Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • BAGAIMANA MENJADI MODERATOR DISKUSI YANG BAIK?

    04 Sep 2026 | Dilihat: 28 kali

    oleh: Riri Satria

    Dalam waktu dekat saya diminta untuk menyelenggarakan sebuah workshop tentang bagaimana menjadi moderator diskusi yang baik. Menariknya, saya sendiri sebenarnya pernah mendapatkan workshop sejenis. Bahkan, materi tentang menjadi moderator diskusi tersebut saya adopsi dari sebuah workshop yang lebih besar mengenai public speaking di John Robert Powers di Indonesia.

    Pengalaman itu mengingatkan saya bahwa menjadi moderator bukan sekadar persoalan kemampuan berbicara di depan orang banyak. Ada seni mendengarkan, membaca suasana, memahami karakter audiens, mengendalikan alur percakapan, sekaligus menjaga agar diskusi tetap berada pada jalurnya.

    Dari pengalaman tersebut dan berbagai kesempatan menjadi moderator dalam beragam forum, saya kemudian berpikir bahwa kemampuan menjadi moderator yang baik memang perlu dipelajari dan dilatih.

    Maka ketika saya diminta menyelenggarakan workshop ini, saya merasa ada pengalaman yang menarik untuk dibagikan.

    Moderator dalam sebuah diskusi sesungguhnya bukanlah pembicara utama. Ia adalah pemandu yang berada di tengah-tengah percakapan, memastikan setiap gagasan menemukan jalannya dan setiap pembicara memperoleh ruang yang semestinya.

    Tugas moderator adalah memandu dan memfasilitasi diskusi agar berlangsung baik, lancar, dan mencapai tujuan. Karena itu, moderator harus mampu membaca situasi, memahami arah pembicaraan, menangkap dinamika audiens, dan sesekali mengubah alur ketika diskusi mulai kehilangan fokus.

    Moderator yang baik bukan orang yang paling banyak berbicara, melainkan orang yang mampu membuat para pembicara mengeluarkan pemikiran terbaiknya. Ia tidak mengambil panggung, tetapi menghidupkan panggung. Justru di sinilah tantangannya, moderator adalah pemandu, bukan pembicara.

    Kesalahan yang sering terjadi adalah ketika moderator justru bertindak seperti salah seorang pembicara. Ia terlalu banyak memberikan pendapat, menjelaskan sesuatu secara panjang lebar, bahkan tanpa sadar mengambil waktu yang seharusnya menjadi milik narasumber atau audiens.

    Ada pula moderator yang berubah menjadi semacam polisi diskusi: terlalu kaku mengatur, terlalu sering memotong, atau sibuk mengendalikan setiap percakapan sehingga suasana menjadi tidak nyaman. Persoalan lain adalah moderator tidak memahami topik, tidak mengenali karakter audiens, kemampuan berbicaranya kurang baik, manajemen waktunya buruk, atau datang tanpa persiapan yang matang.

    Padahal, menjadi moderator membutuhkan persiapan. Ia harus memahami tema dengan baik, membaca bahan atau paper yang akan dibahas, mengenali siapa saja yang hadir dengan segala keberagaman dan karakteristiknya, menyusun alur diskusi, membagi waktu secara realistis, bahkan berlatih apabila diperlukan.

    Moderator boleh terlihat spontan di atas panggung, tetapi spontanitas yang baik hampir selalu lahir dari persiapan yang baik.

    Ketika diskusi dimulai, moderator perlu menyapa audiens dengan hangat, menyebut orang-orang penting yang hadir, lalu menjelaskan mengapa topik yang akan dibicarakan penting bagi mereka. Para pembicara diperkenalkan dengan baik dan diberi penghargaan atas kompetensi serta pengalaman yang mereka miliki.

    Setelah itu, moderator menjelaskan aturan main, agenda, serta pembagian waktu agar semua pihak memahami ritme diskusi. Selama diskusi berlangsung, moderator mengatur lalu lintas percakapan, kapan pembicara menyampaikan presentasi, kapan terjadi dialog, kapan pertanyaan audiens dibuka, dan kapan sebuah pembicaraan perlu dihentikan. Ia harus berani mengingatkan atau memotong pembicaraan yang mulai tidak relevan, bertele-tele, atau menghabiskan waktu, tetapi melakukannya dengan cara yang tetap santun.

    Jika terjadi kegaduhan, moderator perlu mengembalikan perhatian audiens. Namun, yang paling penting, moderator harus selalu ingat bahwa tugasnya adalah mengatur, bukan mendominasi.

    Moderator membawa diskusi menuju penutupan dengan mengucapkan terima kasih kepada para pembicara dan audiens, memberikan kesempatan kepada narasumber untuk menyampaikan pesan terakhir, menyampaikan apresiasi kepada panitia, dan, bila diperlukan, merangkum gagasan-gagasan penting yang telah muncul.

    Moderator yang baik bukanlah orang yang paling banyak berbicara, melainkan orang yang mampu membuat sebuah diskusi terasa hidup, terarah, dan meninggalkan sesuatu yang berharga bagi setiap orang yang mengikutinya.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • RILISID, nasional — Oleh Riri Satria Ada masa ketika ekonomi dibicarakan lewat pasar, pabrik, dan pelabuhan. Kini ia bergerak lewat sinyal, server, dan layar kecil di genggaman tangan. Inilah era ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA yang disusun Bain & Company memperkirakan bahwa pada 2026 nilai ekonomi digital Indonesia akan melampaui USD 130 miliar dan ini yang […]

      Jan 23, 2026
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025

    Recent Event: Medan, 28 Agustus 2026

    Recent Event: The 3rd Annual OSH Asia’s Summit 2026

    Riri Satria On Big Thinkers Podcast

    video
    play-sharp-fill

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture