Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh: Riri Satria Saya tidak sedang mencari apa pun ketika mulai menata ulang buku-buku di ruang kerja dan perpustakaan pribadi di rumah. Ini pekerjaan biasa, membersihkan debu, menyusun ulang rak, memindahkan sebagian buku yang sudah lama tak tersentuh. Namun seperti banyak peristiwa reflektif dalam hidup, justru dari hal remeh itulah kesadaran muncul. Di satu sudut […]
oleh: Riri Satria Sejarah tidak selalu berjalan sebagai kisah kepahlawanan yang rapi. Ia sering hadir sebagai dentuman, keras, mendadak, dan meninggalkan retakan panjang dalam ingatan kolektif. Gedor Depok adalah salah satu dentuman itu. Ia bukan sekadar peristiwa kekerasan lokal dalam masa Revolusi Indonesia, melainkan simpul penting untuk memahami bagaimana revolusi, identitas, dan emosi kolektif dapat […]
oleh: Riri Satria Tulisan ini lahir dari sebuah pertanyaan sederhana yang diajukan seorang sahabat jurnalis kepada saya, apakah Amerika Serikat menggunakan AI dalam operasi militernya terhadap Venezuela? Lalu saya mencoba menelusuri berbagai sumber yang dapat saya akses, analisis teknologi, dan berita internasional, dan semakin terasa bahwa jawaban atas pertanyaan itu tidak berdiri di satu titik, […]
oleh: Riri Satria Ada momen-momen yang terasa sangat pribadi, tetapi justru di situlah percakapan paling jujur dengan diri sendiri terjadi. Bagi saya, momen itu hadir ketika saya kembali menemukan sepuluh buku ini yang terdiri dari empat karya Jared Diamond dan enam karya David C. Korten, saat membereskan dan menata ulang buku-buku di ruang kerja, perpustakaan […]
Sudah banyak saya memotret kabel-kabel kusut di berbagai tempat. Nah kali ini saya iseng-iseng bikin tulisan diinspirasi oleh kabel kusut. Jangan-jangan menggambarkan kekusutan kita saat ini. Supaya terlihat sok hebat dan serius, saya sertakan sedikit soal eksistensial dan postmodernisme. Semoga tidak tambah kusut ya 😁 Kadang hal-hal yang paling sederhana justru paling jujur. Misalnya kabel-kabel […]
Berat rasanya menulis kalimat perpisahan ini. Akhirnya, satu per satu, buku-buku yang selama ini menghuni ruang kerja dan perpustakaan pribadi saya berpamitan dari rumah kami. Sebagian di antaranya telah menetap lebih dari 15 tahun menyaksikan perubahan zaman, pergantian fase hidup, juga pertumbuhan cara berpikir saya. Sekitar seribu buku kini berpindah tangan, meninggalkan rak-rak yang selama […]
Catatan untuk Buku Terbaru Karya Rissa Churria “Tiga Penjaga Rahasia Lumora” oleh: Riri Satria Selamat untuk Rissa Churria atas terbitnya buku terbarunya “Tiga Penjaga Rahasia Lumora”. Kali ini Rissa memang agak lain dengan melangkah sedikit keluar dari jalur yang selama ini akrab dengannya yaiu puisi dan esai. Kali ini ia memilih wilayah lain yaitu cerita […]
Ada satu rak buku di rumah yang kemarin tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Bukan karena sampulnya mewah atau judulnya provokatif, melainkan karena isinya yaitu deretan jilid tesis, tebal, formal, nyaris kaku, yang menyimpan cerita jauh lebih manusiawi daripada sekadar good theory, good data, good methodology dan daftar pustaka. “Ini buku-buku apa?” tanya kawan-kawan yang sedang memilih […]
Dua mandau itu selama bertahun-tahun setia menghuni ruang kerja dan perpustakaan pribadi saya. Diam, tergantung atau tersandar rapi, seolah hanya menjadi artefak estetika, sekadar penanda eksotisme atau cendera mata perjalanan. Namun ketika ruang-ruang di rumah ditata ulang, saya menyadari sesuatu bahwa mandau-mandau itu tidak sekadar benda. Mereka adalah simpul ingatan. Mereka bernapas. Mandau itu saya […]
oleh: Riri Satria Ketika saya duduk menatap layar laptop di awal tahun 2026, rasanya seperti berada di persimpangan antara antusiasme dan kegelisahan. Angka-angka ekonomi digital terus bermunculan, memukau sekaligus menuntut kita untuk merenung, apa makna semua pertumbuhan itu bagi kehidupan kita? Bukan hanya secara statistik, tetapi secara manusiawi. Indonesia telah memasuki tahun 2026 sebagai mesin […]
oleh: Riri Satria Poetry is a sociohistorical record of both facts and emotion — Rosemarie Dombrowski Saya selalu percaya bahwa puisi bukan sekadar susunan kata yang indah atau permainan metafora yang memikat. Puisi adalah jejak. Ia merekam sesuatu yang sering luput dari arsip sejarah resmi yaitu emosi, luka, ketakutan, harapan, dan kesunyian manusia. Jika […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Memasuki tahun 2026, kata yang paling sering saya dengar dari para ekonom bukanlah optimisme, melainkan kewaspadaan. Bukan karena Indonesia rapuh, tetapi justru karena dunia sedang tidak baik-baik saja. Gejolak ekonomi global sepanjang 2025 mulai dari ketegangan dagang, dampak resiprokal tarif, hingga arah kebijakan moneter negara-negara besar telah meninggalkan riak […]
Alhamdulillah, sebuah kata yang kita ucapkan perlahan, seperti menaruh tangan di dada sendiri, merasakan denyut hidup yang masih setia berdetak. Itu bukan sekedar ucapan syukur, melainkan pengakuan bahwa kita telah sampai sejauh ini, melewati tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya dengan segala liku, jatuh bangun, tawa yang singkat, dan perjalanan yang panjang. Ada hari-hari ketika kita […]
Waktu berdiri di ambang pintu menoleh sebentar ke belakang pada jejak-jejak yang tak selalu rapi namun jujur pernah kita tapaki Langit menahan napasnya kembang api menyala sebentar lalu padam seperti banyak keinginan yang sempat bersinar, lalu belajar untuk ikhlas. Di antara detik yang menua dan lahir kembali kita duduk dalam hening yang lebih dewasa tidak […]
Sebuah Catatan untuk Buku Kumpulan Puisi Terbaru karya Emi Suy, "Perempuan Mesti Bisa Menjahit, Setidaknya Menjahit Lukanya Sendiri" oleh: Riri Satria Selamat untuk sahabat saya, penyair Emi Suy atas terbitnya buku kumpulan puisi terbaru berjudul "Perempuan Mesti Bisa Menjahit, Setidaknya Menjahit Lukanya Sendiri". Buku ini merangkum puisi-puisi karya Emi Suy dalam kurun waktu tahun 2022- […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera