Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Kita berjalan di jalan yang berliku menanjak, menukik tidak pernah menurut peta yang kubuat di kepala. Kenangan berpendar seperti senja yang retak di celah-celah waktu yang rapuh selalu indah, meski tak sempurna memanggilku untuk menatapnya lagi membaca ulang detik yang pernah kita lalui. Kadang langkah kita terpisah jarak memanjang tanpa permisi belokan-belokan mengejutkan seolah dunia […]
Kelihatannya buku pertama saya yang rampung tahun 2026 ini adalah buku kumpulan puisi berjudul "Bom Waktu: Kumpulan Puisi tentang Perkembangan Peradaban dan Ketimpangannya" Insya Allah akan menyusul setelahnya (sekarang masih dalam pesiapan), dua buku yang rada mumet, tentang analisis reflektif industri 5.0, ekonomi, bisnis, serta buku analisis reflektif tentang perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. […]
Di suatu titik perjalanan berhentilah sejenak di pinggir hari menatap langit yang seperti halaman buku yang belum sempat dibaca sampai habis Kita sadar, hidup ini bukan peta yang lengkap bukan pula cerita yang sudah diberi akhir ia hanya jalan panjang yang ditaburi serpihan kata potongan kalimat kadang-kadang sebaris puisi yang tiba-tiba jatuh dari langit kesadaran […]
Masa lalu itu seperti bayangan senja ia selalu berjalan di belakang tubuhmu tetapi tidak pernah benar-benar bisa menarik langkahmu kembali Biarkan ia menjadi cerita yang selesai dibaca bukan rantai yang mengikat kaki Hari ini adalah halaman yang masih kosong dan esok adalah kertas yang belum disentuh tinta setiap pagi, dunia menaruh sepotong cahaya di telapak […]
Di kota yang dulu mengajari kita mendengar laut dan hujan yang jatuh perlahan Padang menyimpan nama itu seperti batu yang ditanam di dasar sungai Robby Permata lahir 10 Maret 1980 seperti cahaya yang datang paling akhir di antara kami empat bersaudara yang paling kecil yang paling akhir memulai langkah tetapi justru yang lebih dahulu […]
Di antara hening dan nyaring, perasaan bertemu kenyataan, atau hanyalah ilusi pertemuan itu sendiri. Cemas itu diseduh panas, tapi apakah panas itu nyata, atau hanya bayangan di dasar cangkir kopi yang tak pernah habis? Malam Lailatul Qadar hadir tanpa pemberitahuan. Aku meminumnya secangkir sepi, meneguk harap yang membara namun tak pernah sampai, terbakar di bara […]
Batu-batu tua berbisik dalam bahasa yang hanya bisa diterjemahkan oleh kesunyian dan gua menelan cahaya fajar mengubahnya menjadi sungai emas yang mengalir perlahan di antara celah-celahnya Di dalam, ada bayangan para pemuda menari dalam tidur panjang dunia di luar berubah seperti lukisan yang diganti tiap malam namun iman mereka tetap menyala lentera yang tak […]
I arrived at the city of stones and prayers the place where You once called the Great Prophet through the silence of the night a summons carried by heaven I came here to search for Your presence,= to walk the dust of prophets to listen for Your whisper between the ancient walls At […]
Sitting along Petchburi Road beneath a midnight painted in neon colors cars drift past like slow constellations their headlights sliding over the asphalt like fragments of unfinished dreams It is my one night in Bangkok uou might not believe it how long the story has been unfolding Memory opens its quiet doors and the […]
Winter arrives quietly over the Champs-Élysées. Crowds move like a river of strangers. Yet I walk alone. Je marche dans la foule, mais mon âme reste solitaire. The Arc de Triomphe stands like a memory that refuses to fade. Still no message from you. This was meant to be our rendezvous. The wind knows it. […]
Emi Suy dan Riri Satria di antara hening dan nyaring : perasaan dan kenyataan cemas! yang diseduh air panas biarlah mengendap di ampas kopi lalu aku lalu laju di waktu sahur malam Lailatul Qadar mencecapi secangkir sepi di tiap teguk ada harap menyala di bakar bara doa yang begitu tenang di saat subuh tiba […]
Puisi bukan sekadar tulisan baginya Ia adalah cara bertahan di tengah perjuangan hidup yang kadang menurunkan mendung tanpa aba-aba Karena hidup sering tak bisa ditebak hari cerah bisa berubah menjadi hujan yang panjang tetapi tidak pernah memusuhi hujan. ia justru belajar menyimpan semangat di dalam tetes-tetesnya sebab hujan adalah bahasa bumi ketika langit tidak lagi […]
Sebuah pagi yang tumbuh dari aroma kopi di sudut meja yang menyimpan waktu engkau duduk sedang membaca potret kehidupan dari halaman-halaman tak terlihat Tangerang mungkin hanya kota bagi sebagian orang tetapi bagimu ia adalah halaman panjang tempat puisi berjalan tanpa alas kaki tempat cerpen menyeberangi sore seperti burung yang pulang dengan sayap lelah Engkau menulis […]
Engkau pernah menyebut dirimu pengantin puisi mengenakan gaun dari kata-kata sederhana bertabur luka yang dijahit pelan dengan doa paling sunyi Di langit hidupmu tujuh purnama pernah bergantung bersamaan terang sekaligus getir perempuan tujuh purnama begitu aku diam-diam memanggilmu karena setiap fase adalah cahaya yang tak sepenuhnya utuh namun selalu setia kembali Hidup mengajarkanmu tentang kehilangan […]
Di tanah yang pernah engkau kau pijak hutan-hutan berbisik puitis bumi Kalimantan menyimpan jejak langkahmu aroma tanah basah daun-daun besar yang menadah hujan dan sungai yang mengalir membawa rahasia sampai jalan-jalan di perkotaan yang riuh Di antara kisah-kisah Dayak yang diwariskan lewat api unggun dan legenda kau belajar bahwa hidup adalah perjuangan yang tak selalu […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]