Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh: Riri Satria Ada semacam keyakinan lama yang diam-diam kita warisi padahal tidak tepat, bahwa orang terbaik untuk sebuah jabatan adalah mereka yang paling pintar atau kompeten. Kita tumbuh dengan logika meritokrasi yang sederhana, siapa yang paling kompeten, dialah yang paling layak. Namun semakin lama kita berada di dalam organisasi, semakin kita sadar bahwa kenyataan […]
Puisi, aku menulismu seperti menulis napas di dunia yang makin pandai menghitung segalanya ketika sains tumbuh seperti hutan logika dan teknologi berlari tanpa ingin menoleh kau tetap berjalan pelan di dalam dada menjaga sesuatu yang tak bisa diukur. Kau bukan algoritma yang rapi bukan rumus yang selesai dalam satu jawaban kau adalah getar yang […]
Aku bermimpi Depok tahun 2050 Depok tumbuh bukan sekadar kota yang penuh asap knalpot kendaraan bising dan manusia lalu-lalang dalam mimpiku Depok adalah taman gagasan tempat ide-ide muda berakar lalu bermekaran dan menjulang jadi menara cahaya. Aku membaca Depok dari kemarin, sekarang, dan akan datang dari kaboratoriu kampus ke kampus yang tak pernah tidur […]
oleh: Riri Satria Ada momen-momen dalam hidup ketika kita merasa perlu menarik diri sejenak dari segala yang terasa berat, kompleks, dan menuntut rasionalitas tinggi. Kita menutup buku, menjauh dari layar yang penuh angka dan ancaman siber, mengendapkan diskusi tentang laut, pelabuhan, atau teori yang terlalu padat untuk dicerna setiap hari. Lalu, entah bagaimana, kita kembali […]
oleh: Riri Satria Tiga hari menjelang Idul Fitri yang lalu, ketika suasana batin biasanya mulai dipenuhi rasa pulang, maaf, dan harapan baru, sebuah pesan masuk dari seorang sahabat lama yang nyaris hilang dari peredaran hidup saya. Sudah dua atau tiga tahun kami tidak berjumpa, tidak bertukar kabar, dan tiba-tiba saja ia hadir kembali, seperti fragmen […]
oleh: Riri Satria Belakangan ini saya banyak dihubungi dan ditanya oleh para sahabat, baik dari media maupun sahabat lainnya, tentang Palantir Technologies. Benda apakah ini? Organisasi apakah ini? Bagaimana cara bekerjanya dan sebagainya. Semoga tulisan singkat ini bisa menjawab keingintahuan teman-teman pada tingkat tertentu. Palantir adalah perusahaan perangkat lunak asal Amerika yang bergerak di bidang […]
RILISID, NASIONAL — Oleh Riri Satria Ada sesuatu yang terasa ganjil ketika kita membicarakan krisis energi atau BBM. Di satu sisi, dunia sedang berisik oleh ketegangan geopolitik di Teluk Persia, harga minyak yang merangkak naik, dan bayang-bayang kelangkaan BBM yang perlahan masuk ke percakapan sehari-hari. Di sisi lain, kita duduk di depan layar, mengetik, bekerja, seolah-olah […]
oleh: Riri Satria Angka-angka dalam tulisan ini saya peroleh dari berbagai sumber publik di internet yang dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari laporan media, pernyataan lembaga seperti Kadin, hingga rilis kementerian dan otoritas terkait. Tidak ada analisis yang mendalam dalam arti penelitian akademik yang ketat dan ini lebih merupakan sebuah refleksi atas berbagai data […]
oleh: Riri Satria Saya bukanlah orang yang menekuni dunia perekonomian secara mendalam, apalagi seorang ekonom. Sama sekali bukan! Ini hanyalah semacam refleksi saya mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia akhir-akhir ini. Tentu saja tulisan ini bukanlah analisis ekonomi yang mendalam, melainkan sebuah refleksi atas situasi ekonomi Indonesia saat ini, dilihat dari sudut pandang seorang penulis yang […]
Oleh: Riri Satria*) Di tengah dunia yang semakin bising oleh kepentingan, berbagi sering kali terdengar seperti kata yang sederhana bahkan klise. Ia hadir di spanduk, di kampanye sosial, di unggahan media, tetapi perlahan kehilangan kedalaman maknanya. Kita hidup dalam zaman di mana makna kerap terfragmentasi, tercerai-berai dalam citra dan simbol. Namun, justru di sanalah berbagi […]
Oleh: Riri Satria*) Idul Fitri selalu datang seperti sebuah jeda yang penuh makna dan bukan sekadar penutup dari perjalanan panjang Ramadan, tetapi sebuah titik balik yang sunyi sekaligus menggugah. Setelah sebulan kita latihan menahan lapar, dahaga, dan gejolak batin, kita seakan diajak untuk menengok ke dalam diri, apakah yang benar-benar telah berubah? Dalam lanskap yang […]
MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA- Pakar teknologi digital serta penulis dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026. Keempat buku tersebut masing-masing berjudul “Bom Waktu”, “Gelombang Algoritma”, “Membingkai Kata-Kata”, serta “Kata, Rupa, dan Warna”, yang lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektual penulis dalam beberapa tahun terakhir. […]
JAKARTA — Pakar teknologi digital, penulis, dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026. Keempat buku tersebut berjudul Bom Waktu, Gelombang Algoritma, Membingkai Kata-Kata, serta Kata, Rupa, dan Warna. Karya-karya ini lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektualnya dalam beberapa tahun terakhir. Riri Satria dikenal sebagai Komisaris Utama di […]
PULANG KE CAHAYA YANG TERSISA Tanpa terasa langkah-langkah kecil kita tiba di ujung Ramadan bulan yang selalu lebih jujur daripada hari-hari lainnya, dan selalu meninggalkan ruang kosong yang tak sempat kita isi sepenuhnya. Di ambang ini aku menitipkan harap pada yang tak terlihat: semoga yang tersembunyi lebih dahulu sampai kepada-Nya daripada yang kita tampakkan. Aku […]
oleh: Riri Satria Di tengah dunia yang semakin bising oleh kepentingan, berbagi sering kali terdengar seperti kata yang sederhana bahkan klise. Ia hadir di spanduk, di kampanye sosial, di unggahan media, tetapi perlahan kehilangan kedalaman maknanya. Kita hidup dalam zaman di mana makna kerap terfragmentasi, tercerai-berai dalam citra dan simbol. Namun, justru di sanalah berbagi […]
MAKNA IDUL FITRI (MENURUT SAYA): KEMBALI KE DALAM DAN MENEMUKAN DIRI SENDIRI DI RUANG PALING HENING oleh: Riri Satria Idul Fitri selalu datang seperti sebuah jeda yang penuh makna dan bukan sekadar penutup dari perjalanan panjang Ramadan, tetapi sebuah titik balik yang sunyi sekaligus menggugah. Setelah sebulan kita latihan menahan lapar, dahaga, dan gejolak batin, […]
"Fondasi tematik dalam buku ini telah terbangun dengan kokoh. Setiap puisi seakan berdiri di atas gagasan yang jelas, tidak goyah oleh keraguan arah, dan mampu menghadirkan dunia batin yang utuh. Kekuatan tema ini kemudian diperkuat oleh penggunaan metafora yang terasa segar dan hidup, tidak sekadar hiasan bahasa, melainkan menjadi jembatan yang menghubungkan pengalaman personal dengan […]
JAKARTA– Pakar teknologi digital serta penulis dan esais, Riri Satria, tengah menyiapkan peluncuran empat buku terbarunya yang direncanakan terbit pada Mei 2026. Keempat buku tersebut masing-masing berjudul “Bom Waktu”, “Gelombang Algoritma”, “Membingkai Kata-Kata”, serta “Kata, Rupa, dan Warna”, yang lahir dari proses panjang refleksi dan penelusuran ulang perjalanan intelektual penulis dalam beberapa tahun terakhir. Seperti […]
"Membaca Bom Waktu karya Bang Riri Satria seperti berdiri di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat, lalu seseorang menepuk bahu kita dan berkata: “lihatlah lebih pelan.” Puisi-puisi dalam buku ini tidak sekadar berbicara tentang teknologi, ekonomi, atau kota yang tumbuh menjulang, tetapi tentang kegelisahan manusia yang hidup di dalamnya. Di antara grafik kemajuan dan cahaya […]
PAMIT DI ANTARA DUA KEABADIAN: untuk alm Papi Chaidir Anwar (1938-2012) dan alm Adinda Robby Permata (1980-2025) Aku pamit, Papi aku pamit, Robby di antara nisan yang sunyi dan daun-daun yang jatuh perlahan aku berdiri membawa sisa-sisa rindu yang tak sempat seluruhnya kuucapkan. Waktu telah mengajarkan bahwa kehilangan bukan sekadar jeda melainkan lorong panjang yang […]
--- Kisah di balik empat buku saya, buku kumpulan pusi "Bom Waktu", buku "Gelombang Algoritma", buku "Membangkai Kata-kata", serta buku "Kata Rupa dan Warna" --- Ada jeda yang tidak saya rencanakan, tetapi justru menjadi ruang paling jujur bagi lahirnya buku-buku itu. Setahun terakhir sejak 2025, setelah "Login Haramain" terbit, saya seperti berjalan pelan, menengok ke […]
Percakapan itu bermula ringan, seperti biasanya, biasa saja, tanpa rencana besar, tanpa niat untuk merumuskan sesuatu yang dalam. Hanya obrolan yang mengalir di antara tawa, secangkir kopi yang mulai mendingin, dan jeda-jeda kecil yang terasa akrab. Namun justru dari percakapan sederhana seperti itulah, kadang kita menemukan sesuatu yang diam-diam penting, yaitu cara kita memaknai siapa […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada sesuatu yang diam-diam berubah dalam cara manusia saling berhadapan alias perang. Dulu perang selalu hadir dengan wajah yang bising, ledakan, dentuman, langit yang memerah oleh api, dan tanah yang menyimpan jejak-jejak luka. Kita mengenal perang sebagai sesuatu yang kasat mata, sesuatu yang bisa ditunjuk, sesuatu yang jelas batasnya, di […]
oleh: Riri Satria Ada masa ketika bunyi synthesizer dianggap dingin, artifisial, dan jauh dari jiwa manusia. Ketika gelombang elektronik mulai merambat ke dalam lagu-lagu pop pada akhir abad ke-20, banyak orang merasa musik sedang kehilangan sesuatu yang paling esensial yaitu sentuhan manusia. Musik yang lahir dari rangkaian elektronik dan tombol yang diprogram terasa terlalu mekanis […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]