Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • CORPORATE STRATEGY DAN BUSINESS STRATEGY

    21 Feb 2026 | Dilihat: 16 kali

    oleh: Riri Satria

    Ini adalah tugas pengajar pertama saya di bulan Ramadan. Pada sesi ini saya membahas topik tentang corporate strategy dan business strategy bersama para mahasiswa Program Magister Teknologi Informasi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Sementara itu functional strategy akan dibahas inggu depan.

    Tujuan pertemuan ini bukan semata-mata memperkenalkan konsep manajemen strategis, melainkan memberi landasan berpikir yang kokoh agar mahasiswa berlatar belakang teknologi informasi mampu menerjemahkan corporate straegyi dan business strategy ke dalam IS/IT strategy serta enterprise architecture (EA) yang akan dijelaskan dan diperdalam pada sesi-sesi berikutnya.

    Topik ini memang ditempatkan pada tingkat strategic thinking dan decision making, wilayah yang sering kali terasa jauh dari dunia teknis IS/IT, tetapi justru menentukan arah dan makna dari seluruh solusi teknologi yang akan dirancang.

    Strategi dalam dunia bisnis kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang abstrak, penuh istilah besar, dan jauh dari praktik keseharian. Padahal strategi pada dasarnya adalah soal pilihan-pilihan fundamental: memilih ke mana organisasi akan melangkah dan bagaimana ia bertahan sekaligus unggul di tengah lingkungan yang terus berubah.

    Dalam konteks ini, memahami perbedaan antara corporate strategy dan business strategy menjadi sangat penting, terutama bagi mahasiswa teknologi informasi yang kelak berperan sebagai perancang sistem, EA, maupun pengambil keputusan berbasis teknologi.

    Corporate strategy berbicara tentang arah besar organisasi. Ia berurusan dengan keputusan di tingkat paling atas atau holding company, ketika pimpinan perusahaan menentukan bisnis apa saja yang layak dijalani, mana yang perlu dikembangkan, dan mana yang sebaiknya dilepas.

    Bagi organisasi yang memiliki banyak unit usaha, pertanyaan strategisnya bukan hanya apakah setiap unit menguntungkan, tetapi apakah keseluruhan portofolio bisnis tersebut benar-benar menciptakan nilai. Di sinilah konsep sinergi menjadi krusial: satu bisnis seharusnya memperkuat bisnis lain, baik melalui berbagi sumber daya, pengetahuan, teknologi, maupun reputasi. Jika tidak, maka keberagaman bisnis justru berpotensi menjadi beban yang melemahkan fokus organisasi.

    Pilihan dalam corporate strategy sangat beragam. Ada organisasi yang memilih tumbuh agresif dengan memasuki pasar baru, mengembangkan lini produk baru, atau melakukan akuisisi. Ada pula yang melakukan diversifikasi untuk menyebarkan risiko, baik dengan masuk ke bisnis yang masih terkait dengan kompetensi inti maupun ke sektor yang sama sekali berbeda.

    Pada situasi tertentu, strategi yang diambil justru bersifat defensif, yaitu mempertahankan bisnis yang ada sambil meningkatkan efisiensi dan tata kelola internal. Tidak jarang pula perusahaan memutuskan untuk melakukan divestasi, melepaskan unit bisnis yang tidak lagi sejalan dengan arah jangka panjang.

    Semua pilihan ini menunjukkan bahwa corporate strategy pada dasarnya adalah seni menentukan arena permainan yang paling masuk akal bagi organisasi.

    Sementara itu business strategy berfokus pada cara memenangkan persaingan di arena yang telah dipilih. Jika corporate strategy menjawab pertanyaan “kita bermain di bisnis apa”, maka business strategy menjawab “bagaimana kita bersaing dan menang di bisnis tersebut”.

    Pada level ini, organisasi harus menentukan posisi yang jelas di mata pelanggan dan pesaing. Apakah ingin dikenal sebagai penyedia dengan harga paling efisien, sebagai pemain dengan kualitas dan diferensiasi tinggi, atau sebagai spesialis yang melayani segmen pasar tertentu secara mendalam.

    Berbagai pendekatan dapat ditempuh dalam business strategy. Ada organisasi yang menitikberatkan pada efisiensi biaya agar mampu menawarkan harga kompetitif. Ada pula yang memilih diferensiasi melalui kualitas produk, inovasi, layanan pelanggan, atau kekuatan merek. Sebagian organisasi fokus pada ceruk pasar tertentu yang sempit tetapi loyal, sementara yang lain menjadikan inovasi berkelanjutan sebagai kunci keunggulan.

    Apa pun pilihannya, strategi bisnis menuntut konsistensi antara nilai yang dijanjikan kepada pelanggan dan kemampuan internal organisasi untuk mewujudkannya.

    Bagi mahasiswa teknologi informasi, keterkaitan antara corporate strategy dan business strategy dengan IS/IT strategy menjadi sangat relevan. Sistem informasi dan EA selalu mencerminkan pilihan strategis organisasi. Tanpa pemahaman yang baik tentang arah korporasi dan cara bersaing bisnis, solusi IS/IT berisiko hanya menjadi tumpukan teknologi yang canggih tetapi tidak strategis.

    Sebaliknya, ketika corporate strategy dan business stratgy dipahami dengan jernih, IS/IT strategy dan EA dapat dirancang sebagai enabler utama penciptaan nilai atau value creation yang diulai dari value proposition.

    Pada akhirnya, strategi bukanlah dokumen statis, melainkan proses berpikir dan memilih secara sadar. Ia menuntut keberanian untuk mengatakan “ya” pada satu arah dan “tidak” pada arah lainnya.

    Melalui pembahasan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep corporate strategy dan business strategy, tetapi juga mampu melihat bagaimana keduanya menjadi fondasi penting bagi pengambilan keputusan strategis di dunia IS/IT.

    Dengan landasan ini, teknologi tidak lagi berdiri sebagai tujuan, melainkan sebagai alat strategis untuk mewujudkan visi dan masa depan organisasi.

    -- Riri Satria ---

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture