Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
oleh: Riri Satria Pagi berjalan seperti pagi-pagi lainnya. Secangkir kopi mengepul pelan di meja, udara masih menyisakan dingin sisa malam, dan pikiran belum sepenuhnya terbangun. Hingga sebuah pesan WhatsApp masuk dari seorang sahabat. Singkat, tapi menggelitik ingatan. Ia bertanya tentang Adversity Quotient atau AQ. Saya tersenyum kecil. Rupanya ia menemukan jejak digital tulisan lama saya […]
Ada satu kepastian yang pelan-pelan kita sadari seiring bertambahnya usia, bahwa suatu hari, tanpa bisa ditawar, kita akan dipanggil pulang oleh Tuhan. Saat itulah seluruh peran, jabatan, kesibukan, dan ambisi kita di dunia dinyatakan selesai. Tidak ada rapat lanjutan, tidak ada rencana esok hari. Semua berhenti pada satu titik, perjumpaan dengan Sang Pemilik Hidup. Ketika […]
oleh: Riri Satria Saya sering merenung, betapa dunia bisnis pada akhirnya tak jauh berbeda dari hukum alam. Survival of the fittest bukan sekadar jargon teori ekologi, melainkan kenyataan yang diam-diam bekerja setiap hari di ruang-ruang rapat, di balik laporan keuangan, dan dalam keputusan-keputusan yang kadang tak pernah dirayakan. Mereka yang bertahan bukan selalu yang paling […]
Terima kasih Universitas Paramadina atas undangannya unntuk ikut serta baca puisi karya Prof. Abdul Hadi WM, Guru Besar Universitas Paramadina serta penyair, budayawan, dan tokoh filsafat Islam di Indonesia. Acara diselenggarakan secara daring dalam rangka mengenang 2 tahun wafatnya Prof. Abdul Hadi WM serta Dies Natalis Universitas Paramadina ke-28. Saya kebagian membacakan puisi Prof. Abdul […]
oleh: Riri Satria Saya pertama kali menyadari ada yang berubah ketika kecerdasan buatan tidak lagi sekadar “menjawab”. Ia mulai melakukan. Bukan karena ia membangkang, tetapi karena ia memahami tujuan. Dari titik itu, istilah Agentic AI terasa bukan sekadar konsep teknis, melainkan penanda zaman di mana terjadi sebuah pergeseran cara kita bekerja, berpikir, dan menata ulang […]
oleh : Riri Satria Saya lahir pada tahun 1970. Sebuah tahun yang menempatkan saya dengan cukup jelas dalam kategori Generasi X. Generasi yang sering disebut “generasi peralihan”, dan bagi saya, sebutan itu bukan sekadar label demografis, melainkan pengalaman hidup yang nyata. Saya tumbuh di dunia yang sepenuhnya analog, lalu perlahan bermigrasi ke dunia digital. Dengan […]
oleh : Riri Satria Saya sering menyadari bahwa dorongan menulis tidak selalu datang dari kemarahan atau keyakinan yang sudah bulat. Justru, ia kerap lahir dari rasa ragu. Ada sesuatu yang terasa tidak sepenuhnya benar, tetapi juga belum cukup jelas untuk disalahkan. Dari titik inilah saya belajar membedakan dua cara menulis yang tampak serupa, namun sebenarnya […]
oleh: Riri Satria Tulisan esai argumentatif sering kali disalahpahami sebagai tulisan yang kaku, penuh data, dan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal justru sebaliknya. Esai argumentatif adalah ruang di mana pikiran, pengalaman personal, dan keberpihakan penulis bertemu dengan nalar yang jernih. Ia bukan sekadar upaya membuktikan siapa yang paling benar, melainkan ajakan untuk berpikir bersama, […]
oleh: Riri Satria Esai adalah salah satu bentuk tulisan yang memberi ruang luas bagi penulis untuk menyampaikan gagasan, pandangan, dan penilaiannya terhadap suatu hal dengan cara yang bebas, tetapi tetap bertanggung jawab secara nalar. Ia tidak seketat karya ilmiah yang penuh data dan metodologi, namun juga tidak sebebas fiksi yang sepenuhnya imajinatif. Dalam esai, pikiran […]
Saya tumbuh di sebuah kota pantai bernama Padang, di Sumatera Barat. Sejak kecil, laut bukanlah sesuatu yang jauh atau asing buat saya. Ia hadir sebagai latar kehidupan, sebagai halaman depan ingatan. Orang tua saya kerap mengajak saya berjalan-jalan ke pantai, kadang pagi, kadang sore, tanpa tujuan yang rumit selain menikmati angin dan suara ombak sambil […]
Saya punya satu kebiasaan kecil yang selalu menghadirkan ketenangan yaitu duduk di tepi laut sambil menikmati kopi. Sejak bertahun-tahun lalu, salah satu kafe favorit saya di kawasan Ancol bernama Kafé Hoax. Lokasinya persis di pantai. Dari sana, laut terbentang, angin asin berhembus pelan, dan waktu seolah melambat. Nama kafe itu dulu terasa unik, bahkan jenaka. […]
Beberapa waktu yang lalu di tengah suasana focus group discussion (FGD) yang sedang hangat-hangatnya, seorang kolega, sesama peserta diskusi tiba-tiba melontarkan satu kata, yaitu RUNGKAD. Ia mengusulkannya sebagai terjemahan dari unfavorable chaotic situation. Seketika ruangan pecah oleh gelak tawa. Hampir semua orang paham rujukannya, yaitu judul lagu Happy Asmara yang sempat nge-hits belum lama ini. […]
oleh : Riri Satria Beberapa waktu yang lalu, saya diundang menjadi narasumber dalam sebuah focus group discussion yang membahas peran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pencegahan dan penanggulangan tindak kriminal. Forum itu tidak hanya berbicara soal teknologi sebagai alat, tetapi juga tentang harapan bagaimana AI dapat berkontribusi pada upaya preventif dan korektif, […]
oleh: Riri Satria Ada persahabatan yang tak pernah dimulai dari jabat tangan, namun tumbuh dari getar kata, dari puisi yang dibacakan dengan segenap jiwa. Diyah Mahmawati adalah sahabat seperti itu bagi saya. Saya mengenalnya pertama kali pada tahun 2017, bukan di sebuah ruang pertemuan sastra, bukan pula di kampus atau panggung kebudayaan. Saya menemukannya secara […]
Suatu hari saya mendengar kalimat ini diucapkan dengan ringan, hampir seperti gurauan intelektual, “prompting is poetry.” Kalimat itu singkat, tetapi ia tinggal lama di kepala saya. Seperti larik puisi yang tampak sederhana, namun terus bergaung karena menyentuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar makna literal. Awalnya saya ragu. Bagaimana mungkin sebuah prompt atau kalimat instruksional […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera