Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • SAUDARA KEMBAR DIGITAL

    12 Dec 2025 | Dilihat: 187 kali

    SAUDARA KEMBAR DIGITAL

    Tadi saya berbincang dengan Pak Hari Wahyudi dan tim beliau dari Departemen Pemgembangan Anak Perusahaan. Kami membahas emerging technologies atau teknologi baru yang akan mengubah landascape dan business model berbagai industri dan bisnis, bahkan bisa jadi pada tingkat business ecosystem model.

    Salam satu yang kami bahas adalah Digital Twim atau Saudara Kembar Digital. Makhluk apa pulakah ini?

    Jadi begini, sejak kecil saya sering mendengar cerita bahwa setiap manusia memiliki “saudara kembar” di alam lain—entah itu penjaga, penuntun, atau bagian dari diri yang tak pernah terlihat. Tentu saja, apakah itu benar atau tidak, setiap orang bebas mempercayainya. Tetapi belakangan ini saya mulai tersenyum sendiri ketika mengingat cerita-cerita itu.

    Sebab, tanpa perlu menyentuh ranah mistis sekalipun, kita sedang memasuki masa ketika “saudara kembar” itu benar-benar muncul—bukan di dunia gaib, melainkan di dunia digital. Dan mungkin, kehadirannya jauh lebih nyata daripada yang kita bayangkan.

    Hari ini, dunia teknologi memperkenalkan konsep digital twins—sejenis kembaran virtual dari sebuah objek fisik yang hidup berdampingan dengan realita sehari-hari kita. Digital twins bukan hanya gambar atau model statis. Ia “bernapas” lewat data. Ia tumbuh, berubah, dan merespons dunia sama seperti objek fisik yang menjadi sumbernya.

    Sensor-sensor di dunia nyata mengirimkan aliran data real-time, dan kembaran digital menerjemahkannya menjadi simulasi yang dapat dianalisis, dimonitor, bahkan diprediksi.

    Ibaratnya, kita menciptakan duplikat yang tak sekadar meniru rupa, tetapi juga tingkah laku. Dan ini bukan fantasi ilmiah. Ini sudah terjadi.

    Bayangkan sebuah pabrik besar yang terdiri dari ribuan mesin. Dahulu, kita mengandalkan teknisi untuk memeriksa satu per satu, menunggu bunyi aneh muncul, atau menanti hingga masalah membesar sebelum disadari.

    Tapi kini? Digital twins memberikan pandangan digital menyeluruh—seakan-akan kita bisa “melihat” detak jantung setiap komponen di dalamnya. Turbin angin, pesawat, pelabuhan, bandara, instalasi militer, hingga pembangkit nuklir—semuanya dapat memiliki kembaran digital yang memantau performanya detik demi detik.

    Jika ada potensi kerusakan, digital twins menandai lebih awal. Jika sebuah komponen mulai “batuk”, sistem akan tahu sebelum manusia mendengarnya. Kita tidak lagi menunggu kerusakan terjadi. Kita mencegahnya.

    Ada ironi kecil di sini: kadang teknologi bisa lebih peka daripada kita sendiri. Benar gak sih?

    Yang membuat saya semakin terpesona adalah kemampuannya untuk berkolaborasi dengan kecerdasan buatan. Dengan AI, digital twins bukan hanya memberi tahu apa yang sedang terjadi, tetapi juga apa yang mungkin terjadi. Mereka dapat menjalankan skenario yang mustahil dilakukan di dunia nyata tanpa biaya besar—atau tanpa risiko mengerikan.

    Bayangkan kita ingin membangun sebuah gedung pencakar langit. Sebelum menancapkan satu pun paku beton, kita bisa menciptakan versi digitalnya, menguji bagaimana ia akan bereaksi terhadap gempa, angin ekstrem, atau beban penggunaan selama puluhan tahun. Kita bisa mengatur ribuan skenario, mempercepat produksi, memperbaiki kelemahan sebelum wujud aslinya ada.

    Atau bayangkan sebuah kendaraan listrik baru. Di dunia digital, kita bisa menguras baterainya ribuan kali, memaksa motor untuk bekerja di suhu ekstrem, atau mensimulasikan kecelakaan. Semuanya terjadi tanpa satu pun baut nyata tersentuh.

    Jika dulu manusia belajar dari kegagalan nyata, kini kita punya ruang aman untuk belajar dari kegagalan digital. Trial and error semakin berkurang risikonya.

    Saya sering membayangkan jika suatu hari kita sebagai manusia memiliki versi digital kita sendiri—bukan hanya avatar game atau profil media sosial, tetapi kembaran yang sungguh memahami pola hidup, keputusan, dan kebiasaan kita. Kembaran yang bisa memberi tahu kita, “Hei, kalau kamu terus begini, lima tahun lagi kamu akan burnout,” atau “Cobalah pilihan ini, data menunjukkan peluang kebahagiaanmu lebih tinggi.”

    Mungkin kedengarannya futuristik. Mungkin juga sedikit menakutkan. Tetapi bukankah semua teknologi besar selalu dimulai dari rasa ingin tahu yang sama?

    Pada akhirnya, teknologi digital twins mengingatkan saya bahwa masa depan tidak selalu penuh mesin dingin dan algoritma kaku. Justru di dalamnya ada sesuatu yang sangat manusiawi: keinginan kita untuk memahami, memprediksi, mencegah kesalahan, dan membuat hidup lebih baik. Kita menciptakan kembaran digital bukan untuk menggantikan dunia nyata, tetapi untuk membantu kita merawatnya.

    Dan siapa tahu, suatu hari nanti, ketika saya kembali mendengar cerita tentang saudara kembar di alam lain, saya akan tersenyum lebih lebar. Karena saya tahu bahwa di dunia yang sedang kita bangun bersama, setiap dari kita mungkin akan benar-benar punya “kembaran”—bukan sebagai mitos, tetapi sebagai bagian dari sistem cerdas yang kita rancang sendiri.

    Saudara kembar digital. Bukan makhluk gaib, tetapi cermin masa depan.

    Salam

    (Riri Satria)

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    RECENT EVENT

    REFLEKSI BUDAYA & TADARUS SASTRA


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture