Riri Satria
KATEGORI
  • Terkini
  • Dokumen
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • POJOK TIM: Lebih dari Sekadar Penumpang Gelap; Kisah Cinta, Doa dan Paris

    01 Sep 2026 | Dilihat: 13 kali

    PojokTIM – Keinginan bisa berubah menjadi tekad kuat lalu berusaha diwujudkan, bagaimanapun caranya. Demikian yang dapat kita tangkap ketika membaca buku novel biografi Alijullah Hasan Jusuf. Berawal dari melihat peta, lalu melihat pesawat di landasan pacu Bandara Kemayoran, hati pun tergerak hingga nekat masuk kompartemen roda pesawat yang membawanya ke Amsterdam, 1967.

    Alhasil, Alijullah ditangkap polisi Belanda dan dipulangkan ke Indonesia serta sempat ditahan selama tiga bulan.

    “Saya memilih pesawat Garuda dari puluhan pesawat lainnya karena saya orang Aceh, di mana masyarakat Aceh pernah menyumbang dana untuk membeli pesawat Garuda,” ujar Alijullah di Resto EatWell Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026). Hadir dalam bincang sore itu, Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) Riri Satria dan sejumlah penyair serta sastrawan.

    Pengalaman itu tidak membuat Alijullah jera. Tekad untuk mengubah nasib dan bersekolah di Eropa terlanjur dicanangkan dalam dada. Setahun kemudian, bermodal boarding pass bekas, pemuda Aceh itu pun kembali ke Eropa, tepatnya Paris, Prancis.

    Meski ditangkap dan ditahan di KBRI, Alijullah tetap bersemangat. Terlebih janji orang KBRI yang akan membelikan tiket pulang ke Indonesia tidak direalisasikan. Alijullah mulai mencoba peruntungan dengan kerja serabutan, termasuk menjadi office boy di KBRI.

    Setelah cukup memiliki uang, Alijullah membuat paspor dan pulang secara resmi ke Indonesia. Namun itu bukan akhir petualangan. Alijullah bertekad kembali ke Paris sebagai pengunjung resmi.

    “Akhirnya hal itu bisa terwujud,” ujar Alijullah. Hingga saat ini tercatat ia telah menghabiskan waktu selama 55 tahun di kota mode tersebut bersama sang istri asal Nias, Suryati Hapsah.

    Kekuatan Doa

    Di samping tekad, satu hal yang menguatkan Alijullah melakukan petualangan berbahaya adalah doa yang tak putus. Ia sering berdoa di Masjid Istiqlal memohon agar keinginan untuk mengubah nasib demi membahagiakan orang tuanya dikabulkan Sang Khaliq.

    “Di tengah deru mesin dan terpaan angin, saya terus berdoa, melafalkan semua doa yang saya ingat,” kenangnya.

    Doa itu juga yang mendatangkan miracle pada penerbangan gelap keduanya dengan tujuan Paris. Saat ditanya nomor kursinya oleh pramugari, Alijullah menyebut angka 48. Ajaibnya, nomor itu benar-benar kosong.

    “Saya menyebutnya sebagai keajaiban sekaligus keberuntungan,” ujar Alijullah yang tetap berstatus WNI.

    Alijullah tidak ingin kenekatannya menjadi contoh. Dorongan untuk menerbitkan kisahnya menjadi tiga buku yakni Penumpang Gelap (2014), Penumpang Gelap 2/Paris, Je Reviendrai (2015), dan Lurah Paris (2022), justru untuk menginspirasi generasi muda supaya tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga tekad yang kuat disertai keimanan. Ia pun membuat disclaimer “Jangan Ditiru, Sangat Berbahaya” di halaman awal bukunya.

    Lurah Paris

    Sisi lain Alijullah adalah perannya sebagai tour guide bagi orang-orang Indonesia yang ke Paris. Salah satunya seperti diceritakan Riri Satria.

    “Saya mengenal Pak Ali sejak tahun 2016, saat sedang kuliah S3 di Paris. Beliau yang menyopiri saya keliling Paris, mengenalkan tempat-tempat makan yang enak dan halal,” ujar Riri.

    Mereka bertemu kembali saat Riri meluncurkan buku puisi berjudul Winter in Paris di Ubud Writers and Readers Festival 2017. “Pak Ali hadir karena kebetulan sedang berada di Indonesia.”

    Ada kesan menarik ketika Alijullah memergoki Riri Satria sedang melamun di sebuah kafe. “Beliau kaget setelah tahu saya sedang membuat puisi,” kata Riri terbahak.

    Love Story

    Bicara Paris tanpa kisah cinta yang membara tentu hambar. Demikian juga yang dialami Alijullah. Menurut Suryati, ia kaget setelah mengetahui kisah cinta suaminya dengan sejumlah perempuan.

    “Saya baru tahu setelah membaca bukunya,” kata Suryati.

    Bahkan ada halaman khusus, hampir satu bab, yang hanya berisi kisah asmara Alijullah dengan pacar-pacarnya.

    Namun kisah cinta antara Alijullah dan Suryati, yang disebut penggemar, tidak kalah menarik. Suryati sudah tahu kisah suaminya sejak umur delapan tahun. Ia tidak menyangka akhirnya mereka berjodoh.

    “Ini juga sebuah keajaiban. Sekarang kami sudah dikaruniai cucu,” kata Suryati bangga.

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Recent Event: Medan, 28 Agustus 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture