Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • APAKAH ITU OLIGARKI?

    12 Sep 2026 | Dilihat: 8 kali

    oleh: Riri Satria

    Belakangan ini saya menerima cukup banyak pertanyaan dari berbagai sahabat dan pihak lainnya. Mereka menanyakan hal yang kurang lebih sama, sebetulnya oligarki itu maknanya apa, sih? Istilah ini memang semakin sering kita dengar dalam percakapan mengenai politik, ekonomi, kekuasaan, dan kehidupan bernegara.

    Melalui tulisan singkat ini saya mencoba menerangkan makna oligarki dengan bahasa yang sederhana, tanpa bermaksud memasuki perdebatan akademik yang terlalu rumit. Mudah-mudahan dengan cara yang sederhana ini, kita bisa memiliki pemahaman yang lebih jernih mengenai apa yang sesungguhnya dimaksud dengan oligarki.

    Kata oligarki sering kali dipahami sebagai kekuasaan yang berada di tangan segelintir orang. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi menurut saya masih belum lengkap. Oligarki bukan sekadar sekelompok orang yang disebut sebagai elite, apalagi hanya kumpulan orang kaya.

    Nah, yang lebih penting adalah bertemunya berbagai sumber kekuasaan dalam sebuah jaringan yang relatif kecil. Di dalam jaringan itu dapat terdapat orang-orang yang memegang kekuasaan politik, menguasai aset dan modal, memiliki kekuatan ekonomi, mengendalikan instrumen keamanan atau kekerasan, menguasai informasi dan media, memiliki pengaruh dalam dunia ilmu pengetahuan dan akademik, serta mengendalikan berbagai sumber daya strategis lainnya.

    Ketika berbagai kekuatan tersebut saling terhubung dan pada titik tertentu saling menopang, terbentuklah sebuah konfigurasi kekuasaan yang kita dapat sebut sebagai oligarki.

    Oligarki lebih tepat dilihat sebagai jaringan kekuasaan, bukan sekadar daftar nama orang-orang yang dianggap berkuasa. Seseorang yang memiliki kekayaan besar belum tentu seorang oligark. Seorang pejabat yang memiliki kekuasaan formal juga belum tentu menjadi bagian dari oligarki. Demikian pula seorang akademisi, pemilik media, atau tokoh yang memiliki pengaruh sosial tidak otomatis menjadi bagian dari oligarki.

    Persoalannya terletak pada hubungan di antara berbagai pemegang sumber daya tersebut. Kekuasaan politik dapat bertemu dengan kekuatan ekonomi. Modal dapat bertemu dengan akses terhadap kebijakan. Penguasaan informasi dapat bertemu dengan legitimasi pengetahuan. Kekuatan keamanan dapat bertemu dengan kepentingan ekonomi. Berbagai sumber daya itu kemudian saling terkoneksi dan menciptakan pengaruh yang jauh lebih besar daripada kekuatan masing-masing secara terpisah.

    Hubungan di dalam jaringan oligarki pun tidak selalu berarti bahwa semua orang di dalamnya memiliki kepentingan yang sama. Mereka bisa berkompetisi, bernegosiasi, bahkan berkonflik. Namun, pada titik-titik tertentu, mereka dapat menemukan kepentingan bersama untuk mempertahankan akses terhadap kekuasaan dan sumber daya.

    Di sinilah oligarki menjadi menarik untuk dipahami. Ia tidak selalu tampak di permukaan dan tidak selalu bekerja melalui keputusan yang dibuat secara terang-terangan oleh sekelompok orang. Ia dapat bergerak melalui jaringan hubungan, pertukaran kepentingan, akses, pengaruh, dan berbagai mekanisme informal lainnya.

    Pada akhirnya, yang perlu kita lihat bukan hanya siapa yang berkuasa, tetapi juga siapa yang menguasai sumber daya, siapa yang saling terhubung, dan bagaimana hubungan tersebut digunakan untuk memengaruhi kehidupan publik.

    Dalam pengertian sederhana, oligarki adalah ketika berbagai jenis kekuasaan yang seharusnya tersebar di dalam masyarakat justru bertemu dan terkonsolidasi dalam sebuah jaringan kecil yang memiliki kemampuan besar untuk memengaruhi arah negara dan masyarakat.

    Kaum oligarki pada dasarnya memahami sebuah prinsip sederhana, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kekuatan seseorang atau sebuah kelompok tentu memiliki batas. Namun, ketika kekuasaan politik bertemu dengan kekuatan ekonomi, kepemilikan aset, penguasaan sumber daya strategis, instrumen keamanan, informasi, teknologi, bahkan pengetahuan dan legitimasi intelektual, kekuatan-kekuatan yang semula berdiri sendiri dapat berubah menjadi sebuah jaringan kekuasaan yang luar biasa besar.

    Mereka tidak harus selalu berada dalam satu organisasi atau memiliki satu komando. Cukup dengan membangun hubungan, aliansi, dan kepentingan bersama, berbagai sumber daya tersebut dapat saling memperkuat.

    Karena itu, pengaruh oligarki tidak selalu berhenti pada persoalan mikro atau keputusan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, konsolidasi berbagai sumber daya tersebut dapat memengaruhi persoalan yang sangat makro: arah kebijakan ekonomi, politik, pengelolaan sumber daya alam, teknologi, informasi, bahkan arah pembangunan sebuah negara.

    Dalam dunia yang semakin terhubung, jaringan seperti ini bahkan dapat melampaui batas negara dan berinteraksi dengan kekuatan ekonomi serta politik internasional.

    Di sinilah oligarki menjadi sesuatu yang perlu dipahami bukan hanya sebagai kelompok orang yang kaya atau berkuasa, tetapi sebagai jaringan kecil yang berhasil mengonsolidasikan berbagai sumber daya kekuasaan sehingga memiliki daya pengaruh yang jauh lebih besar daripada jumlah orang yang ada di dalamnya.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Next Event: Cultural Resilience Conference 2026

    Recent Event: Medan, 28 Agustus 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture