Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Dalam sastra dan puisi, pengarang dapat menuangkan segala bentuk pemikiran, perasaan, dan imajinasi mereka dengan cara yang kreatif dan berbeda. Sastra dan puisi menjadi sarana yang efektif untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pesan, serta merekam kehidupan dan budaya suatu zaman.
Di zaman ketika layar ponsel nyaris tak pernah jauh dari genggaman, kita sering merasa sudah “melek digital”. Kita bisa mengunduh aplikasi, membuat akun media sosial, berbelanja online, bahkan mengatur keuangan lewat satu sentuhan jari. Namun, benarkah semua itu sudah cukup untuk disebut sebagai literasi digital? Jawabannya, jelas belum! Literasi digital atau kecakapan digital bukan semata […]
Beberapa hari yang lalu, saya terlibat diskusi ringan namun hangat tentang Madilog bersama beberapa sahabat. Tidak ada forum resmi, tidak ada podium, hanya beberapa cangkir kopi, dan obrolan yang mengalir dari satu topik ke topik lain. Anehnya dari percakapan santai itu, saya justru kembali disadarkan pada satu hal penting yaitu betapa radikal dan relevan gagasan […]
oleh: Riri Satria Dalam eksistensialisme, manusia tidak pernah lahir dengan makna yang sudah selesai. Kita dilempar ke dunia atau "thrownness", menurut Heidegger tanpa petunjuk yang pasti. Di tengah keterlemparan itu, saya sering merasa pikiran berserakan, emosi tak bernama, dan hidup bergerak tanpa sempat saya pahami. Di situlah menulis mulai terasa bukan sebagai pilihan, melainkan sebagai […]
Masih dalam rangka saya menata ulang rak buku di rumah yang hanya pekerjaan rumah yang tertunda, membereskan ruang kerja, mengelap debu, memindahkan buku-buku yang terlalu lama berdiri tanpa disentuh. Namun seperti banyak hal dalam hidup, pekerjaan yang tampak remeh itu tiba-tiba berubah menjadi perjalanan batin. Saya menemukan kembali buku-buku futuristik, bacaan lama yang dulu begitu […]
oleh: Riri Satria Saya tidak sedang mencari apa pun ketika mulai menata ulang buku-buku di ruang kerja dan perpustakaan pribadi di rumah. Ini pekerjaan biasa, membersihkan debu, menyusun ulang rak, memindahkan sebagian buku yang sudah lama tak tersentuh. Namun seperti banyak peristiwa reflektif dalam hidup, justru dari hal remeh itulah kesadaran muncul. Di satu sudut […]
oleh: Riri Satria Ada momen-momen yang terasa sangat pribadi, tetapi justru di situlah percakapan paling jujur dengan diri sendiri terjadi. Bagi saya, momen itu hadir ketika saya kembali menemukan sepuluh buku ini yang terdiri dari empat karya Jared Diamond dan enam karya David C. Korten, saat membereskan dan menata ulang buku-buku di ruang kerja, perpustakaan […]
Aku bukan garis pulang namun juga bukan titik lupa arah berdiam di antara dua nyala api. Satu mengukur satu membayangkan tak semua yang nyata perlu suara tak semua yang mungkin perlu bukti. Aku belajar hidup di logika yang ditolak Itu bukan ruang yang hanya sah karena tak mampu didefinisikan padahal lorong itu melingkar waktu juga […]
Catatan atas Pertanyaan dan Gugatan Terhadap Diri oleh: Riri Satria Saya sering dikatakan tidak fokus. Alasannya terdengar sederhana sekaligus menghakimi karena saya dianggap menyentuh terlalu banyak bidang. Bukan hanya teknologi digital, transformasi digital, manajemen strategis, dan bisnis, yang sejak lama menjadi wilayah kerja saya, tetapi juga ekonomi makro, persoalan sosial dan kebudayaan, filsafat, bahkan sastra, […]
Seekor kucing imajiner hidup dalam eksperimen kemungkinan yang menahan napas di dalam kotak jika waktu dilipat detik menjadi tanda tanya hidup dan mati belum sepakat berpisah. Tak ada saksi selain probabilitas yang berdoa tanpa bahasa kita menunda membuka bukan karena takut pada kematian tetapi karena rindu pada ambiguitas. Di luar kotak kita menyebut diri pengamat […]
Waktu tidak lagi berjalan ia berbisik retak di sela ingatan menunda dirinya sendiri jam-jam kehilangan titik tolak detik tidak sepakat pada asal-usul masa lalu menyusup ke kini seperti cahaya yang tiba terlambat Ruang bukan hamparan tenang ia melengkung oleh yang tak terucap oleh beban nama oleh keyakinan yang ingin abadi. Aku melihat namun mataku bukan […]
Saya menemukan kembali sepuluh buku pada foto ini bukan dalam suasana akademik yang khidmat, melainkan ketika sedang membereskan buku-buku di ruang kerja atau lebih tepatnya, perpustakaan pribadi saya di rumah. Rak demi rak saya rapikan, sebagian buku saya susun ulang, sebagian lain saya pindahkan. Di tengah proses itu, mata saya tiba-tiba tertumbuk pada sepuluh buku […]
Catatan Mengenang Penyair Yoevita Soekotjo ole: Riri Satria Beberapa hari terakhir ini saya membereskan buku-buku di ruang kerja, sebuah ruang yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berdiam pikiran, kenangan, dan percakapan sunyi dengan diri sendiri. Rak demi rak saya kosongkan, saya susun ulang, sebagian besar buku-buku itu saya lepaskan. Hingga pada satu rak, pandangan saya tertahan. […]
Berat rasanya menulis kalimat perpisahan ini. Akhirnya, satu per satu, buku-buku yang selama ini menghuni ruang kerja dan perpustakaan pribadi saya berpamitan dari rumah kami. Sebagian di antaranya telah menetap lebih dari 15 tahun menyaksikan perubahan zaman, pergantian fase hidup, juga pertumbuhan cara berpikir saya. Sekitar seribu buku kini berpindah tangan, meninggalkan rak-rak yang selama […]
Catatan untuk Buku Terbaru Karya Rissa Churria “Tiga Penjaga Rahasia Lumora” oleh: Riri Satria Selamat untuk Rissa Churria atas terbitnya buku terbarunya “Tiga Penjaga Rahasia Lumora”. Kali ini Rissa memang agak lain dengan melangkah sedikit keluar dari jalur yang selama ini akrab dengannya yaiu puisi dan esai. Kali ini ia memilih wilayah lain yaitu cerita […]
oleh: Riri Satria Poetry is a sociohistorical record of both facts and emotion — Rosemarie Dombrowski Saya selalu percaya bahwa puisi bukan sekadar susunan kata yang indah atau permainan metafora yang memikat. Puisi adalah jejak. Ia merekam sesuatu yang sering luput dari arsip sejarah resmi yaitu emosi, luka, ketakutan, harapan, dan kesunyian manusia. Jika […]
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]
Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]
Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera