Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Kita pernah duduk di bangku SMA menggambar masa depan di halaman belakang buku tulis dengan tinta yang kadang bocor dan mimpi yang tak pernah ragu Waktu itu kita belum tahu bahwa hidup akan membawa kita ke benua yang berbeda, ke musim yang tak pernah kita bayangkan di bawah langit tropis. Kini engkau tinggal di Oregon, […]
Di Brussels, Belgia sering turun gerimis panjang dari langit melankolia yang lembut menyentuh jendela rumahmu dan menyisakan jejak air seperti garis bawah pada sebuah puisi Di kota itu engkau tinggal di antara bangunan yang berbisik tentang sejarah dan perlawanan tentang seni yang tak pernah benar-benar mati engkau berjalan di trotoar basah dengan mantel tebal dan […]
Di tengah riuh masyarakat yang kadang lupa pada sunyi nurani engkau berdiri dengan suara yang tidak meninggi namun menggema jauh ke relung sosial yang sering tak tersentuh Perempuan bagimu bukan sekadar identitas melainkan cahaya yang harus dinyalakan di ruang-ruang pemberdayaan engkau menyalakan obor kecil mengajarkan keberanian berbicara menguatkan langkah yang ragu menyulam harapan di antara […]
Kita tumbuh dari bangku SMP yang kayunya menyimpan goresan nama dan rahasia kecil yang tak pernah selesai dibicarakan di halaman sekolah itu angin membawa bau hujan dan suara tawa kita yang belum mengenal lelah. Sejak hari-hari berseragam putih biru engkau sudah menjadi warna yang tak bisa dipisahkan dari langit biru yang tenang tempat aku menitipkan […]
Di ruang sunyi yang dipenuhi detak jam engkau duduk berhadapan dengan jiwa-jiwa yang datang membawa retak psikologi bagimu bukan sekadar teori melainkan cara menyentuh luka tanpa membuatnya berdarah lagi Empati di matamu tak pernah mengenal batas waktui ia mengalir pelan menjadi jembatan antara kata dan air mata antara diam dan keberanian untuk bicara Engkau membaca […]
Di lorong rumah sakit yang berbau antiseptik dan doa-doa yang tak terucap kau berjalan dengan langkah perawat yang hafal arti cemas di mata pasien Seragammu sederhana namun di dadamu tersimpan cinta yang tak pernah kau tuliskan di papan pengumuman cinta yang bekerja diam-diam mengukur tekanan darah mengecek nadi menenangkan tangan yang gemetar sebelum jarum menyentuh […]
Di sebuah stasiun yang riuh oleh perpisahan dan pertemuan engkau berdiri seperti penanda waktu menyimak pengumuman yang menggema dan derit kereta api yang bersiap berangkat. Bagimu, perjalanan bukan sekadar perpindahan melainkan cara membaca dunia Setiap gerbong adalah bab setiap kursi adalah kemungkinan cerita setiap jendela adalah bingkai lukisan yang terus berubah warna Engkau mengumpulkan fragmen […]
Di antara deru server dan sunyi ruang riset kau berdiri seperti cahaya biru di layar yang tak pernah benar-benar padam di mana teknologi digital bagimu bukan sekadar mesin dan kode melainkan bahasa masa depan yang harus diajarkan dengan sabar diteliti dengan jernih dan dijaga dengan nurani.= Di kampus yang beraroma buku dan kopi langkahmu menyusuri […]
Engkau berjalan dengan cinta sebagai napas dengan budaya sebagai nadi dengan doa yang tak pernah putus mengalir di sela tasbih dan zikirnya Dari Banyuwangi tanah yang menyimpan jejak wayang dan desir angin dari Babad Tanah Blambangan, engkau menanam kata-kata seperti petani menanam padi di musim sabar Perjalanan hidup bukan sekadar langkah melainkan semangat dari Harum […]
Engkau berjalan tanpa banyak suara namun jejakmu terasa di lorong-lorong kecil tempat ibu-ibu menata dagangan tempat warung sederhana bertahan dengan sisa harapan dan utang yang belum lunas Engkau memilih menjadi aktivis ekonomi kerakyatan bukan karena ingin dikenal tetapi karena engkau tahu martabat manusia sering tersembunyi di balik etalase kecil dan tangan yang kapalan Bagimu, hidup […]
Kita berdiri di pantai Bintan tahun 2016 matahari begitu terik namun lautan membiru indah seolah tak pernah lelah memeluk cakrawala Kita menantang angin merentangkan tangan seperti hendak memeluk dunia, tertawa tanpa takut waktu tanpa curiga bahwa detik-detik itu akan menjadi momen kenangan kita yang diam-diam disimpan semesta Di sela angin pantai kita percaya perjumpaan adalah […]
Malam memanggilku untuk tirakat padam api bukan mematikan nyala melainkan menenangkannya agar cinta tak membakar napasku sendiri Aku menyetel alarm sunyi di dadaku bukan untuk membangunkan dunia melainkan agar aku ingat kapan harus diam dan mendengarkan detak yang paling jujur Di antara doa-doa yang tak diucap, aku menemukan ayat sunyi sebaris makna yang hanya bisa […]
Aku merapat ke dirimu seperti Solitude yang memilih tinggal bukan sepi melainkan jarak tipis antara dua dada yang saling belajar tenang Di pelukan malam engkau menjadi Perempuan Gerhana mendekap terang agar tidak melukai kulitmu yang lelah cinta, bagi puisi adalah tahu kapan bersinar dan kapan redup demi napasmu tetap utuh Kita berbicara pelan lebih sering […]
Riri Satria FIREWALL Ada dinding terbentang bukan untuk pemisah melainkan agar segala yang datang punya alasan untuk tinggal Ini bukan dinding kebencian ia adalah kebijaksanaan yang lahir dari luka-luka lama yang akhirnya belajar Bernama Tak semua kata atau diksi perlu masuk sekaligus tak semua suara pantas menjadi gema bahkan tak semua puisi layak […]
Oleh Riri Satria Ada kegelisahan kecil yang sering muncul setiap kali saya mengamati dunia perpuisian atau kepenyairan di era sekarang, sebuah kegelisahan yang mungkin terdengar aneh, bahkan sedikit naif. Saya membayangkan para pengamat puisi, para akademisi, para ahli sastra, duduk tekun membedah puisi seperti ilmuwan membedah organisme atau hukum fisika yang rumit, mencari pola, menemukan struktur, […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]