Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
Jakarta, Veritika.id – Penggiat sastra dan Komisaris Utama PT ILCS Pelindo Solusi Digital, Riri Satria, menjadi salah satu narasumber Festival Komunitas Sastra Jakarta Utara yang berlangsung pada 18–19 Oktober 2026.
Festival yang diselenggarakan Komunitas Sastra Jakarta Utara (Kastara) bersama Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dengan dukungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo serta Unit Pengelola Kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM), membahas sejarah, perkembangan, dan karya sastra pesisir yang tumbuh seiring kehidupan pelabuhan serta masyarakat pantai di Jakarta.
Melalui diskusi bertajuk “Sastra Pesisir” dengan tema “Membaca Ulang Sastra Bahari Pesisir Utara di 500 Tahun Jakarta”, Riri mengulas hubungan aktivitas maritim, pertemuan berbagai kebudayaan, dan perkembangan kesusastraan di kawasan utara ibu kota. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali karya serta tradisi sastra yang berkaitan dengan sejarah Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota tersebut.
Menurut Riri, Jakarta Utara memiliki sejarah panjang sebagai tempat pertemuan penduduk dari berbagai daerah. Aktivitas perdagangan, pelayaran, dan kehidupan pelabuhan mempertemukan beragam bahasa, adat istiadat, serta kebiasaan masyarakat. Interaksi tersebut turut membentuk cerita dan ekspresi sastra yang berkembang di lingkungan pesisir.
Ia menjelaskan bahwa sastra pesisir tidak terbatas pada cerita tentang laut, kapal, nelayan, atau pelayaran. Istilah tersebut juga mencakup karya yang merekam kehidupan sosial masyarakat pantai, perdagangan, perpindahan penduduk, hubungan antarkelompok, hingga persoalan sehari-hari.
Sejumlah karya Melayu lama menjadi bahan pembahasan, antara lain Hikayat Nakhoda Asyik, yang dikaitkan dengan Muhammad Bakir di Batavia sekitar dasawarsa 1870-an, Syair Kapal Roesak, Syair Tamsil Ikan di Laut karya M. Sihabuddin Alwi dari Pekojan, serta Hikayat Merpati Mas dan Merpati Perak.
Riri juga menyinggung tradisi lisan Betawi, seperti pantun yang berkembang di kawasan Marunda, Pasar Ikan, dan Tanjung Priok. Cerita Si Pitung yang berkaitan dengan Marunda turut disebut sebagai bagian dari tradisi tutur masyarakat setempat.
Perkembangan sastra Jakarta juga berkaitan dengan kegiatan penerbitan dan kehidupan masyarakat di sekitar pelabuhan. Kawasan Sunda Kelapa dan Tanjung Priok menjadi bagian dari sejarah pergerakan manusia dan barang yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat. Pengalaman perjalanan, perdagangan, dan migrasi dari lingkungan tersebut dapat ditelusuri melalui sejumlah karya sastra.
Festival Komunitas Sastra Jakarta Utara menghadirkan budayawan pesisir Suaeb Mahbub, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta H. Oman Rohman Rakinda, S.IP., M.Si., serta Kepala Museum Kebaharian Firman Faturohman, S.Hum., M.Hum. Diskusi dipandu oleh Mudi Riyanti, S.Pd., M.Pd.
Keterlibatan Kastara sebagai penyelenggara menjadi bagian dari upaya mempertemukan pegiat sastra, budayawan, komunitas, dan masyarakat untuk membahas karya serta sejarah kesusastraan pesisir Jakarta Utara. Kolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara dan Dewan Kesenian Jakarta turut menghadirkan ruang diskusi mengenai hubungan antara sastra, sejarah kota, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Pelaksanaan festival juga mendapat dukungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan UP PKJ TIM. Dukungan Pelindo berkaitan dengan sejarah serta aktivitas kepelabuhanan yang menjadi bagian dari perkembangan Jakarta Utara. Sementara itu, keterlibatan lembaga kebudayaan mendukung penyelenggaraan kegiatan yang membahas karya sastra, sejarah, dan tradisi masyarakat setempat.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, festival ini menjadi kesempatan bagi pegiat sastra, komunitas, dan generasi muda untuk mengenal karya lama serta tradisi lisan yang berkaitan dengan sejarah pesisir ibu kota. Dokumentasi dan kajian atas karya-karya tersebut juga dapat memperluas pengetahuan mengenai perkembangan kesusastraan Jakarta.
Melalui festival ini, Riri berharap sejarah sastra pesisir Jakarta Utara semakin dikenal dan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat. Pengenalan karya lama, tradisi lisan, dan sejarah pelabuhan diharapkan memperkaya pengetahuan mengenai perjalanan sastra Indonesia, khususnya karya yang tumbuh di kawasan pesisir Jakarta.
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]