Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • TERIMA KASIH DARI RIRI SATRIA

    12 Jun 2026 | Dilihat: 27 kali

    Alhamdulillah, webinar "Deepfake AI serta Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial dan Kebudayaan" yang diselenggarakan pada hari Rabu, 10 Juni 2026, berlangsung dengan sangat baik dan penuh antusiasme.

    Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat pula peserta yang bergabung dari luar negeri, paling jauh dari Washigton DC, AS.

    Acara berlangsung sangat seru dan dinamis. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh para peserta yang menunjukkan besarnya rasa ingin tahu mereka terhadap fenomena deepfake AI yang kini semakin berkembang. Saya merasakan suasana yang sangat positif, hangat, dan membahagiakan selama berinteraksi dengan para peserta. Luar biasa!

    Melalui berbagai pertanyaan yang diajukan, saya justru mendapatkan banyak perspektif baru. Ada sejumlah persoalan, kekhawatiran, dan pengalaman yang muncul dari lapangan yang sebelumnya mungkin belum pernah saya pikirkan secara mendalam. Diskusi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi proses pembelajaran dan pencerahan bagi saya sendiri.

    Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro, Semarang, dan Undip Press yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan memberikan kehormatan kepada saya untuk menjadi narasumber. Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang luar biasa.

    Hingga pagi ini, dua hari setelah webinar berlangsung, saya masih menerima berbagai ucapan terima kasih, apresiasi, serta tanggapan dari para peserta. Hal ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Setidaknya apa yang saya sampaikan dalam webinar tersebut dapat memberikan manfaat, wawasan, dan bahan refleksi bagi banyak orang.

    Deepfake sendiri adalah teknologi berbasis AI yang mampu membuat gambar, suara, maupun video seseorang tampak seolah-olah asli, padahal sebenarnya telah dimanipulasi secara digital. Teknologi ini memiliki banyak manfaat positif, misalnya untuk pendidikan, pelestarian budaya, industri kreatif, hiburan, dan produksi konten.

    Namun di sisi lain, deepfake AI juga dapat disalahgunakan untuk penyebaran hoaks, penipuan, pencemaran nama baik, manipulasi opini publik, hingga eksploitasi identitas seseorang.

    Dalam kehidupan sosial, deepfake AI dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar. Orang dapat dengan mudah terjebak oleh konten yang tampak meyakinkan, padahal tidak benar. Sementara dalam kehidupan kebudayaan, deepfake AI dapat memengaruhi cara masyarakat memahami realitas, sejarah, tokoh publik, bahkan nilai-nilai yang hidup dalam suatu komunitas.

    Karena itu kita perlu membangun ketahanan budaya, yaitu membiasakan diri untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi. Kita perlu mengembangkan budaya berpikir kritis, budaya berdialog, budaya memeriksa fakta, serta budaya untuk tidak mudah menuduh dan tidak mudah menghakimi orang lain hanya berdasarkan informasi yang belum tentu benar.

    Di era kecerdasan buatan, kemampuan berpikir kritis dan kebijaksanaan sosial menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menguasai teknologi itu sendiri.

    Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, berdiskusi, memberikan pertanyaan, masukan, kritik, saran, dan apresiasi. Semoga apa yang telah kita pelajari bersama dapat memberikan manfaat bagi kita semua dan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

    Sampai jumpa pada webinar-webinar berikutnya.

    Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.

    Terima kasih banyak.

    Salam hangat,

    Riri Satria

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture