Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
First Indonesia Magazine- Keselamatan dan kesehatan kerja (OSH/HSE) kini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan operasional atau kepatuhan terhadap regulasi. Di tengah dunia kerja yang semakin digital, kompleks, dan penuh ketidakpastian, keselamatan perlu menjadi bagian dari strategi organisasi untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan kinerja jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Riri Satria dalam presentasinya bertajuk Dari Keselamatan Reaktif Menuju Prediktif dengan AI pada The 3rd Annual OSH Asia Summit 2026 di Sanur, Bali, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, pendekatan keselamatan perlu mengalami pergeseran, dari sekadar menangani insiden setelah terjadi menjadi kemampuan mengenali dan mengelola risiko sejak dini. Organisasi juga dituntut untuk mampu memahami berbagai risiko yang mungkin muncul di masa depan dan membangun ketangguhan dalam menghadapinya.
Dengan kata lain, pendekatan OSH/HSE bergerak dari reaktif menuju prediktif, dari mengelola insiden menuju mengelola risiko, serta dari sekadar compliance menuju resilience.
Dalam transformasi tersebut, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru. AI dapat membantu organisasi membaca pola, mengenali potensi bahaya, memprediksi risiko, hingga memberikan peringatan dini sebelum sebuah risiko berkembang menjadi insiden.
Namun, penerapan AI tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi baru. Riri menekankan pentingnya Enterprise Architecture sebagai kerangka yang menghubungkan strategi organisasi dengan proses bisnis, data, aplikasi, infrastruktur, regulasi, SOP, dan tata kelola.
Dengan pendekatan tersebut, AI tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem organisasi yang mendukung tujuan keselamatan secara menyeluruh.
Berbagai teknologi AI dapat diterapkan dalam bidang OSH/HSE. Predictive Analytics, misalnya, dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan kecelakaan atau kegagalan mesin berdasarkan data historis dan data real-time. Computer Vision dapat membantu mendeteksi kondisi tidak aman melalui kamera, seperti pekerja yang tidak menggunakan APD atau memasuki area berbahaya.
Sementara itu, integrasi IoT dan AI memungkinkan sensor pada mesin, kendaraan, maupun lingkungan kerja memberikan data secara berkelanjutan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan anomali dan menghasilkan peringatan dini sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.
AI juga dapat membantu menganalisis ribuan laporan kecelakaan, near miss, hasil inspeksi, dan dokumen lainnya melalui teknologi Natural Language Processing (NLP). Dari data tersebut, organisasi dapat menemukan pola risiko yang berulang maupun indikasi munculnya risiko baru.
Di sisi lain, Generative AI dapat berperan sebagai copilot bagi profesional HSE, misalnya dalam membantu merangkum laporan, menyusun analisis awal, atau mendukung proses investigasi. Meski demikian, AI tetap harus ditempatkan sebagai pendukung pengambilan keputusan, bukan pengganti manusia.
“Masa depan OSH/HSE bukanlah soal menggantikan manusia dengan mesin. Justru teknologi seharusnya membuat manusia mampu melihat lebih jauh sebelum risiko berubah menjadi insiden,” menjadi pesan utama dari pemaparan tersebut.
Pada akhirnya, transformasi digital OSH/HSE bukan semata tentang penggunaan teknologi, tetapi tentang kemampuan mengubah data menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi keputusan, dan keputusan menjadi tindakan. Enterprise Architecture memberikan arah bagi integrasi sistem, AI memperkuat kemampuan prediksi, sementara manusia tetap menjadi pusat dalam pengambilan keputusan dan penjaga nilai keselamatan. ***
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]