Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh: Riri Satria Deepfake melalui Generative AI dan terutama GAN (Generative Adversarial Networks) dapat menganggu karya sastra bukan hanya pada tingkat teknis, tetapi juga pada makna, otentisitas, dan kepercayaan budaya terhadap tulisan itu sendiri. Kerusakannya sering kali lebih halus dibanding deepfake video, karena ia bekerja di wilayah bahasa, gaya, dan emosi. Pertama, yang paling serius […]
Jadi begini Emi ... akhir-akhir ini saya sering memikirkan sesuatu yang ruwet bin mumet, namun dengan rasa ingn tahu, bagaimana jika puisi yang selama ini kita anggap sebagai suara paling intim dari jiwa manusia, ternyata bisa memiliki bayangan yang begitu mirip dengan dirinya sendiri? Bayangan itu bukan tubuh, bukan penyair, serta bukan pengalaman hidup yang […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini, saya semakin sering memikirkan bagaimana ruang digital telah berubah menjadi sebuah panggung yang mempermainkan emosi manusia. Dulu kita mungkin masih dapat membayangkan penipuan sebagai sesuatu yang kasar, pesan mencurigakan, tata bahasa berantakan, foto profil yang jelas-jelas palsu, atau ajakan perkenalan yang terasa terlalu dipaksakan. Kini semuanya berubah jauh lebih rapi, […]
oleh: Riri Satria Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam peradaban kita sejak deepfake hadir ke tengah kehidupan sehari-hari. Dulu manusia memiliki satu pegangan terasa begitu alamiah, di mana apa terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga dianggap sebagai jejak realitas. Sebuah foto adalah bukti. Sebuah video adalah kesaksian. Sebuah rekaman suara adalah kehadiran seseorang, bahkan […]
oleh: Riri Satria Beberapa waktu terakhir, percakapan tentang deepfake tidak lagi berhenti pada rasa takut. Ia mulai bergerak ke wilayah yang lebih rumit, bahkan nyaris puitik, yaitu seni. Orang-orang menyebutnya sebagai deepfake art, dan kegelisahan berubah bentuk, dari kecemasan menjadi perenungan. Saya merasa kita sedang berdiri di ambang sebuah zaman yang aneh, ketika kepalsuan justru […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini saya banyak ditanya oleh berbagai sahabat, malahan juga dari media, mengenai kegelisahan tentang berkembangnya deepfake atau kepalsuan namun seolah nyata yang bisa menyebabkan berbagai persoalan dalam kehidupan sosial kita. Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam cara kita memandang dunia digital. Dulu ketika sebuah foto atau video muncul di layar, kepercayaan […]
oleh: Riri Satria Ada satu fenomena yang semakin sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan entah mengapa selalu meninggalkan rasa ganjil di dalam diri saya, di mana seseorang yang pengetahuannya masih tipis, pengalamannya belum luas, bahkan pemahamannya atas suatu persoalan masih di permukaan, justru berbicara dengan nada paling yakin, paling keras, dan kadang paling merendahkan […]
oleh: Riri Satria Ada satu hal yang menarik ketika membaca buku "Science and Poetry" karya Mary Midgley*. Buku ini tidak hadir sebagai manifesto yang dahsyat, juga tidak sebagai perdebatan yang meledak-ledak. Ia bergerak pelan, seperti seseorang yang sedang menyusun ulang isi sebuah ruangan yang selama ini kita kira sudah rapi, tetapi ternyata penuh dengan asumsi […]
oleh: Riri Satria Sore menurunkan dirinya seperti tirai tipis yang enggan menutup panggung sepenuhnya. Gerimis jatuh bukan sebagai peristiwa, melainkan sebagai bahasa yang lupa bagaimana harus bersuara. Ia tidak mengetuk, tidak meminta dikenali, hanya menyusup ke dalam celah-celah waktu yang retak, melunakkan tepi-tepi hari yang terlalu keras. Di sana kita duduk, membiarkan pikiran larut seperti […]
oleh: Riri Satria Saya pernah duduk sendirian di depan layar komputer, mengetik kata “puitis” di mesin pencari serta aplikasi AI, seolah-olah makna bisa ditemukan seperti alamat yang pasti, lengkap dengan koordinatnya. Lalu muncullah definisi-definisi itu, rapi, tertib, seakan sudah selesai menjelaskan segalanya. Benarkah demikian? Apa yang saya peroleh? Puitis adalah pilihan kata yang estetik, bernada, […]
oleh: Riri Satria Ada satu momen yang kadang datang tanpa diundang, ketika kita mempertanyakan segalanya. Bukan hanya tentang kebenaran, tentang fakta, tentang apa yang selama ini kita yakini, tetapi juga tentang diri kita sendiri. Dalam ruang batin seperti itu, ungkapan dubito, ergo cogito, ergo sum terasa bukan sekadar kalimat Latin biasa, melainkan seperti bisikan yang […]
oleh: Riri Satria Kadang saya duduk sendiri dan merenung, bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dimaksud ketika seseorang berkata sesuatu itu “ilmiah” atau “scientifically proven”? Di permukaan, kata-kata itu terdengar tegas, seolah menutup ruang keraguan. Tapi ketika saya menyelami lebih dalam, saya menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu penuh nuansa, sama seperti hidup itu sendiri. Ilmu pengetahuan bukan […]
oleh: Riri Satria Ada momen dalam hidup ketika ilmu pengetahuan berhenti menjadi sekadar akumulasi logika, dan berubah menjadi pengakuan paling jujur tentang apa arti menjadi manusia. Di titik itulah saya membayangkan Randy Pausch berdiri, bukan lagi sebagai profesor di Carnegie Mellon University, bukan lagi sebagai pakar human–computer interaction, melainkan sebagai seorang manusia yang tahu waktunya […]
oleh: Riri Satria Ada bagian dari hari yang selalu saya nantikan, justru ketika tidak ada tuntutan apa pun. Bukan karena saya ingin benar-benar berhenti, tetapi karena di situlah saya merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Di waktu-waktu luang itu, saya menyadari ada beberapa hal yang hampir selalu saya lakukan, berulang, konsisten, dan tanpa terasa telah […]
oleh: Riri Satria Ada masa ketika hidup terasa lebih sederhana, ketika jarak diukur dengan langkah kaki, ketika kabar datang lewat suara, bukan notifikasi, ketika dunia seolah bergerak lebih pelan, memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasa dekat dengan realita alam dan kehidupan sosial. Kenangan itu sesekali datang, seperti angin sore yang membawa aroma masa lalu. […]
oleh: Riri Satria Ada semacam keyakinan lama yang diam-diam kita warisi padahal tidak tepat, bahwa orang terbaik untuk sebuah jabatan adalah mereka yang paling pintar atau kompeten. Kita tumbuh dengan logika meritokrasi yang sederhana, siapa yang paling kompeten, dialah yang paling layak. Namun semakin lama kita berada di dalam organisasi, semakin kita sadar bahwa kenyataan […]
oleh: Riri Satria Ada momen-momen dalam hidup ketika kita merasa perlu menarik diri sejenak dari segala yang terasa berat, kompleks, dan menuntut rasionalitas tinggi. Kita menutup buku, menjauh dari layar yang penuh angka dan ancaman siber, mengendapkan diskusi tentang laut, pelabuhan, atau teori yang terlalu padat untuk dicerna setiap hari. Lalu, entah bagaimana, kita kembali […]
oleh: Riri Satria Tiga hari menjelang Idul Fitri yang lalu, ketika suasana batin biasanya mulai dipenuhi rasa pulang, maaf, dan harapan baru, sebuah pesan masuk dari seorang sahabat lama yang nyaris hilang dari peredaran hidup saya. Sudah dua atau tiga tahun kami tidak berjumpa, tidak bertukar kabar, dan tiba-tiba saja ia hadir kembali, seperti fragmen […]
oleh: Riri Satria Belakangan ini saya banyak dihubungi dan ditanya oleh para sahabat, baik dari media maupun sahabat lainnya, tentang Palantir Technologies. Benda apakah ini? Organisasi apakah ini? Bagaimana cara bekerjanya dan sebagainya. Semoga tulisan singkat ini bisa menjawab keingintahuan teman-teman pada tingkat tertentu. Palantir adalah perusahaan perangkat lunak asal Amerika yang bergerak di bidang […]
oleh: Riri Satria Angka-angka dalam tulisan ini saya peroleh dari berbagai sumber publik di internet yang dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari laporan media, pernyataan lembaga seperti Kadin, hingga rilis kementerian dan otoritas terkait. Tidak ada analisis yang mendalam dalam arti penelitian akademik yang ketat dan ini lebih merupakan sebuah refleksi atas berbagai data […]
oleh: Riri Satria Saya bukanlah orang yang menekuni dunia perekonomian secara mendalam, apalagi seorang ekonom. Sama sekali bukan! Ini hanyalah semacam refleksi saya mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia akhir-akhir ini. Tentu saja tulisan ini bukanlah analisis ekonomi yang mendalam, melainkan sebuah refleksi atas situasi ekonomi Indonesia saat ini, dilihat dari sudut pandang seorang penulis yang […]
oleh: Riri Satria Di tengah dunia yang semakin bising oleh kepentingan, berbagi sering kali terdengar seperti kata yang sederhana bahkan klise. Ia hadir di spanduk, di kampanye sosial, di unggahan media, tetapi perlahan kehilangan kedalaman maknanya. Kita hidup dalam zaman di mana makna kerap terfragmentasi, tercerai-berai dalam citra dan simbol. Namun, justru di sanalah berbagi […]
MAKNA IDUL FITRI (MENURUT SAYA): KEMBALI KE DALAM DAN MENEMUKAN DIRI SENDIRI DI RUANG PALING HENING oleh: Riri Satria Idul Fitri selalu datang seperti sebuah jeda yang penuh makna dan bukan sekadar penutup dari perjalanan panjang Ramadan, tetapi sebuah titik balik yang sunyi sekaligus menggugah. Setelah sebulan kita latihan menahan lapar, dahaga, dan gejolak batin, […]
--- Kisah di balik empat buku saya, buku kumpulan pusi "Bom Waktu", buku "Gelombang Algoritma", buku "Membangkai Kata-kata", serta buku "Kata Rupa dan Warna" --- Ada jeda yang tidak saya rencanakan, tetapi justru menjadi ruang paling jujur bagi lahirnya buku-buku itu. Setahun terakhir sejak 2025, setelah "Login Haramain" terbit, saya seperti berjalan pelan, menengok ke […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]