Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Oleh: Ikhsan Risfandi IRZI Ada saat-saat dalam hidup ketika angka-angka terasa terlalu dingin, dan logika, betapa pun akuratnya, tidak cukup menjawab rasa yang mengendap di dalam dada. Di momen-momen itulah, saya memahami mengapa seseorang yang bekerja di dunia strategi, teknologi, dan ekonomi seperti Uda Riri Satria justru mencari ruang teduh melalui puisi. Bukan karena puisi […]
SAYA DAN PUISI Sebuah tulisan menyambut Hari Puisi Indonesia hari ini, 26 Juli 2025 - Riri Satria Puisi adalah salah satu cara saya untuk menyeimbangkan diri dengan sisi lain kehidupan saya, yang sarat dengan teknologi, ekonomi, penelitian, yang penuh dengan rasionalitas terukur, angka-angka, rumus-rumus, analisis, prediksi, dsb. Puisi membawa saya untuk menyadari banyak fakta-fakta […]
Menenun Kata, Merajut Algoritma: Tafsir Rissa Churria atas Pemikiran Riri Satria tentang Puisi dan Kecerdasan Buatan Catatan atas Buku Meretas Pemikiran Riri Satria tentang Puisi & Kecerdasan Buatan oleh: Emi Suy Angin membawa suara yang tak terlihat. Kadang, kata-kata adalah daun gugur yang jatuh ke pelataran kesadaran. Di sanalah puisi tumbuh--bukan sekadar untaian diksi, melainkan […]
SUJUD YANG TAK USAI: Pulang yang Tak Lagi Sama Oleh: Emi Suy Ada perjalanan yang panjang bukan karena jauhnya jarak, melainkan karena dalamnya perjumpaan. Haji adalah salah satunya. Ia bukan sekadar ibadah fisik yang menuntut kesiapan tubuh dan ongkos, tetapi ziarah ruhani yang menuntut keterlucutan ego, keikhlasan niat, dan keberanian untuk berubah. Maka ketika […]
Log In Haramain: Membaca Takbir sebagai Koneksi Ruhani “Ada satu takbir yang selalu kujaga, takbir di hatiku, kepada-Mu.” Bait terakhir dalam puisi Takbir karya uda Riri Satria, ditulis di Mina pada Juni 2025, bukan sekadar penutup dari rangkaian kata. Ia adalah kunci masuk ke makna terdalam puisi tersebut—sebuah pernyataan spiritual bahwa yang paling penting dari […]
KEMBALI AKU DENGAR AZAN SUBUH DI MASJID NABAWI Kembali aku tertunduk Bersimpuh menghadap-Mu di pelataran Sang Nabi jelang pagi Orkestra memuja kebesaran-Mu menggema memenuhi ruang-ruang kefanaan di semua penjuru Semesta Raya Aku semakin terasa kecil lalu aku tenggelam dalam pusaran keagungan-Mu Akankah kecilnya aku berarti pada kebesaran-Mu? (Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawaroh, Mei 2025) CATATAN REDAKSIONAL […]
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970. Puisinya sudah diterbitkan dalam empat buku puisi tunggal, yaitu Jendela (2016), Winter in Paris (2017), Siluet, Senja, dan Jingga (2019), Metaverse (2022), kumpulan puisi duet bersama Emi Suy berjudul Algoritma Kesunyian (2023), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya. Riri juga menulis esai yang dibukukan dalam Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan […]
Puisi yang ditulis Riri Satria dan Emi Suy menjadi menarik untuk saya analisis dalam esai ini setelah digubah Ananda Sukarlan dalam musik Tembang Puitik Volume 7. Kita mengenal Ananda Sukarlan sebagai lulusan master di bidang musik dari Royal Conservatory of the Hague di Den Haag, Belanda, dengan predikat summa cumlaude. Tak kepalang tanggung, The Sydney Morning Herald Australia […]
Saya pernah menulis semacam ulasan singkat pada bulan November 2017 untuk Bang Riri Satria setelah acara peluncuran buku kumpulan puisi keduanya yang saya beri judul, “Catatan Peluncuran Buku Winter In Paris di Ubud, Bali, 2017”. Sepanjang saya mengenalnya, ada beberapa hal yang tidak berubah sampai sekarang. Salah satunya dan yang paling utama adalah perhatiannya terhadap hubungan manusia dengan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Menarik memahami makna pendidikan dalam budaya Minangkabau. Orang Minang memiliki banyak tempat belajar untuk hidupnya. “Sejatinya kita belajar dari berbagai tempat, yaitu sakola (sekolah), surau (masjid), galanggang (gelanggang), dan pasa (pasar). Di atas semua itu, kita harus mampu belajar dari semua yang ada di dalam, karena pepatah Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru,” kata Pakar Teknologi Digital, Riri Satria, saat dihubungi majalahelipsis.com terkait […]