Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • PODCAST, RUANG BARU UNTUK BERBICARA KE PUBLIK

    15 Aug 2026 | Dilihat: 11 kali

    oleh Riri Satria

    Belakangan ini saya cukup sering menerima undangan untuk menjadi narasumber dalam berbagai podcast. Topiknya pun beragam, dari persoalan kebangsaan, teknologi, bisnis dan ekonomi, hingga kebudayaan dan kesenian. Bagi saya, keberagaman tema tersebut justru menarik karena memperlihatkan betapa luasnya ruang percakapan publik yang sedang tumbuh.

    Setiap podcast memiliki karakter, suasana, dan khalayaknya sendiri. Percakapan yang dahulu mungkin hanya berlangsung di ruang seminar, studio televisi, atau forum diskusi, kini dapat terjadi dengan suasana yang jauh lebih cair dan personal. Kita duduk, berbincang, bertukar pikiran, lalu percakapan itu menjangkau orang-orang yang bahkan tidak berada di ruangan yang sama.

    Saya melihat fenomena podcast sebagai salah satu perkembangan menarik dalam kehidupan sosial kita. Podcast memberikan ruang yang relatif terbuka bagi seseorang untuk menyampaikan pendapat, gagasan, pengalaman, bahkan keyakinannya, kemudian membiarkan khalayak mendengarkan dan menilainya. Informasi tidak lagi bergerak hanya dari lembaga media kepada masyarakat.

    Kini, hampir setiap orang memiliki peluang menjadi pembawa pesan sekaligus pembentuk percakapan publik. Dari sana lahir keberagaman perspektif yang barangkali tidak selalu kita temukan dalam media arus utama. Tentu, kebebasan berbicara juga membawa tanggung jawab, informasi harus disampaikan secara jujur, tidak menyesatkan, dan tetap menghormati orang lain.

    Namun, dalam kerangka kehidupan bermasyarakat, saya melihat podcast sebagai salah satu bentuk partisipasi warga negara dalam ruang publik yang patut disambut.

    Menariknya lagi, podcast berkembang sangat cepat karena relatif murah dan mudah diproduksi. Dengan perangkat yang sederhana, seseorang sudah dapat membangun studio kecil, mengundang narasumber, merekam percakapan, lalu mendistribusikannya melalui berbagai platform digital.

    Dalam pengertian tertentu, podcast bahkan seperti televisi yang mengalami desentralisasi: tidak lagi harus memiliki stasiun, frekuensi, studio besar, atau biaya produksi yang mahal untuk dapat menghadirkan sebuah program kepada khalayak.

    Pilihannya pun semakin beragam. Kita dapat menemukan percakapan tentang politik, teknologi, ekonomi, agama, kebudayaan, kesehatan, gaya hidup, hingga cerita-cerita personal. Barangkali inilah salah satu wajah demokratisasi informasi pada zaman digital, di mana semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk berbicara, dan semakin banyak pula orang memiliki pilihan untuk mendengarkan.

    Karena itu, saya selalu menyambut gembira ketika menerima undangan menjadi narasumber atau bintang tamu podcast. Seperti dalam foto ini, saya mendapat kesempatan berbincang di Big Thinkers Podcast, asuhan Sunil Tolani. Saya juga pernah berbincang dalam podcast bersama Pinpin Bhaktiar dan berbagai pihak lainnya, dengan tema dan sudut pandang yang berbeda-beda.

    Juga yang rada serius bersama Wahyuni Refi tentang kebangsaan, lalu yang agak lebih santai bersama Maudy Koesnaedi soal kebudayaan. Juga ada podcast internal Pelabuhan Indonesia membahas kecerdasan buatan alias AI, bersama Rini Intama membahas perpuisian dan kepenyairan, bersama Ahmad Firdaus membahas COVID 19, bersama Radar Banyuwangi membahas soal kesusastraan, serta berbagai pihak lainnya

    Setiap percakapan meninggalkan pengalaman tersendiri, karena pada dasarnya podcast bukan hanya tentang berbicara, melainkan juga tentang mendengarkan, bertukar gagasan, dan menemukan perspektif baru.

    Dan siapa tahu, suatu hari nanti saya justru memiliki saluran podcast sendiri. Mengapa tidak? Barangkali sebuah ruang kecil untuk berbincang dapat menjadi jendela besar bagi banyak pikiran. Who knows?

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Next Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture