Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • 10 TIPS PRAKTIS AGAR TERHINDAR DARI KEJAHATAN SIBER

    21 Oct 2026 | Dilihat: 8 kali

    oleh:  Riri Satria

    Kejahatan siber bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang usia, pendidikan, pekerjaan, maupun status sosial. Bentuknya beragam, mulai dari penipuan melalui WhatsApp, phishing, pencurian identitas, pembobolan rekening, hingga pemerasan digital. Kita memang tidak bisa menghilangkan seluruh risiko, tetapi kita bisa memperkecil peluang menjadi korban dengan kebiasaan digital yang aman.

    Berikut 10 tips praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda

    Jangan menggunakan satu kata sandi untuk semua akun. Buat kata sandi yang panjang dan unik, terutama untuk email, perbankan, serta media sosial. Gunakan password manager agar lebih mudah mengelolanya.

    1. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)

    Tambahkan lapisan keamanan selain kata sandi. Jika tersedia, gunakan passkey atau aplikasi autentikator. Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau kode pemulihan kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.

    1. Jangan sembarangan mengeklik tautan (link)

    Waspadai pesan yang mendesak Anda mengklaim hadiah, membayar denda, memperbarui data, atau memverifikasi rekening. Periksa alamat situs dengan teliti. Lebih aman membuka situs atau aplikasi resmi secara langsung daripada melalui tautan dalam pesan.

    1. Verifikasi sebelum percaya atau mentransfer uang

    Jika ada teman, keluarga, atasan, atau pejabat meminta uang, kode rahasia, atau data penting melalui pesan, pastikan identitasnya melalui saluran komunikasi lain. Akun yang digunakan bisa saja telah diambil alih atau ditiru.

    1. Batasi informasi pribadi di internet

    Hindari mengunggah foto KTP, tiket perjalanan, alamat rumah, nomor telepon, dokumen pekerjaan, atau informasi yang dapat digunakan untuk menebak kata sandi dan pertanyaan keamanan. Atur privasi media sosial sesuai kebutuhan.

    1. Perbarui sistem operasi dan aplikasi

    Instal pembaruan keamanan pada ponsel, komputer, browser, dan aplikasi. Pembaruan menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan penjahat siber. Hindari aplikasi bajakan atau aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya.

    1. Berhati-hati menggunakan Wi-Fi publik

    Jangan sembarangan mengakses layanan perbankan atau memasukkan informasi sensitif melalui jaringan yang tidak tepercaya. Utamakan jaringan seluler pribadi, matikan koneksi otomatis ke Wi-Fi yang tidak dikenal, dan jangan mengabaikan peringatan keamanan browser.

    1. Amankan rekening dan transaksi digital

    Aktifkan notifikasi transaksi, gunakan PIN perangkat yang kuat, serta tetapkan batas transaksi sesuai kebutuhan. Periksa nama penerima dan nominal sebelum mengonfirmasi pembayaran. Jangan pernah mengizinkan orang lain mengakses aplikasi perbankan dari jarak jauh.

    1. Lakukan backup data secara berkala

    Simpan salinan dokumen dan data penting di media atau layanan backup yang aman. Pisahkan backup dari perangkat utama agar tetap tersedia jika perangkat terkena ransomware, hilang, atau rusak. Uji pemulihan data sesekali.

    1. Bertindak cepat jika menemukan sesuatu yang mencurigakan

    Jangan panik dan jangan menuruti ancaman pelaku. Hentikan komunikasi, simpan bukti, ganti kata sandi dari perangkat yang aman, putuskan akses atau sesi yang mencurigakan, dan hubungi bank atau penyedia layanan terkait. Jika sudah terjadi penipuan, segera laporkan melalui kanal resmi yang berwenang.

    Prinsip utama: berhenti sejenak sebelum bertindak

    Ingat 3 hal sederhana berikut:

    1. Jangan mudah percaya. Identitas, foto, suara, dan video seseorang dapat dipalsukan menggunakan teknologi AI.
    2. Jangan terburu-buru. Penipu sering menciptakan rasa takut, panik, atau euforia agar kita mengambil keputusan tanpa berpikir.
    3. Jangan sembarangan berbagi. Kata sandi, OTP, PIN, dan data pribadi adalah kunci akses yang harus dijaga.

    Kita juga perlu memahami bahwa keamanan siber bukan semata-mata persoalan teknologi, melainkan persoalan perilaku manusia. Sistem keamanan secanggih apa pun dapat menjadi tidak berarti jika penggunanya mudah tertipu, lengah, atau mengabaikan prosedur.

    Pertahanan siber yang paling mendasar dimulai dari diri kita sendiri: berpikir kritis, memeriksa sebelum percaya, dan bertindak hati-hati sebelum mengeklik, membagikan informasi, atau mengirimkan uang.

    Dalam  keamanan siber, ada beberapa ungkapan yang bisa digunakan:

    - Be aware — sadar dan memahami adanya risiko.

    - Stay alert — tetap waspada terhadap ancaman.

    - Be vigilant — senantiasa berjaga-jaga dan cermat.

    - Think before you click — berpikirlah sebelum mengeklik.

    - Stop, think, verify — berhenti, berpikir, dan verifikasi.

    WASPADA, PERIKSA, VERIFIKASI.

    Salam

    -- Riri Satria ---

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Hari ini pas Hari Pelindo 1 Oktober, Paltform Digital Adhara resmi dipergunakan

    HAPPY 14 ANNIVERSARY Pelindo Solusi Digital - PSD

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture