Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • UJIAN TERBERAT SEORANG PEMIMPIN: Sebuah dialog dengan Veronica Manjari

    07 Mar 2026 | Dilihat: 34 kali

    oleh: Riri Satria

    Suasana percakapan itu sebenarnya sederhana. Tidak ada panggung besar, tidak ada forum resmi dengan mikrofon dan sorotan lampu. Hanya sebuah dialog ringan jelang buka puasa tadi sore yang perlahan berubah menjadi perenungan tentang kepemimpinan.

    Saya berbincang dengan sahabat saya, Veronica Manjari, CEO Banking and Finance Development Center (BFDC) yang cukup lama berkecimpung dalam dunia perbankan. Ia juga seorang Certified Coach Neuro-Linguistic Programming (CCNLP), sebuah keahlian yang membuatnya terbiasa melihat dinamika manusia, emosi, pikiran, dan perilaku, secara lebih dalam.

    Dalam percakapan itu, saya mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi fundamental.

    “Saya ingin tahu, menurut Vero, apakah ujian terberat bagi seorang pemimpin?”

    Ia tidak berpikir lama. Tidak ada jeda yang ragu. Jawabannya datang cepat, tegas, dan terasa sangat personal.

    “Dikhianati oleh orang yang kita percayai.”

    Jawaban itu singkat, tetapi terasa berat. Seolah ia datang dari pengalaman panjang yang tidak mudah dilupakan.

    Saya pun bertanya lagi, “Mengapa demikian?”

    Vero menjawab dengan tajam.

    “Saya pernah mengalaminya, tidak sekali dua kali. Karena di situ menumpuk berbagai suasana emosi: marah, kesal, merasa tertipu, merasa dikadalin, merasa gagal. Dan ujung-ujungnya, kalau tidak kuat mental, itu bisa membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri sebagai leader. Pada titik itu, seorang leader harus kuat. Seorang leader belumlah teruji sebagai leader apabila belum merasakan dikhianati oleh orang yang dipercayai.”

    Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih reflektif.

    “Inilah ujian kekuatan seorang leader. Dia tidak boleh runtuh karena pengkhianatan. Dia harus cepat bermanuver untuk menyelamatkan situasi, terutama menyelamatkan perusahaan dan situasi yang lebih besar.”

    Saya mengangguk. Dalam dunia kepemimpinan, kalimat itu terasa sangat nyata.

    Saya menimpali, “Ya, saya sepakat. Banyak pemimpin runtuh akibat dikhianati oleh orang kepercayaannya sendiri. Padahal seharusnya dia cepat bermanuver untuk menghindari keruntuhan yang lebih besar lagi, yaitu keruntuhan organisasi. Apalagi kalau organisasi itu menyangkut kepentingan masyarakat atau bahkan negara.”

    Dalam sejarah manusia, kisah pengkhianatan terhadap pemimpin bukanlah hal baru. Salah satu kisah paling terkenal terjadi pada Julius Caesar, yang dikhianati oleh orang yang ia percayai sendiri, Marcus Junius Brutus.

    Pada tanggal 15 Maret 44 SM yang kemudian dikenal sebagai Ides of March, Brutus menjadi salah satu tokoh utama dalam konspirasi yang berujung pada pembunuhan Caesar.

    Namun sejarah menunjukkan bahwa pengkhianatan itu mebawa Roma terjerumus ke dalam konflik yang lebih besar. Para pengikut Caesar segera melakukan konsolidasi. Pembunuhan itu memicu perang saudara besar antara pasukan Republik yang dipimpin Brutus dan Cassius melawan pasukan Mark Antony dan Augustus (Octavian), anak angkat Caesar.

    Salah satu momen paling terkenal dalam sejarah politik itu adalah pidato pemakaman Caesar yang disampaikan Mark Antony, sebah pidato yang kemudian diabadikan oleh William Shakespeare dalam drama Julius Caesar dengan kalimat pembuka yang legendaris, “Friends, Romans, countrymen…”

    Pidato itu berhasil membalikkan dukungan rakyat Roma.

    Di titik itu kita melihat contoh seorang pemimpin yang tidak tenggelam dalam kesedihan atau kemarahan setelah pengkhianatan. Mark Antony segera bermanuver secara politik untuk menyelamatkan posisi dan warisan kepemimpinan Caesar.

    Percakapan saya dengan Veronica membuat kia semakin menyadari satu hal penting, bahwa pengkhianatan mungkin adalah salah satu ujian paling pahit dalam kepemimpinan atau leadership, tetapi justru di situlah kualitas kepemimpinan diuji.

    Banyak pemimpin kuat ketika situasi stabil. Banyak pemimpin percaya diri ketika semua orang mendukungnya. Tetapi tidak semua pemimpin mampu tetap tegak ketika kepercayaan yang ia bangun runtuh dari dalam.

    Pada titik itulah seorang pemimpin diuji bukan hanya oleh strategi, tetapi oleh kekuatan mentalnya.

    Apakah ia akan runtuh oleh luka kepercayaan?

    Ataukah ia mampu bangkit, bermanuver, dan menyelamatkan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri, yaitu organisasi, masyarakat, bahkan sejarah?

    Mungkin benar seperti yang dikatakan Veronica tadi, bahwa seorang pemimpin belum benar-benar teruji sebelum ia pernah dikhianati oleh orang yang ia percayai.

    (06/03/2026)

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    NEXT EVENT

    REFLEKSI BUDAYA & TADARUS SASTRA


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture