Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • DI ANTARA LANGIT DAN PASAR RAKYAT : untuk Yayuk Ema Istikomah

    04 Mar 2026 | Dilihat: 35 kali

    Engkau berjalan tanpa banyak suara
    namun jejakmu terasa di lorong-lorong kecil
    tempat ibu-ibu menata dagangan
    tempat warung sederhana bertahan
    dengan sisa harapan dan utang yang belum lunas

    Engkau memilih menjadi aktivis ekonomi kerakyatan
    bukan karena ingin dikenal
    tetapi karena engkau tahu
    martabat manusia sering tersembunyi
    di balik etalase kecil dan tangan yang kapalan

    Bagimu, hidup adalah perjuangan
    bukan slogan yang diteriakkan di podium
    melainkan napas yang diatur perlahan
    saat tubuh letih
    saat pikiran kusut oleh kebijakan
    yang tak pernah benar-benar singgah
    di dapur rakyat

    Engkau pernah menyentuh ruang kuasa
    mendengar janji-janji bergema di dinding rapat
    namun hatinya lebih betah
    di antara suara pasar pagi
    dan percakapan lirih tentang cicilan
    tentang anak yang harus tetap sekolah
    tentang harga diri yang tak boleh runtuh

    Engkau tahu dunia tidak setara
    Ia tahu dominasi ada di mana-mana
    yang kuat sering menekan yang lemah
    yang kaya mudah mengatur yang miskin
    tetapi ia tidak menutup mata
    tidak pula pura-pura buta
    engkau memilih mengatur diri sendiri
    sebelum mencoba mengatur dunia

    Di sela-sela kerja sosial
    engkau menepi
    yoga menjadi ruang sunyi
    di mana tubuh dan jiwa berdamai
    gerak yang perlahan
    napas yang ditarik dalam-dalam
    seperti menyulam kembali serpihan tenaga
    yang tercerai oleh riuh dunia

    Semedi menjadi jembatan tak terlihat
    antara langit dan bumi
    Dalam diam, ia berbicara tanpa kata
    mendengar tanpa suara
    spiritualitas bukan pelarian
    melainkan sumber daya
    agar ia tak kehilangan arah
    di tengah tuntutan yang tak pernah selesai

    Manusia menyimpan kekuatan
    namun kekuatan itu hanya tumbuh
    bila dikenali
    bila dirawat dalam keheningan
    bila ego dilembutkan
    dan amarah disaring oleh kesadaran

    Kadang lelah
    kadang rapuh
    tetapi dari kerapuhan itu justru lahir ketegasan
    tidak menyangkal air mata,
    namun juga tidak membiarkannya
    menghentikan langkah

    Engkau berkata dalam hati
    hidup adalah perjuangan
    dan perjuangan bukan selalu tentang menang
    kadang ia tentang bertahan
    tentang tetap berdiri
    meski tidak ada tepuk tangan

    Engkau melihat usaha kecil
    sebagai doa yang menjelma tindakan
    melihat perempuan-perempuan tangguh
    yang berdagang dengan bayi di gendongan
    sebagai guru ketabahan.
    Melihat lansia yang masih berjualan
    sebagai pelajaran tentang harga diri

    Spiritualitas tidak menjauhkan dari realitas
    justru membuatnya semakin membumi
    langit memberinya ketenangan
    bumi memberinya tugas.

    Engkau tidak ingin menjadi sempurna
    hanya ingin jujur pada jalan yang dipilih
    jalan sunyi yang kadang sepi pengakuan
    tetapi penuh makna

    Dan ketika malam turun perlahan
    setelah tubuh selesai bekerja
    dan pikiran berhenti berdebat
    eengkau kembali duduk dalam hening
    menyatukan napas
    menyerahkan lelah pada Yang Maha Kuasa

    Esok hari akan kembali berjalan
    menyapa warung kecil
    mendengarkan keluh-kesah
    menata strategi sederhana
    agar roda ekonomi tetap berputar
    perjuangan tidak selalu besar
    tidak selalu heroik
    tetapi harus terus ada
    dan selama napas masih mengalir
    semua akan tetap berdiri
    di antara langit dan pasar rakyat
    menjaga martabat manusia
    dengan cara yang engkau tahu:
    hening, tegas, dan setia

    (Riri Satria, Maret 2026)

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture