Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • MENULIS UNTUK MEMBACA DUNIA

    08 Mar 2026 | Dilihat: 60 kali

    oleh: Riri Satria

    Pada akhirnya, manusia menulis bukan hanya untuk mencatat. Kita menulis untuk memahami dunia. Kita menulis untuk mencoba menjelaskan sesuatu yang sering kali terasa terlalu kompleks jika hanya dibiarkan sebagai peristiwa yang lewat begitu saja.

    Di sinilah menariknya menulis interpretatif, yaitu sebuah cara menulis yang berangkat dari fakta, tetapi tidak berhenti pada fakta. Ia bergerak lebih jauh, mencoba membaca makna yang tersembunyi di balik peristiwa, artefak, pengalaman, atau fenomena kehidupan. Dalam pendekatan ini, fakta bukan sekadar data yang dingin, melainkan pintu masuk untuk memahami konteks, sejarah, bahkan dimensi batin manusia.

    Sering kali kita mengira bahwa menulis hanyalah soal merangkai kalimat. Padahal sesungguhnya menulis adalah proses berpikir yang panjang. Ketika seseorang ingin menulis secara interpretatif, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali fakta secara utuh. Apa objeknya? Dari mana ia berasal? Siapa yang membuatnya? Untuk apa ia diciptakan? Apa maknanya ketika pertama kali muncul? Bagaimana perjalanan sejarahnya hingga sampai kepada kita hari ini?

    Pertanyaan-pertanyaan semacam ini tampak sederhana, tetapi sebenarnya adalah pintu menuju pemahaman yang lebih dalam. Sebuah artefak budaya, misalnya, tidak pernah lahir dalam ruang kosong. Ia lahir dari sebuah zaman, dari sistem nilai tertentu, dari pengalaman kolektif masyarakat yang membentuknya.

    Namun memahami fakta saja tidak cukup. Fakta harus dibandingkan dengan pengetahuan lain. Di sinilah proses analisis bekerja. Penulis mulai melihat hubungan antara fakta yang sedang diamati dengan teori, penelitian, tulisan terdahulu, atau bahkan cerita rakyat yang hidup dalam tradisi masyarakat. Dari proses ini sering kali muncul kesadaran baru: bahwa satu fakta kecil ternyata terhubung dengan jaringan makna yang jauh lebih besar.

    Setelah itu datanglah tahap yang paling menarik sekaligus paling menantang yaitu interpretasi. Pada tahap ini penulis mencoba merangkai semua temuan analitis menjadi sebuah pemahaman yang utuh. Ia menghubungkan fakta dengan konteks, sejarah dengan pengalaman, data dengan perenungan. Pengetahuan dan pengalaman pribadi ikut berperan, bahkan imajinasi pun kadang ikut membantu membuka kemungkinan makna yang sebelumnya tidak terlihat.

    Namun interpretasi selalu lahir dari posisi tertentu. Setiap penulis memiliki sudut pandangnya sendiri terhadap dunia. Karena itu dalam menulis interpretatif terdapat satu tahap penting yaitu menentukan point of view. Apakah penulis berbicara sebagai “aku” yang mengalami langsung? Sebagai “Anda” yang berdialog dengan pembaca? Atau sebagai “dia” yang mengamati dari jarak tertentu?

    Pilihan perspektif ini bukan sekadar teknis, melainkan menentukan bagaimana pembaca merasakan tulisan tersebut. Sudut pandang orang pertama sering menghadirkan kedalaman emosi. Sudut pandang kedua menciptakan dialog yang intim dengan pembaca. Sementara sudut pandang ketiga memberi ruang bagi perspektif yang lebih luas dan analitis.

    Barulah setelah itu semua, penulis memasuki tahap terakhir yatu menuliskan gagasan. Di sini gaya bahasa memainkan peran penting. Sebuah tulisan interpretatif dapat menggunakan berbagai pendekatan sekaligus, seperti naratif untuk bercerita, deskriptif untuk memaparkan, argumentatif untuk meyakinkan, reflektif untuk merenung, bahkan kritis untuk mempertanyakan. Perpaduan gaya inilah yang membuat tulisan terasa hidup.

    Menariknya, pendekatan ini juga memperlihatkan perbedaan yang jelas antara menulis interpretatif dan menulis kreatif. Menulis kreatif memberi ruang luas bagi imajinasi untuk membangun realitas baru seperti pada novel, cerpen, atau puisi dapat melampaui fakta dan menciptakan dunia yang sepenuhnya imajinatif. Sementara menulis interpretatif tetap berpijak pada fakta. Ia tidak menciptakan realitas baru, tetapi mencoba memahami realitas yang sudah ada dengan lebih dalam.

    Dalam dunia yang dipenuhi arus informasi hari ini, kemampuan menulis interpretatif menjadi semakin penting. Kita dibanjiri data, berita, dan peristiwa setiap hari. Namun data tanpa interpretasi sering kali hanya menjadi tumpukan informasi yang cepat dilupakan. Nah, yang kita ibutuhkan adalah kemampuan untuk membaca makna di baliknya, yaitu menghubungkan fakta dengan konteks, sejarah, dan pengalaman manusia.

    Mungkin pada akhirnya itulah hakikat menulis. Bukan sekadar memindahkan kata ke atas kertas, melainkan sebuah usaha memahami kehidupan. Setiap tulisan adalah jejak pikiran. Setiap kalimat adalah upaya kecil manusia untuk menjelaskan dunia yang terus berubah di sekelilingnya.

    Dan seperti semua keterampilan yang berharga, menulis tidak pernah selesai dipelajari. Ia hanya bisa berkembang melalui satu cara yang sangat sederhana: terus membaca, terus menulis, dan terus berlatih.

    Karena dalam setiap latihan menulis, sebenarnya kita sedang berlatih membaca kembali kehidupan.

    --- Riri Satria --

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    RECENT EVENT

    REFLEKSI BUDAYA & TADARUS SASTRA


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture