Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh: Riri Satria Ada satu pertanyaan yang terus berulang setiap kali kita mendengar kabar tentang seseorang yang menjadi korban penipuan di internet: mengapa hal seperti ini masih terus terjadi? Bukankah peringatan sudah begitu banyak disebarkan, himbauan untuk berhati-hati nyaris setiap hari muncul di layar ponsel, dan berbagai contoh kasus telah berkali-kali menjadi pelajaran bersama? Lebih […]
oleh: Riri Satria Belakangan ini, saya menerima banyak keluhan dari sahabat, kerabat, dan juga berbagai pihak lainnya. Keluhan itu datang dengan nada yang hampir serupa, rasa sesak, penyesalan, dan kegelisahan karena merasa, dalam "terjebak pinjol". Ada yang meminjam untuk biaya berobat orang tua, ada yang terdesak membayar uang sekolah anak, ada pula yang hanya ingin […]
oleh: Riri Satria Hari ini dua orang sahabat saya, pribadi-pribadi yang saya kenal cerdas, teliti, dan tidak mudah percaya, justru menjadi korban penipuan di dunia siber atau intenet. Kerugiannya puluhan juta rupiah. Peristiwa itu membuat saya terdiam cukup lama. Ada rasa marah, sedih, sekaligus cemas. Marah karena masih ada orang yang dengan sengaja menjadikan kepercayaan […]
Antologi puisi religi “Tadarus Cahaya Jiwa”, bersama puluhan penyair Indonesia, setebal 560 halaman .. ada 5 puisi saya di buku ini .. 👍😎🥰 ------- KEMBALI AKU DENGAR AZAN SUBUH DI MASJID NABAWI Kembali aku tertunduk Bersimpuh menghadap-Mu di pelataran Sang Nabi jelang pagi Orkestra memuja kebesaran-Mu menggema memenuhi ruang-ruang kefanaan di […]
oleh: Riri Satria Ada masa-masa ketika saya merasa dunia bergerak terlalu cepat, seolah gagasan-gagasan baru datang bertubi-tubi tanpa memberi kita cukup waktu untuk benar-benar memikirkannya. Setiap hari masyarakat disuguhi istilah baru, teknologi baru, narasi baru, dan bahkan kebenaran-kebenaran baru yang segera diterima sebagai tanda kemajuan. Di tengah arus seperti itu, saya sering merasa penting untuk […]
oleh: Riri Satria Deepfake melalui Generative AI dan terutama GAN (Generative Adversarial Networks) dapat menganggu karya sastra bukan hanya pada tingkat teknis, tetapi juga pada makna, otentisitas, dan kepercayaan budaya terhadap tulisan itu sendiri. Kerusakannya sering kali lebih halus dibanding deepfake video, karena ia bekerja di wilayah bahasa, gaya, dan emosi. Pertama, yang paling serius […]
Jadi begini Emi ... akhir-akhir ini saya sering memikirkan sesuatu yang ruwet bin mumet, namun dengan rasa ingn tahu, bagaimana jika puisi yang selama ini kita anggap sebagai suara paling intim dari jiwa manusia, ternyata bisa memiliki bayangan yang begitu mirip dengan dirinya sendiri? Bayangan itu bukan tubuh, bukan penyair, serta bukan pengalaman hidup yang […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini, saya semakin sering memikirkan bagaimana ruang digital telah berubah menjadi sebuah panggung yang mempermainkan emosi manusia. Dulu kita mungkin masih dapat membayangkan penipuan sebagai sesuatu yang kasar, pesan mencurigakan, tata bahasa berantakan, foto profil yang jelas-jelas palsu, atau ajakan perkenalan yang terasa terlalu dipaksakan. Kini semuanya berubah jauh lebih rapi, […]
oleh: Riri Satria Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam peradaban kita sejak deepfake hadir ke tengah kehidupan sehari-hari. Dulu manusia memiliki satu pegangan terasa begitu alamiah, di mana apa terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga dianggap sebagai jejak realitas. Sebuah foto adalah bukti. Sebuah video adalah kesaksian. Sebuah rekaman suara adalah kehadiran seseorang, bahkan […]
oleh: Riri Satria Beberapa waktu terakhir, percakapan tentang deepfake tidak lagi berhenti pada rasa takut. Ia mulai bergerak ke wilayah yang lebih rumit, bahkan nyaris puitik, yaitu seni. Orang-orang menyebutnya sebagai deepfake art, dan kegelisahan berubah bentuk, dari kecemasan menjadi perenungan. Saya merasa kita sedang berdiri di ambang sebuah zaman yang aneh, ketika kepalsuan justru […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini saya banyak ditanya oleh berbagai sahabat, malahan juga dari media, mengenai kegelisahan tentang berkembangnya deepfake atau kepalsuan namun seolah nyata yang bisa menyebabkan berbagai persoalan dalam kehidupan sosial kita. Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam cara kita memandang dunia digital. Dulu ketika sebuah foto atau video muncul di layar, kepercayaan […]
Lasman Simanjuntak| Penulis – JAKARTA-suaraanaknegerinews.com|Kadang-kadang, buku tidak lahir dari keinginan untuk segera selesai, melainkan dari keberanian untuk berhenti sejenak melihat kembali, meragukan, lalu perlahan memahami. Pertengahan 2026 akan menjadi momen penting bagi Riri Satria dan Emi Suy. Lima buku akan diluncurkan, empat dari Riri, satu dari Emi. “Namun sesungguhnya, yang hadir bukan sekadar buku, melainkan […]
JAKARTA- Kadang-kadang, buku tidak lahir dari keinginan untuk segera selesai, melainkan dari keberanian untuk berhenti sejenak melihat kembali, meragukan, lalu perlahan memahami. Pertengahan 2026 akan menjadi momen penting bagi Riri Satria dan Emi Suy. Lima buku akan diluncurkan, empat dari Riri, satu dari Emi. “Namun sesungguhnya, yang hadir bukan sekadar buku, melainkan potongan-potongan perjalanan batin […]
oleh: Riri Satria Ada satu fenomena yang semakin sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan entah mengapa selalu meninggalkan rasa ganjil di dalam diri saya, di mana seseorang yang pengetahuannya masih tipis, pengalamannya belum luas, bahkan pemahamannya atas suatu persoalan masih di permukaan, justru berbicara dengan nada paling yakin, paling keras, dan kadang paling merendahkan […]
gadang sarawa tagak di lapangan nan indak bapangka tarang tapi andingin rami tapi kosong inyo lah ado sabalun paham ado dilempar ka hari-hari nan datang indak jo alas an pagi batanyo ka mano? siang manjawab indak tau sore mangulang tanyo nan samo malam inyo tutuik jo haniang gadang sarawa tapi langkahnyo ketek bak […]
manyalinok diam-diam bukan di tanah bukan di daun tapi di celah nan indak basuaro antara niek jo ragu inyo alah ado sabalun pikiran jadi kato sabalun hati mangaku salah inyo lah lahia dari haniang nan panjang nan indak ka tanyo asal-usulnyo kulik licin jo basisiak bukan untuak diliek tapi untuak diraso bak bayang nan […]
Jakarta, Veritika.id – Puisi “Jerusalem” (2014) karya Riri Satria menampilkan suasana religius melalui penggambaran sebagai ruang spiritual lintas iman. Di balik ketenangan yang dibangun, puisi ini menyisakan sejumlah catatan terkait eksplorasi tema dan keberanian artistik. Berikut puisi JERUSALEM karya Riri Satria ; JERUSALEM I arrived at the city of stones and prayers the place where You once called […]
JAKARTA-JAYA NEWS COM – Pertengahan tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi penulis dan esais Riri Satria bersama penyair Emi Suy yang dijadwalkan meluncurkan lima buku baru dalam waktu yang berdekatan. Empat karya dari Riri Satria dan satu kumpulan puisi terbaru dari Emi Suy. Riri Satria menghadirkan empat judul lintas genre, yakni kumpulan puisi “Bom […]
Lasman S 29 Maret 2026 | 08:03 JAKARTA-Ada sesuatu yang sedang dipersiapkan dengan perlahan, namun penuh kesadaran, sebuah momentum yang akan mempertemukan kata, pengalaman, dan pemikiran dalam satu peristiwa literasi. Pada pertengahan 2026, Riri Satria dan Emi Suy akan meluncurkan lima buku dalam waktu yang berdekatan. Bukan sekadar peluncuran, melainkan seperti membuka lima jendela sekaligus: empat dari […]
oleh: Riri Satria Ada satu hal yang menarik ketika membaca buku "Science and Poetry" karya Mary Midgley*. Buku ini tidak hadir sebagai manifesto yang dahsyat, juga tidak sebagai perdebatan yang meledak-ledak. Ia bergerak pelan, seperti seseorang yang sedang menyusun ulang isi sebuah ruangan yang selama ini kita kira sudah rapi, tetapi ternyata penuh dengan asumsi […]
oleh: Riri Satria Sore menurunkan dirinya seperti tirai tipis yang enggan menutup panggung sepenuhnya. Gerimis jatuh bukan sebagai peristiwa, melainkan sebagai bahasa yang lupa bagaimana harus bersuara. Ia tidak mengetuk, tidak meminta dikenali, hanya menyusup ke dalam celah-celah waktu yang retak, melunakkan tepi-tepi hari yang terlalu keras. Di sana kita duduk, membiarkan pikiran larut seperti […]
oleh: Riri Satria Saya pernah duduk sendirian di depan layar komputer, mengetik kata “puitis” di mesin pencari serta aplikasi AI, seolah-olah makna bisa ditemukan seperti alamat yang pasti, lengkap dengan koordinatnya. Lalu muncullah definisi-definisi itu, rapi, tertib, seakan sudah selesai menjelaskan segalanya. Benarkah demikian? Apa yang saya peroleh? Puitis adalah pilihan kata yang estetik, bernada, […]
oleh: Riri Satria Ada satu momen yang kadang datang tanpa diundang, ketika kita mempertanyakan segalanya. Bukan hanya tentang kebenaran, tentang fakta, tentang apa yang selama ini kita yakini, tetapi juga tentang diri kita sendiri. Dalam ruang batin seperti itu, ungkapan dubito, ergo cogito, ergo sum terasa bukan sekadar kalimat Latin biasa, melainkan seperti bisikan yang […]
oleh: Riri Satria Kadang saya duduk sendiri dan merenung, bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dimaksud ketika seseorang berkata sesuatu itu “ilmiah” atau “scientifically proven”? Di permukaan, kata-kata itu terdengar tegas, seolah menutup ruang keraguan. Tapi ketika saya menyelami lebih dalam, saya menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu penuh nuansa, sama seperti hidup itu sendiri. Ilmu pengetahuan bukan […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]