Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Dalam sastra dan puisi, pengarang dapat menuangkan segala bentuk pemikiran, perasaan, dan imajinasi mereka dengan cara yang kreatif dan berbeda. Sastra dan puisi menjadi sarana yang efektif untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pesan, serta merekam kehidupan dan budaya suatu zaman.
oleh: Yayuk Ema seperti yang dikisahkannya kepada penulis Dwi Anisa Saya mengenal Riri Satria bukan hanya sebagai sosok dengan deretan gelar, jabatan, dan karya, tetapi sebagai manusia yang utuh, yang pikirannya tajam, namun hatinya tetap hangat. Menurut saya, Riri adalah pertemuan yang langka antara dunia yang sangat rasional dan dunia yang sangat perasa. Riri Satria […]
Oleh Riri Satria Ada kegelisahan kecil yang sering muncul setiap kali saya mengamati dunia perpuisian atau kepenyairan di era sekarang, sebuah kegelisahan yang mungkin terdengar aneh, bahkan sedikit naif. Saya membayangkan para pengamat puisi, para akademisi, para ahli sastra, duduk tekun membedah puisi seperti ilmuwan membedah organisme atau hukum fisika yang rumit, mencari pola, menemukan struktur, […]
SEPOTONG PUISI MENJELANG RUPS Menjelang RUPS kepala bukan lagi tempat pikiran berbaris rapi ia berubah jadi ruang mesin yang panas berdengung oleh target, tenggat, dan tanda tanya Kopi naik pangkat dari minuman menjadi penopang peradaban kecil di meja kerja gelas demi gelas tandas emosi ikut fluktuatif lebih liar dari grafik yang kami coba jinakkan setiap […]
Terima kasih Universitas Paramadina atas undangannya unntuk ikut serta baca puisi karya Prof. Abdul Hadi WM, Guru Besar Universitas Paramadina serta penyair, budayawan, dan tokoh filsafat Islam di Indonesia. Acara diselenggarakan secara daring dalam rangka mengenang 2 tahun wafatnya Prof. Abdul Hadi WM serta Dies Natalis Universitas Paramadina ke-28. Saya kebagian membacakan puisi Prof. Abdul […]
oleh : Riri Satria Saya sering menyadari bahwa dorongan menulis tidak selalu datang dari kemarahan atau keyakinan yang sudah bulat. Justru, ia kerap lahir dari rasa ragu. Ada sesuatu yang terasa tidak sepenuhnya benar, tetapi juga belum cukup jelas untuk disalahkan. Dari titik inilah saya belajar membedakan dua cara menulis yang tampak serupa, namun sebenarnya […]
oleh: Riri Satria Tulisan esai argumentatif sering kali disalahpahami sebagai tulisan yang kaku, penuh data, dan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal justru sebaliknya. Esai argumentatif adalah ruang di mana pikiran, pengalaman personal, dan keberpihakan penulis bertemu dengan nalar yang jernih. Ia bukan sekadar upaya membuktikan siapa yang paling benar, melainkan ajakan untuk berpikir bersama, […]
oleh: Riri Satria Esai adalah salah satu bentuk tulisan yang memberi ruang luas bagi penulis untuk menyampaikan gagasan, pandangan, dan penilaiannya terhadap suatu hal dengan cara yang bebas, tetapi tetap bertanggung jawab secara nalar. Ia tidak seketat karya ilmiah yang penuh data dan metodologi, namun juga tidak sebebas fiksi yang sepenuhnya imajinatif. Dalam esai, pikiran […]
oleh: Riri Satria Ada persahabatan yang tak pernah dimulai dari jabat tangan, namun tumbuh dari getar kata, dari puisi yang dibacakan dengan segenap jiwa. Diyah Mahmawati adalah sahabat seperti itu bagi saya. Saya mengenalnya pertama kali pada tahun 2017, bukan di sebuah ruang pertemuan sastra, bukan pula di kampus atau panggung kebudayaan. Saya menemukannya secara […]
Suatu hari saya mendengar kalimat ini diucapkan dengan ringan, hampir seperti gurauan intelektual, “prompting is poetry.” Kalimat itu singkat, tetapi ia tinggal lama di kepala saya. Seperti larik puisi yang tampak sederhana, namun terus bergaung karena menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar makna literal. Awalnya saya ragu. Bagaimana mungkin sebuah prompt atau kalimat instruksional […]
oleh: Riri Satria Bagi saya kata JELAJAH bukan sekadar aktivitas berpindah dari satu titik ke titik lain. Ia adalah cara berada di dunia, cara menyapa kehidupan, dan cara mendengarkan denyut waktu yang kerap berlalu tanpa kita sadari. Kata itu tumbuh perlahan dalam kesadaran saya, mengendap melalui pengalaman, bacaan, dan percakapan-percakapan sunyi. Dari sanalah saya menemukan […]
Beberapa hari yang lalu saya iseng melihat rak buku anak saya si Raihan, dan saya menemukan buku ini. Melihat dari judulnya, ini tentu buku tentang Fisika. Saya tidak heran, karena Raihan memang lulusan jurusan Fisika FMIPA. Saya penasaran dengan buku ini, karena judulnya menarik. Ini kesimpulan pembacaan awal saya. Buku "Reality Is Not What It […]
oleh: Riri Satria Akhir-akhir ini saya merasakan sesuatu yang menarik di ruang baca dan ruang tulis kita. Esai-esai yang beredar di media, di blog personal, di media sosial, banyak mulai terasa berbeda. Tidak lagi terlalu yakin pada kesimpulan, tidak sibuk membuktikan apa yang benar dan salah. Esai-esai itu terasa ragu, personal, melompat-lompat, kadang seperti catatan […]
Saya sering merasa pikiran ini seperti kabut. Ia datang tiba-tiba, berkelebat di kepala, lalu menghilang tanpa pamit. Banyak sekali gagasan yang sebenarnya bermakna, tetapi lenyap begitu saja karena tidak pernah saya tuliskan. Dari situlah saya semakin yakin bahwa menulis bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan proses menyeberangkan sesuatu yang samar di dalam pikiran atau taci, menjadi […]
Disampaikan dalam sebuah diskusi tentang "Menulis Esai yang Baik dan benar" oleh: Riri Satria Saya sering mendengar orang berkata ingin menulis esai, tetapi segera mundur pelan-pelan karena satu bayangan besar yaitu takut tidak cukup pintar, takut salah, takut dianggap dangkal, serta takut kalah oleh buku-buku tebal dan istilah akademik yang terdengar serius. Padahal sejak awal, […]
oleh: Riri Satria "Di Bawah Bendera Revolusi" adalah buku paling favorit saya. Saya memiliki beberapa versi terbitan dan semuanya bukan saya beli sendiri, melainkan hadiah dari kolega dan sahabat. Barangkali itulah sebabnya hubungan saya dengan buku ini terasa personal ia hadir sebagai pemberian, sekaligus penanda perjumpaan intelektual. Bagi saya, inilah buku pamungkas yang membentuk nasionalisme […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera