Riri Satria Lecturer - Researcher - Poetry & Coffee Lover
JAKARTA, SPN Sastra tumbuh melalui perjumpaan kata, pemikiran, pengalaman, dan keberanian untuk membaca kehidupan dari berbagai sudut pandang. Semangat itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Jagat Sastra Milenia (JSM) dalam menapaki enam tahun keberadaannya.
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, komunitas ini memperingati hari jadinya dengan empat agenda yang menghubungkan refleksi, kebersamaan, evaluasi, dan pembelajaran sastra.
Bagi sebuah komunitas sastra, bertambahnya usia bukan hanya persoalan waktu. Ada pertanyaan yang perlu terus diajukan: sejauh mana idealisme tetap terjaga, bagaimana ruang kreatif dikembangkan, dan ke mana perjalanan bersama hendak diarahkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut tercermin dalam agenda pertama, yakni penegasan kembali visi, misi, arah gerak, dan nilai-nilai Jagat Sastra Milenia. Langkah ini menjadi upaya untuk menjaga agar dinamika komunitas tidak terlepas dari landasan yang sejak awal menyatukan para anggotanya.
Peringatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan doa bersama. Di balik aktivitas kepenulisan dan berbagai proses kreatif, kebersamaan menjadi salah satu unsur penting yang menjaga komunitas tetap hidup.
Doa bersama menjadi ungkapan syukur atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus harapan agar langkah ke depan senantiasa memperoleh kemudahan dan keberkahan.
JSM juga membuka ruang evaluasi melalui diskusi terbatas atau focus group discussion (FGD) tentang arah dan masa depan komunitas. Forum ini memberi kesempatan kepada para sahabat JSM untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan saran.
Dalam kehidupan komunitas sastra, perbedaan pandangan dapat menjadi sumber pertumbuhan ketika disampaikan melalui dialog yang terbuka dan bertanggung jawab.
Sementara itu, kuliah umum bersama Sofyan RH Zaid menghadirkan dimensi pembelajaran yang berfokus pada penulisan prosa serta perkembangan dan kebaruan dalam dunia sastra, termasuk melalui pembahasan penerima Hadiah Nobel Sastra 2026.
Pembahasan ini membuka kesempatan untuk melihat bagaimana karya sastra terus bergerak, merespons zaman, dan menawarkan kemungkinan-kemungkinan estetik yang baru.
Keempat agenda tersebut memperlihatkan bahwa merawat komunitas sastra berarti merawat lebih dari sekadar kegiatan menulis. Di dalamnya terdapat tanggung jawab menjaga ruang dialog, memperkuat tradisi membaca, menghargai perbedaan pemikiran, dan memberi kesempatan bagi gagasan baru untuk tumbuh.
Memasuki tahun ketujuh, Jagat Sastra Milenia memiliki kesempatan untuk terus memperluas peran sebagai ruang perjumpaan kreatif dan intelektual.
Perjalanan itu tentu memerlukan kesediaan untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan menjaga idealisme tanpa menutup diri terhadap perubahan.
Enam tahun adalah perjalanan yang patut disyukuri. Namun, bagi komunitas yang hidup bersama kata dan gagasan, masa depan selalu menuntut keberanian untuk bertanya, ketekunan untuk belajar, dan kesetiaan untuk terus berkarya.
Jagat Sastra Milenia — merawat kata, menghidupkan gagasan, menjaga masa depan sastra.(**/Rissa Churria)
Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]
RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]
Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]
Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]
Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering. Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]
oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]
Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]