Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Aku bermimpi Depok tahun 2050
Depok tumbuh bukan sekadar kota
yang penuh asap knalpot
kendaraan bising
dan manusia lalu-lalang
dalam mimpiku Depok adalah taman gagasan
tempat ide-ide muda berakar lalu bermekaran
dan menjulang jadi menara cahaya.
Aku membaca Depok
dari kemarin, sekarang, dan akan datang
dari kaboratoriu kampus ke kampus
yang tak pernah tidur
mahasiswa menulis masa depan negeri
dan peradaban
antara kopi senja dan layar holografik
mereka merangkai kode, gagasan, mimpi
dan nadi bangsa.
Aku bermimpi Depok tahun 2050
technopark berdiri
bagai jantung yang berdenyut cepat
mengalirkan energi ke startup ke riset
ke ruang-ruang
di mana algoritma bertemu empati
teknologi belajar memahami manusia
lalu tercipta kesejahteraan ekonomi umat manusia.
Inikah wajah Depok tahun 2050?
di antara gedung riset dan taman digital
masih ada kisah cinta yang sederhana
sepasang mahasiswa yang saling bertukar ide
lalu tatapan
lalu masa depan
kemanusiaan tak hilang di tengah mesin
ia justru tumbuh subur
karena Depok tahu:
- kemajuan tanpa hati hanyalah besi dingin.
Aku bermimpi Depok tahun 2050
kota ilmu dan kasih
kota yang menulis sejarah Indonesia baru
dengan tinta pikiran
dan denyut kemanusiaan.
(Cibubur, Oktober 2025)
Depok: Kota di Antara Cahaya, Data, dan Cinta
Di atas garis waktu yang berpendar
Depok menjelma jadi gugus cahaya
sebuah jaringan hidup antara hutan data
dan taman-taman
yang tumbuh dari energi surya
dan kisah cinta yang tak pernah habisnya
buku, pesta, dan cinta –
seperti lirik lagu Genderang Universitas Indonesia
Drone dan awan data melintas di atas berbagai universitas
membawa pesan antar kampus tentang sains dan teknologi
sementara kecerdasan buatan berdiskusi dengan manusia
tentang etika, cinta, kemanusiaan, serta makna kehidupan.
Technopark berdenyut seperti neuron raksasa
menghubungkan riset bio-teknologi
cybernetika, dan algoritma kesadaran
lahirlah ide, gagasan, inovasi untuk kemanusiaan
kita semakin memahami puisi
semakin menjadi manusia
semakin memanusiakan
Depok bukan lagi sekadar kota
ia adalah organisme berpikir
setiap jalan adalah urat nadi pengetahuan
setiap gedung menyimpan cerita digital
tentang manusia.
Namun di tengah badai kecerdasan buatan
masih ada cinta yang tak bisa diprogram
dua mahasiswa berdiri di bawah langit neon biru
berjanji menjaga bumi
meski dunia mereka sudah di awan.
Dan dari menara riset yang menjulang,
suara masa depan berbisik pelan:
“Depok adalah tempat ide dan hati berpadu
tempat masa depan tak sekadar diciptakan
tapi juga mencintai – dan dicintai.”
(Cibubur, Oktober 2025)
Riri Satria
Tentang Kisah Cinta di Depok 20 Tahun Lagi
Kita adalah bagian dari percakapan panjang
antara manusia dan mesin
antara rasa dan logika
antara cinta dan data
engkau menulis algoritma tentang harapan
aku menanam bunga di taman biohidroponik
dan entah bagaimana dua hal itu
saling bertaut di udara
menciptakan sesuatu yang mirip takdir.
Kau tersenyum di balik layar transparan
benarkah di masa depan nanti
cinta masih punya ruang untuk sederhana?
untuk berdebar tanpa alasan?
di masa depan, Depok tak lagi hanya kota
ia adalah simfoni cahaya dan pikiran
tempat riset tumbuh seperti pohon
dan cinta berakar di antara data.
Hanya satu hal yang tak bisa disimulasikan:
---- tatapanmu!
lalu kita diam di bawah langit Depok
yang kini memantulkan
bayangan engkau dan aku
karena meski kota ini penuh teknologi
Depok tetap tahu cara jatuh cinta
dengan cahaya yang lembut
dengan hati yang manusia.
(Cibubur, Oktober 2025)
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).
Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.
Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.
Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,
Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]