Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • BAHASA DAN LOGIKA

    18 Apr 2026 | Dilihat: 16 kali

    oleh Riri Satria

    “Everything is vague to a degree you do not realize till you have tried to make it precise.” --The Philosophy of Logical Atomism (byBertrand Russell, 1924).

    Bertrand Russell (1872-1970) adalah filsuf dan matematikawan Inggris yang sangat berpengaruh, dikenal karena perannya dalam filsafat analitik dan logika matematika. Ia percaya bahwa bahasa sering kali menyesatkan dalam menggambarkan realitas, sehingga diperlukan analisis logis yang ketat untuk memahami dunia. Dia pernah menekankan bahwa ketidakjelasan bahasa sering mencerminkan ketidakjelasan logika, dan ketepatan bahasa membantu memperjelas pikiran.

    Saya pernah membaca sebuah tulisan yang tampak indah di permukaan, tetapi terasa janggal ketika saya pahami lebih dalam. Kalimat-kalimat dalam tulisan itu tersusun rapi, sementara pilihan katanya terdengar puitis. Namun isi tulisan itu tidak menunjukkan hubungan yang jelas antara satu gagasan dengan gagasan lain. Setiap bagian berdiri sendiri tanpa jembatan yang menghubungkannya. Pengalaman itu menunjukkan bahwa keindahan bahasa tidak selalu sejalan dengan kejernihan logika.

    Bahasa merupakan representasi terdekat dari cara seseorang berpikir. Setiap kalimat memuat struktur yang membawa makna. Penulis atau penutur menyusun kata-kata berdasarkan hubungan sebab dan akibat, serta keterkaitan antar ide.

    Seseorang yang berpikir runtut biasanya menghasilkan bahasa yang jelas dan terarah. Seseorang yang berpikir tidak terstruktur sering menghasilkan bahasa yang meloncat-loncat dan membingungkan. Pola tersebut memperlihatkan bahwa bahasa tidak dapat dipisahkan dari logika.

    Banyak orang memandang bahasa sebagai alat yang sekadar menyampaikan maksud. Pandangan tersebut mengabaikan ketelitian dalam memilih kata dan menyusun kalimat. Seseorang yang menggunakan bahasa secara sembarangan cenderung membangun logika yang kabur.

    Kebiasaan tersebut membentuk cara berpikir yang tidak terarah. Pikiran yang tidak terlatih akhirnya sulit menyusun gagasan secara utuh. Bahasa yang tidak tertata sering menjadi cermin dari logika yang tidak tertata pula.

    Bahasa memiliki unsur-unsur penting yang mendukung kejernihan makna. Ejaan menentukan ketepatan bentuk kata. Kalimat mengatur hubungan antarunsur makna. Struktur bahasa memberikan kerangka yang sistematis. Wacana menyatukan gagasan menjadi kesatuan yang utuh. Teknik menulis membantu penyampaian gagasan secara efektif. Setiap unsur tersebut berperan dalam menjaga logika agar tetap utuh ketika diwujudkan dalam bahasa.

    Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa latihan berbahasa dapat memperbaiki cara berpikir. Saya belajar menyusun kalimat dengan lebih runtut agar gagasan saya menjadi lebih jelas. Saya memperbaiki pilihan kata agar makna yang saya sampaikan tidak menyimpang.

    Proses tersebut menuntut ketelitian dan kesabaran. Latihan tersebut membentuk kebiasaan berpikir yang lebih terarah. Saya merasakan perubahan ketika saya mampu memahami gagasan saya sendiri dengan lebih jernih.

    Hubungan antara bahasa dan logika bersifat timbal balik. Logika yang baik menghasilkan bahasa yang jelas. Bahasa yang terlatih membantu menata logika secara lebih sistematis. Keterampilan berbahasa menjadi bagian penting dalam pembentukan cara berpikir. Seseorang dapat menggunakan bahasa apa pun untuk melatih logikanya. Prinsip keteraturan tetap berlaku dalam setiap bahasa.

    Bahasa sehari-hari sering menyembunyikan kualitas logika seseorang. Percakapan yang berlangsung cepat sering mengabaikan ketepatan struktur. Tulisan yang disusun secara tergesa-gesa sering kehilangan kejelasan makna. Kebiasaan tersebut membuat banyak orang tidak menyadari hubungan antara bahasa dan logika. Pengamatan yang cermat dapat menunjukkan pola tersebut secara nyata.

    Bahasa mencerminkan cara seseorang memahami dunia. Setiap kata dan kalimat menunjukkan tingkat ketelitian dan kedalaman berpikir. Bahasa yang tertata menunjukkan pikiran yang tertata. Bahasa yang kacau menunjukkan pikiran yang belum terstruktur. Kesadaran tersebut mendorong saya untuk lebih berhati-hati dalam berbahasa.

    Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan antara pikiran dan realitas. Jembatan yang kokoh memungkinkan gagasan tersampaikan secara utuh. Jembatan yang rapuh membuat gagasan mudah terdistorsi. Setiap upaya memperbaiki bahasa berarti juga memperbaiki logika. Setiap kalimat yang tersusun dengan baik menjadi langkah kecil menuju cara berpikir yang lebih jernih.

    ---- Riri Satria, April 2026 ----

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    NEXT EVENT: 25 APRIL 2026

    NEXT EVENT: 2 JUNI 2026


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture