Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • Cepat Kali Engkau Pergi, Beristirahatlah dengan Tenang Bersama Sang Penyair Agung

    21 Oct 2024 | Dilihat: 569 kali

    Riri Satria bersama almarhum Tatan Daniel (kanan).

    In-Memoriam Tatan Daniel
    Oleh: Riri Satria

    Bang, cepat kali engkau pergi. Sungguh kabar kepergianmu membuat saya dan para sahabatmu lainnya yang sangat banyak itu sangat berduka. Rasanya kami semua sepakat, Abang adalah orang baik, penuh prinsip, sikap, dan berdedikasi dalam memperuangkan kepentingan para seniman, terutama di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

    Bang, ketika menulis catatan singkat ini tentang dirimu, aku masih berduka. Tidak tahu aku harus mulai dari mana menulisnya. Rasanya banyak sekali yang ingin aku tulis. Tetapi baiklah, aku tulis yang penting-penting saja ya Bang.

    Pertama, terima kasih banyak Bang sudah mau menuliskan ulasan singkat tentang buku kumpulan puisi tunggal aku ā€œMetaverseā€ yang terbit tahun 2022, pas saat aku merayakan Ulang Tahun ke-52. Saat itu bahkan Abang bersedia menjadi salah satu narasumber untuk membahas buku itu. Saya mendengarkan dengan seksama semua ulasan Abang, baik yang mengapresiasi maupun yang mengkritik memberikan masukan atau gagasan dalam perspektif lain.

    Kedua, kita sering terlibat diskusi panjang soal Revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bahkan beberapa kali kita bicara lewat telepon lebih dari satu jam! Saya menjelaskan konsep BOT atau Build Operate Transfer kepada Abang yang menjadi landasan berpikir strategi Revitalisasi TIM. Sebagai orang yang lumayan paham soal ini, aku sering memberikan masukan kepada Abang supaya Gerakan SaveTIM menjadi semakin terkonsep dan terarah. Intinya, saya berprinsip sama dengan Abang bahwa TIM harus dikelola sebagai sebuah ekosistem kesenian, bukan ekosistem ekonomi dan bisnis. Dengan demikian, konsep BOT ini harus diwaspadai dan dikritisi.

    Ketiga, terima kasih atas dukungan moral dari Abang kepada aku. Abang sering mengatakan bahwa dunia sastra Indonesia butuh orang seperti Riri Satria untuk secara konsisten memberikan masukan kepada para sastrawan supaya dapat mengikuti perkembangan zaman teknologi digital, kecerdasan buatan, sustainable development growth, serta mengawal peradaban Masyarakat Cerdas 5.0 yang mulai terasa membentuk digital human. ā€œItulah tugas utama Riri di dunia sastra!ā€ demikian Abang menegaskan kepada aku berkali-kali.

    Keempat, kita beberapa kali berdiskusi soal perlukah Indonesia memiliki Kementerian Kebudayaan tersendiri sebagai manifastasi dari Undang – Undang No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kita ada sedikit beda pendapat di sini soal teknis dan rincian, namun secara prinsip kkita sepakat bahwa Indonesia memiliki Kementerian Kebudayaan tersendiri.

    Abang pernah berkata, ā€œAku senang ada kau main-main di TIM ini Ri! Aku jadi punyaĀ sparring partnerĀ diskusi yang intelektual.ā€ Ah, rasanya itu sebuah pujian dari Abang untuk saya. Tetapi saya dapat melihat dari raut wajah Abang, bahwa Abang mengatakan dengan tulus. Itu juga yang membuat aku selalu siap jika abang ngajak ngobrol soal apapun, terutama konsep BOT dalam Revitalisasi TIM.

    Bang, aku ingin sekali mengantarmu ke tenpat peristirahatan terakhir, sekaligus memberikan penghormatan terakhirku. Namun apa daya, ada agenda lain yang tak bisa aku tinggalkan. Aku munajatkan doa terbaik untuk Abang, kulafazkan Al-Fatihah untuk Abang, lalu kubacakan sebuah puisi dari buku puisimu ā€œPada Suatu Hari yang Panjangā€.

    Hari-hari yang panjang itu sudah engkau lewati dengan baik Bang, sudah banyak yang baik yang Abang perjuangkan. Saatnya Abang beristirahat dengan tenang. Semua yang Abang lakukan akan tetap dikenang oleh kami yang sangat mengenalmu.

    Oh ya Bang, aku masih ingat ucapanmu pada kesaksian untuk mengenang sahabat yang telah pergi pada Tahlil Budaya II, 29 Oktober 2021 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta. ā€œKita belajar dari semua sahabat yang sudah mendahului kita tentang semangat dan dedikasi perjuangan. Salah satunya Yoevita Soekotjo, seorang perempuan penyair yang di saat sakitnya yang akut masih menyempatkan diri datang ke TIM dan melantangkan suaranya yang peduli terhadap TIM sebagai rumah berkesenian dan kebudayaan.ā€

    Jadi, jika nanti Abang ketemu Yoevita nanti di alam sana, sampaikanlah salamku kepadanya. Abang dan Yoevita sudah berpuisi di keabadian, sementara aku dan sahabat lainnya di sini masih di kefanaan.

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.

    Selamat jalan Bang Tatan Daniel. Aku bersaksi bahwa Abang adalah orang baik.

    Jakarta, 19 Oktober 2024

    Catatan Redaksi: Tatan Daniel meninggal dunia pada Sabtu, 19 Oktober 2024 pukul 14.02 di RS Husada Jakarta Pusat, Redaksi dan seluruh staf PojokTIM mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadahnya menjadi penerang jalan menuju Tuhannya, dan keluarga yang ditinggalkan ttabah dan tawakal menerimna cobaan ini.

    Sumber : PojokTim

    About The Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku ā€œApa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: ā€œJendelaā€ (2016), ā€œWinter in Parisā€ (2017), ā€œSiluet, Senja, dan Jinggaā€ (2019), ā€œMetaverseā€ (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul ā€œAlgoritma Kesunyianā€ (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: ā€œUntuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnisā€ (2003), trilogi ā€œProposisi Teman Ngopiā€ (2021) yang terdiri tiga buku ā€œEkonomi, Bisnis, dan Era Digitalā€, ā€œPendidikan dan Pengembangan Diriā€, dan ā€œSastra dan Masa Depan Puisiā€ (2021), serta ā€œJelajahā€ (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ā  Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa AlaaĀ atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Ā  oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture