Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • BELAJAR MEMBACA MANUSIA DAN MENGHADAPI DUNIA: DUA BUKU HARVEY MACKAY

    24 Oct 2026 | Dilihat: 10 kali

    oleh: Riri Satria

    Ada 2 buku lama yang hingga kini masih saya ingat dan memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan intelektual serta profesional saya. Keduanya merupakan karya Harvey Mackay, pengusaha, penulis, dan pembicara bisnis asal Amerika Serikat. Buku pertama, "Swim with the Sharks Without Being Eaten Alive" terbit pada 1988, sedangkan buku kedua, "Beware the Naked Man Who Offers You His Shirt" terbit pada 1990.

    Kedua buku ini termasuk buku favorit saya pada masanya. Saya membacanya ketika masih menjadi mahasiswa, ketika wawasan dan cara pandang saya tentang dunia profesional masih terus berkembang. Menariknya, kedua buku tersebut membuka cakrawala pemikiran saya tentang manusia, persaingan, bisnis, dan bagaimana seseorang sebaiknya mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Pengalaman membacanya bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga memperkenalkan cara pandang yang kemudian terasa manfaatnya dalam perjalanan profesional saya.

    Buku "Swim with the Sharks Without Being Eaten Alive" secara harfiah berarti berenang bersama hiu tanpa dimakan hidup-hidup. Hiu merupakan metafora bagi lingkungan persaingan yang keras, orang-orang yang agresif, serta situasi yang menuntut kecermatan dan ketegasan. Mackay membahas berbagai strategi praktis mengenai negosiasi, manajemen, motivasi, dan cara membangun hubungan dengan pelanggan. Ketika membacanya sebagai mahasiswa, saya menemukan perspektif yang menarik: dunia profesional ternyata bukan hanya tentang penguasaan ilmu dan kemampuan teknis, melainkan juga tentang bagaimana memahami orang lain, membaca situasi, serta mengambil keputusan dengan tepat.

    Kita tidak bisa selalu mengharapkan lingkungan yang ideal. Ada persaingan, perbedaan kepentingan, dan situasi yang menuntut kecerdasan dalam bersikap. Buku ini mengajarkan bahwa kita tidak harus menjadi hiu untuk bisa berenang di lautan yang dihuni hiu. Kita hanya perlu memahami bagaimana menghadapi persaingan tanpa kehilangan prinsip dan integritas.

    Buku kedua "Beware the Naked Man Who Offers You His Shirt", memiliki judul yang tak kalah menarik. Terjemahan bebasnya adalah Waspadalah terhadap "Orang Telanjang yang Menawarkan Bajunya kepada Anda". Ungkapan ini mengandung peringatan agar kita berhati-hati terhadap orang yang menawarkan sesuatu yang belum tentu benar-benar ia miliki atau mampu ia berikan.

    Dalam konteks bisnis dan kehidupan profesional, seseorang mungkin sangat pandai berbicara, menjanjikan keberhasilan, atau menawarkan solusi yang terdengar meyakinkan, tetapi belum tentu memiliki pengalaman, kompetensi, dan rekam jejak yang mendukung perkataannya.

    Buku ini berisi pelajaran praktis tentang pengembangan karier, dan hubungan antarmanusia. Salah satu gagasan utamanya adalah pentingnya mencintai pekerjaan, melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, serta memberikan hasil yang melampaui apa yang dijanjikan.

    Ketika membacanya pada masa kuliah, saya mulai melihat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga oleh kemampuan membuktikannya melalui tindakan. Pelajaran tersebut terasa sederhana, tetapi sangat mendasar dalam membangun kepercayaan.

    Jika direnungkan kembali, kedua buku tersebut menawarkan pelajaran yang saling melengkapi. Buku pertama mengajarkan kita untuk memahami dinamika persaingan dan mengembangkan kecakapan menghadapi orang lain, sedangkan buku kedua mengingatkan kita agar mampu menilai kredibilitas, membedakan janji dari kenyataan, dan menjaga kualitas diri. Bagi seorang mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional, gagasan-gagasan seperti ini terasa membuka cakrawala karena memperlihatkan sisi kehidupan yang tidak selalu diperoleh dari ruang kuliah.

    Pengetahuan akademis tetap penting, tetapi kehidupan profesional juga menuntut kemampuan membaca situasi, membangun jaringan, bernegosiasi, memahami kepentingan, dan menjaga integritas. Kini, setelah melewati perjalanan karier yang panjang, saya dapat melihat kembali betapa berartinya membaca buku-buku tersebut sejak muda. Tidak semua pelajaran langsung terasa manfaatnya ketika pertama kali dibaca. Sebagian justru baru menemukan maknanya setelah kita mengalami sendiri berbagai situasi dalam kehidupan.

    Pengalaman membaca kedua buku favorit Harvey Mackay itu mengingatkan saya bahwa sebuah buku dapat menjadi jendela untuk melihat dunia yang lebih luas, bahkan sebelum kita benar-benar memasukinya. Ketika masih mahasiswa, saya membacanya dengan rasa ingin tahu dan menemukan perspektif baru tentang manusia, bisnis, serta persaingan.

    Bertahun-tahun kemudian, sebagian gagasannya terasa semakin relevan karena kehidupan memberikan kesempatan untuk menguji dan memahaminya secara langsung. Kita perlu belajar berenang dengan baik agar tidak menjadi korban keadaan, sekaligus belajar mengenali siapa yang layak dipercaya ketika menawarkan pertolongan atau jalan keluar.

    Buku yang baik mungkin selesai dibaca dalam beberapa hari, tetapi cakrawala yang dibukanya dan pelajaran yang ditinggalkannya dapat menemani seseorang sepanjang perjalanan hidup.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Hari ini pas Hari Pelindo 1 Oktober, Paltform Digital Adhara resmi dipergunakan

    HAPPY 14 ANNIVERSARY Pelindo Solusi Digital - PSD

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture