Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • FGD, BRAINSTORMING, DIVERGEN, DAN KONVERGEN: MEMAHAMI SENI BERPIKIR DALAM DISKUSI

    13 Oct 2026 | Dilihat: 29 kali

    oleh: Riri Satria

    Dalam dunia profesional, akademik, maupun organisasi, diskusi merupakan salah satu cara penting untuk memahami persoalan, mengembangkan gagasan, dan menemukan jalan keluar. Namun, tidak semua diskusi memiliki tujuan dan cara kerja yang sama.

    Focus Group Discussion (FGD), misalnya, digunakan untuk menggali persepsi, pengalaman, dan pandangan sekelompok orang secara mendalam, sedangkan brainstorming bertujuan memancing sebanyak mungkin gagasan kreatif untuk menjawab suatu tantangan. Keduanya memiliki karakteristik berbeda, tetapi dapat saling melengkapi. FGD membantu kita memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang, termasuk alasan di balik pandangan mereka, sementara brainstorming membuka ruang bagi lahirnya berbagai kemungkinan baru.

    Hal yang lebih penting untuk dipahami adalah bahwa kualitas diskusi tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga oleh cara berpikir yang mendasarinya. Diskusi yang baik membutuhkan kemampuan menggali persoalan, menguji pendapat, melihat keterkaitan berbagai hal, serta merumuskan alternatif penyelesaian yang masuk akal.

    Dalam konteks ini, terdapat dua pola berpikir yang mendasar, yaitu divergen dan konvergen. Berpikir divergen merupakan proses membuka cakrawala pemikiran, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, dan membiarkan gagasan berkembang sebelum terlalu cepat dinilai. Perbedaan pendapat justru menjadi kekayaan karena setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan perspektif yang tidak selalu sama.

    Sebaliknya, berpikir konvergen merupakan proses menyaring berbagai kemungkinan, membandingkan alternatif, mempertimbangkan risiko dan manfaat, kemudian menentukan pilihan yang paling relevan. Jika berpikir divergen membantu kita melihat banyak jalan, berpikir konvergen membantu kita memilih jalan yang akan ditempuh.

    Kedua pola ini juga berkaitan erat dengan analytical thinking, critical thinking, dan conceptual thinking. Berpikir analitis membantu mengurai persoalan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami, berpikir kritis menguji asumsi dan kekuatan bukti yang mendasari suatu pendapat, sedangkan berpikir konseptual membantu melihat gambaran besar, pola, serta hubungan antarkomponen dalam suatu sistem.

    Ketiganya membuat proses diskusi tidak berhenti pada pertukaran pendapat, tetapi berkembang menjadi proses berpikir yang terstruktur dan bermakna.

    Hubungan tersebut menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan design thinking, yaitu pendekatan pemecahan masalah yang berpusat pada manusia dan kebutuhan pengguna. Dalam design thinking, kita berusaha memahami pengalaman orang yang menghadapi persoalan, merumuskan masalah yang tepat, menghasilkan berbagai alternatif gagasan, membuat prototipe, dan menguji solusi melalui umpan balik.

    Proses ini membutuhkan perpaduan berpikir divergen dan konvergen, sekaligus memanfaatkan kemampuan analitis, kritis, dan konseptual. Sebagai contoh, ketika sebuah organisasi ingin meningkatkan kualitas pelayanan, FGD dapat digunakan untuk menggali pengalaman pelanggan dan karyawan, sedangkan brainstorming membantu menghasilkan berbagai gagasan perbaikan. Berpikir analitis diperlukan untuk memahami data dan menemukan akar masalah, berpikir kritis untuk menguji apakah asumsi yang digunakan benar, serta berpikir konseptual untuk melihat persoalan secara menyeluruh, termasuk hubungan antara manusia, proses bisnis, kebijakan, dan teknologi.

    Selanjutnya, design thinking membantu menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi solusi yang dapat diuji dan disempurnakan. Dengan demikian, berbagai pendekatan ini bukan metode yang saling menggantikan, melainkan perangkat berpikir yang dapat dirangkai sesuai kebutuhan dan konteks persoalan.

    Kualitas sebuah diskusi tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang berbicara, seberapa tinggi jabatan peserta, atau seberapa cepat keputusan dihasilkan. Kualitasnya terlihat dari kemampuan forum tersebut membuka ruang bagi perbedaan, menggali persoalan secara jujur, menguji gagasan secara rasional, memahami keterkaitan berbagai faktor, dan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Terlalu cepat melakukan konvergensi dapat membuat kelompok terjebak pada solusi pertama yang terdengar masuk akal, sementara terlalu lama berada dalam proses divergen dapat membuat diskusi kehilangan arah dan tidak pernah menghasilkan tindakan.

    Demikian pula, analisis tanpa pemahaman konseptual dapat membuat kita terjebak pada detail, kritik tanpa kreativitas hanya menghasilkan penolakan, dan gagasan kreatif tanpa pengujian berisiko berhenti sebagai angan-angan. Tantangannya adalah mengetahui kapan kita perlu membuka pikiran seluas-luasnya, kapan harus menguji dan menyaring gagasan, serta kapan saatnya mengambil keputusan dan bertindak.

    Dalam kepemimpinan dan manajemen strategis, kemampuan mengintegrasikan seluruh proses ini merupakan bagian penting dari seni berpikir: mampu memahami persoalan secara mendalam, melihat kemungkinan secara luas, menilai alternatif secara kritis, dan mengubah gagasan menjadi solusi yang memberikan nilai nyata.

     

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Hari ini pas Hari Pelindo 1 Oktober, Paltform Digital Adhara resmi dipergunakan

    HAPPY 14 ANNIVERSARY Pelindo Solusi Digital - PSD

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture