justru menikmati setiap detiknya. Dinamika audiens, tatapan para peserta, pertanyaan-pertanyaan yang muncul, hingga kesempatan untuk berbagi gagasan seolah menjadi sumber tenaga yang membuat saya semakin hidup.

    Mungkin karena itulah beberapa teman dan sahabat sering menyebut saya sebagai "orang panggung." Bukan karena saya ingin menjadi pusat perhatian, melainkan karena panggung adalah ruang tempat energi saya bertumbuh.

    Saya justru mengalami hal yang berlawanan ketika harus bekerja sendirian dalam waktu lama atau berada di ruang interaksi yang sangat terbatas. Berhadapan dengan kelas yang kecil, tanpa dinamika yang hidup, atau berada sendirian tanpa teman berdiskusi sering kali membuat saya lebih cepat kehilangan energi.

    Saya bisa melakukannya, tetapi saya merasa lebih mudah mati gaya, kehilangan ritme, bahkan seperti kehilangan percikan yang biasanya muncul ketika berada di tengah banyak orang.

    Rupanya, semakin kaya interaksi yang terjadi, semakin besar pula energi yang saya rasakan. Saya juga menyadari bahwa saya menikmati hampir semua bentuk interaksi intelektual. Ketika ada diskusi, saya tertarik untuk ikut. Ketika muncul perdebatan yang sehat dan penuh argumentasi, saya pun terdorong untuk terlibat. Bukan karena ingin selalu menang atau mendominasi pembicaraan, tetapi karena proses bertukar alasan, menguji logika, dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang justru memberi saya semangat.

    Apalagi jika hanya sekadar kongko-kongko bersama teman-teman, mengobrol santai tanpa agenda apa pun sambil menikmati secangkir kopi. Percakapan-percakapan seperti itu sering kali menjadi tempat lahirnya ide-ide yang kemudian berkembang menjadi tulisan, gagasan, atau bahkan keputusan-keputusan penting dalam hidup saya.

    Walaupun demikian, bukan berarti saya sama sekali tidak menikmati kesendirian. Sesekali saya justru membutuhkannya. Duduk di tepi pantai memandang laut, menikmati suara ombak, atau menulis puisi dalam suasana yang tenang merupakan pengalaman yang saya sukai. Kesendirian seperti itu memberi ruang untuk merenung dan mengolah berbagai pengalaman yang telah saya kumpulkan. Namun, saya menyadari bahwa itu hanya saya perlukan sesekali. Terlalu lama berada dalam kesunyian justru membuat energi saya cepat terkuras.

    Pada akhirnya, saya jauh lebih nyaman berada di tengah keramaian, percakapan, dan kebersamaan daripada hidup dalam kesendirian yang berkepanjangan.

    Ada satu hal lain yang mungkin berkaitan dengan karakter tersebut. Saya menyadari bahwa saya sangat sulit berada di dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat tanpa jendela, meskipun ruangan itu terang oleh lampu dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Saya selalu merasa membutuhkan jendela.

    Bagi saya, jendela bukan sekadar bukaan pada dinding, melainkan penghubung dengan dunia di luar. Cahaya alami, langit, pepohonan, atau sekadar melihat aktivitas manusia di luar ruangan memberikan rasa lega dan energi yang sulit saya jelaskan dengan kata-kata. Saya tidak dapat memastikan apakah hal ini berkaitan langsung dengan karakter saya, tetapi pengalaman itu begitu konsisten saya rasakan selama bertahun-tahun.

    Pada akhirnya, saya tidak lagi memandang semua kecenderungan ini sebagai sesuatu yang harus diubah. Justru saya melihatnya sebagai bagian dari cara diri saya bekerja. Mengenali karakter ini membuat saya memahami mengapa saya hidup dalam percakapan, bertumbuh dalam kebersamaan, menikmati panggung tanpa rasa canggung, dan merasa lebih berenergi ketika dikelilingi oleh banyak orang.

    Saya juga belajar bahwa sesekali kesendirian tetap saya perlukan, tetapi hanya sebagai jeda untuk mengolah pengalaman, bukan sebagai tempat tinggal yang permanen. Mungkin setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengisi baterai kehidupannya.

    Saya tampaknya termasuk orang yang mengisinya melalui manusia, interaksi, diskusi, perdebatan yang sehat, tawa bersama sahabat, dan ruang-ruang yang selalu membuka kesempatan untuk saling belajar. Di situlah saya merasa paling hidup.

    Bagaimana dengan Anda? 🥰☕️⭐️🇲🇨

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture