Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • BOM WAKTU

    16 Mar 2026 | Dilihat: 11 kali

    Kelihatannya buku pertama saya yang rampung tahun 2026 ini adalah buku kumpulan puisi berjudul "Bom Waktu: Kumpulan Puisi tentang Perkembangan Peradaban dan Ketimpangannya"

    Insya Allah akan menyusul setelahnya (sekarang masih dalam pesiapan), dua buku yang rada mumet, tentang analisis reflektif industri 5.0, ekonomi, bisnis, serta buku analisis reflektif tentang perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

    Pada buku ini, ada hampir 100 puisi yang memotret perkembangan ekonomi, sosial, budaya, teknologi, lingkungan hidup, serta berbagai isu kemanusiaan, dengan segala ketimpangannya, yang dikhawatikan akan jadi bom waktu dan meledakkan peradaban itu sendiri.

    Buku ini adalah refleksi saya mengamati kemajuan zaman sebagai orang yang dekat dengan dunia teknologi, ekonomi, birokrasi, serta mengamati persoalan sosial budaya, dan kemanusiaan.

    Beberapa pemikiran juga menjadi referensi saya untuk puisi pada buku ini, antara lain: Jared Diamond, Yuval Noah Harari, Joseph Eugene Stiglitz, Bill Gates, David Korten, Ziauddin Sardar, serta Nelson Mandela.

    Yuk memahami dan membahas isu global dan perkembangan peradaban serta ketimpangan, dengan cara yang puitis.

    Insya Allah akan terbit bulan Mei 2026 ini. Mohon dukungan dan restu sahabat pencinta puisi 🙏🏻😎🥰📚🇮🇩

    ------------------

    BOM WAKTU

    Di bawah langit yang semakin penuh antena

    dan kabel-kabel yang meniru akar pohon

    manusia membangun kota-kota dari cahaya

    menyusun algoritma seperti doa-doa baru

    dan memahat masa depan

    dari layar-layar yang tidak pernah tidur.

    Peradaban berjalan cepat

    terlalu cepat barangkali

    seperti kereta yang melaju

    melewati stasiun-stasiun kesunyian.

    Ekonomi tumbuh seperti hutan beton

    teknologi beranak pinak seperti bintang digital

    sosial berubah wajah setiap detik

    budaya berlari mengejar bayangannya sendiri

    sementara bumi

    planet tua yang sabar itu

    terus menahan napas panjang.

    Kita merayakan kemajuan

    seperti pesta tanpa akhir

    grafik yang menanjak

    data yang berkilau

    mesin yang semakin cerdas dari hari ke hari

    Namun di sela-sela tepuk tangan itu

    ada sesuatu yang berdetak.

    Sebuah bom waktu

    yang kita simpan diam-diam

    di ruang bawah tanah peradaban.

    Namanya ketimpangan.

    Ia hidup di antara gedung-gedung tinggi

    dan gang-gang yang gelap

    di antara jaringan internet tercepat

    dan desa-desa yang masih mencari sinyal

    di antara perut yang berlimpah

    dan perut yang menunggu roti.

    Ia juga bernafas

    dalam sungai yang semakin keruh

    dalam hutan yang pelan-pelan hilang dari peta

    dalam udara yang semakin berat

    di paru-paru generasi yang belum lahir.

    Peradaban kita seperti kota besar

    yang dibangun di atas ruang mesin

    yang tak pernah kita periksa.

    Di sana

    bom itu terus berdetak.

    Kita tahu ia ada

    tetapi sering pura-pura tidak mendengarnya

    karena musik kemajuan

    terlalu keras untuk dihentikan.

    Padahal jurang mulai menganga

    antara kaya dan miskin

    antara pusat dan pinggiran

    antara manusia dan alam

    yang semakin kehilangan bahasa bersama.

    Dan suatu hari

    jika kita terus menunda pertanyaan-pertanyaan paling dasar

    ledakan itu mungkin bukan suara bom

    melainkan runtuhnya makna.

    Runtuhnya keadilan!

    Runtuhnya kemanusiaan!

    Maka kita harus berhenti sejenak

    di tengah jalan yang terlalu cepat

    menunduk

    mendengarkan detak itu dengan jujur.

    Apa arti kemajuan

    jika manusia saling meninggalkan?

    Apa arti teknologi

    jika bumi kehilangan napasnya?

    Apa arti peradaban

    jika keadilan hanya menjadi legenda?

    Bom waktu itu masih berdetak.

    Di tangan kita.

    Dan mungkin

    masa depan bukan ditentukan

    oleh seberapa cepat kita maju

    melainkan

    seberapa berani kita membongkar

    bom yang kita buat sendiri.

    ---------

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    RECENT EVENT

    REFLEKSI BUDAYA & TADARUS SASTRA


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture