Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
JAKARTA- Kadang-kadang, buku tidak lahir dari keinginan untuk segera selesai, melainkan dari keberanian untuk berhenti sejenak melihat kembali, meragukan, lalu perlahan memahami. Pertengahan 2026 akan menjadi momen penting bagi Riri Satria dan Emi Suy. Lima buku akan diluncurkan, empat dari Riri, satu dari Emi. “Namun sesungguhnya, yang hadir bukan sekadar buku, melainkan potongan-potongan perjalanan batin […]
oleh: Riri Satria Ada satu fenomena yang semakin sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan entah mengapa selalu meninggalkan rasa ganjil di dalam diri saya, di mana seseorang yang pengetahuannya masih tipis, pengalamannya belum luas, bahkan pemahamannya atas suatu persoalan masih di permukaan, justru berbicara dengan nada paling yakin, paling keras, dan kadang paling merendahkan […]
gadang sarawa tagak di lapangan nan indak bapangka tarang tapi andingin rami tapi kosong inyo lah ado sabalun paham ado dilempar ka hari-hari nan datang indak jo alas an pagi batanyo ka mano? siang manjawab indak tau sore mangulang tanyo nan samo malam inyo tutuik jo haniang gadang sarawa tapi langkahnyo ketek bak […]
manyalinok diam-diam bukan di tanah bukan di daun tapi di celah nan indak basuaro antara niek jo ragu inyo alah ado sabalun pikiran jadi kato sabalun hati mangaku salah inyo lah lahia dari haniang nan panjang nan indak ka tanyo asal-usulnyo kulik licin jo basisiak bukan untuak diliek tapi untuak diraso bak bayang nan […]
Jakarta, Veritika.id – Puisi “Jerusalem” (2014) karya Riri Satria menampilkan suasana religius melalui penggambaran sebagai ruang spiritual lintas iman. Di balik ketenangan yang dibangun, puisi ini menyisakan sejumlah catatan terkait eksplorasi tema dan keberanian artistik. Berikut puisi JERUSALEM karya Riri Satria ; JERUSALEM I arrived at the city of stones and prayers the place where You once called […]
JAKARTA-JAYA NEWS COM – Pertengahan tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi penulis dan esais Riri Satria bersama penyair Emi Suy yang dijadwalkan meluncurkan lima buku baru dalam waktu yang berdekatan. Empat karya dari Riri Satria dan satu kumpulan puisi terbaru dari Emi Suy. Riri Satria menghadirkan empat judul lintas genre, yakni kumpulan puisi “Bom […]
Lasman S 29 Maret 2026 | 08:03 JAKARTA-Ada sesuatu yang sedang dipersiapkan dengan perlahan, namun penuh kesadaran, sebuah momentum yang akan mempertemukan kata, pengalaman, dan pemikiran dalam satu peristiwa literasi. Pada pertengahan 2026, Riri Satria dan Emi Suy akan meluncurkan lima buku dalam waktu yang berdekatan. Bukan sekadar peluncuran, melainkan seperti membuka lima jendela sekaligus: empat dari […]
oleh: Riri Satria Ada satu hal yang menarik ketika membaca buku "Science and Poetry" karya Mary Midgley*. Buku ini tidak hadir sebagai manifesto yang dahsyat, juga tidak sebagai perdebatan yang meledak-ledak. Ia bergerak pelan, seperti seseorang yang sedang menyusun ulang isi sebuah ruangan yang selama ini kita kira sudah rapi, tetapi ternyata penuh dengan asumsi […]
oleh: Riri Satria Sore menurunkan dirinya seperti tirai tipis yang enggan menutup panggung sepenuhnya. Gerimis jatuh bukan sebagai peristiwa, melainkan sebagai bahasa yang lupa bagaimana harus bersuara. Ia tidak mengetuk, tidak meminta dikenali, hanya menyusup ke dalam celah-celah waktu yang retak, melunakkan tepi-tepi hari yang terlalu keras. Di sana kita duduk, membiarkan pikiran larut seperti […]
oleh: Riri Satria Saya pernah duduk sendirian di depan layar komputer, mengetik kata “puitis” di mesin pencari serta aplikasi AI, seolah-olah makna bisa ditemukan seperti alamat yang pasti, lengkap dengan koordinatnya. Lalu muncullah definisi-definisi itu, rapi, tertib, seakan sudah selesai menjelaskan segalanya. Benarkah demikian? Apa yang saya peroleh? Puitis adalah pilihan kata yang estetik, bernada, […]
oleh: Riri Satria Ada satu momen yang kadang datang tanpa diundang, ketika kita mempertanyakan segalanya. Bukan hanya tentang kebenaran, tentang fakta, tentang apa yang selama ini kita yakini, tetapi juga tentang diri kita sendiri. Dalam ruang batin seperti itu, ungkapan dubito, ergo cogito, ergo sum terasa bukan sekadar kalimat Latin biasa, melainkan seperti bisikan yang […]
oleh: Riri Satria Kadang saya duduk sendiri dan merenung, bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dimaksud ketika seseorang berkata sesuatu itu “ilmiah” atau “scientifically proven”? Di permukaan, kata-kata itu terdengar tegas, seolah menutup ruang keraguan. Tapi ketika saya menyelami lebih dalam, saya menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu penuh nuansa, sama seperti hidup itu sendiri. Ilmu pengetahuan bukan […]
by Selena F. Lie I first got to know Riri Satria not as a poet, but as someone deeply immersed in the world of digital technology such as algorithms, artificial intelligence, the Internet of Things, and everything around it. He’s always been a fascinating person to talk to. His thinking is sharp and structured, but […]
oleh: Selena F. Lie Kali ini saya menulis dalam bahasa Indonesia, walaupun pada umumnya saya menggunakan bahasa Inggris. Mohon dimaafkan apabila terdapat kekurangan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Membaca buku puisi "Jendela" (2016) seperti membuka catatan harian yang tidak secara khusus dimaksudkan sebagai catatan harian. Buku ini bagaikan perjalanan seorang individu yang tidak semata-mata berupaya menjadi […]
oleh: Riri Satria Ada momen dalam hidup ketika ilmu pengetahuan berhenti menjadi sekadar akumulasi logika, dan berubah menjadi pengakuan paling jujur tentang apa arti menjadi manusia. Di titik itulah saya membayangkan Randy Pausch berdiri, bukan lagi sebagai profesor di Carnegie Mellon University, bukan lagi sebagai pakar human–computer interaction, melainkan sebagai seorang manusia yang tahu waktunya […]
BETWEEN TWILIGHT, THE COSMOS, AND A SILENCE THAT NEVER ENDS: A NOTE FOR "SILUET, SENJA, DAN JINGGA" 2019 POETRY BOOK BY RIRI SATRIA by: Selena Fortuna Lie This time, I choose to write this reflection a little differently, in a descriptive-reflective tone, tracing the familiar rhythm of how Riri Satria writes his poems, unhurried, unforced, […]
oleh: Riri Satria Ada bagian dari hari yang selalu saya nantikan, justru ketika tidak ada tuntutan apa pun. Bukan karena saya ingin benar-benar berhenti, tetapi karena di situlah saya merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Di waktu-waktu luang itu, saya menyadari ada beberapa hal yang hampir selalu saya lakukan, berulang, konsisten, dan tanpa terasa telah […]
oleh: Riri Satria Ada masa ketika hidup terasa lebih sederhana, ketika jarak diukur dengan langkah kaki, ketika kabar datang lewat suara, bukan notifikasi, ketika dunia seolah bergerak lebih pelan, memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasa dekat dengan realita alam dan kehidupan sosial. Kenangan itu sesekali datang, seperti angin sore yang membawa aroma masa lalu. […]
oleh: Riri Satria Ada semacam keyakinan lama yang diam-diam kita warisi padahal tidak tepat, bahwa orang terbaik untuk sebuah jabatan adalah mereka yang paling pintar atau kompeten. Kita tumbuh dengan logika meritokrasi yang sederhana, siapa yang paling kompeten, dialah yang paling layak. Namun semakin lama kita berada di dalam organisasi, semakin kita sadar bahwa kenyataan […]
Puisi, aku menulismu seperti menulis napas di dunia yang makin pandai menghitung segalanya ketika sains tumbuh seperti hutan logika dan teknologi berlari tanpa ingin menoleh kau tetap berjalan pelan di dalam dada menjaga sesuatu yang tak bisa diukur. Kau bukan algoritma yang rapi bukan rumus yang selesai dalam satu jawaban kau adalah getar yang […]
Aku bermimpi Depok tahun 2050 Depok tumbuh bukan sekadar kota yang penuh asap knalpot kendaraan bising dan manusia lalu-lalang dalam mimpiku Depok adalah taman gagasan tempat ide-ide muda berakar lalu bermekaran dan menjulang jadi menara cahaya. Aku membaca Depok dari kemarin, sekarang, dan akan datang dari kaboratoriu kampus ke kampus yang tak pernah tidur […]
oleh: Riri Satria Ada momen-momen dalam hidup ketika kita merasa perlu menarik diri sejenak dari segala yang terasa berat, kompleks, dan menuntut rasionalitas tinggi. Kita menutup buku, menjauh dari layar yang penuh angka dan ancaman siber, mengendapkan diskusi tentang laut, pelabuhan, atau teori yang terlalu padat untuk dicerna setiap hari. Lalu, entah bagaimana, kita kembali […]
oleh: Riri Satria Tiga hari menjelang Idul Fitri yang lalu, ketika suasana batin biasanya mulai dipenuhi rasa pulang, maaf, dan harapan baru, sebuah pesan masuk dari seorang sahabat lama yang nyaris hilang dari peredaran hidup saya. Sudah dua atau tiga tahun kami tidak berjumpa, tidak bertukar kabar, dan tiba-tiba saja ia hadir kembali, seperti fragmen […]
oleh: Riri Satria Belakangan ini saya banyak dihubungi dan ditanya oleh para sahabat, baik dari media maupun sahabat lainnya, tentang Palantir Technologies. Benda apakah ini? Organisasi apakah ini? Bagaimana cara bekerjanya dan sebagainya. Semoga tulisan singkat ini bisa menjawab keingintahuan teman-teman pada tingkat tertentu. Palantir adalah perusahaan perangkat lunak asal Amerika yang bergerak di bidang […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]