Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • MEMBACA UNTUK MEMAHAMI, MENONTON UNTUK MEMBUKA WAWASAN

    02 Jul 2026 | Dilihat: 36 kali

    oleh: Riri Satria

    Di tengah derasnya arus informasi digital, video telah menjadi salah satu medium belajar yang sangat populer. TikTok, YouTube, webinar, podcast video, hingga siaran langsung berbagai forum diskusi menawarkan cara belajar yang cepat, menarik, dan mudah diakses.

    Tidak sedikit orang yang kemudian menganggap bahwa menonton telah cukup untuk menggantikan kegiatan membaca. Padahal berbagai penelitian di bidang psikologi kognitif dan ilmu pendidikan menunjukkan bahwa kedua medium tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

    Apabila tujuan kita adalah memperoleh gambaran awal, memahami prosedur, atau melihat simulasi suatu proses, video merupakan pilihan yang sangat efektif.

    Namun apabila tujuan kita adalah memahami konsep yang kompleks, membangun kemampuan berpikir kritis, serta menyimpan pengetahuan dalam ingatan jangka panjang, membaca tetap menjadi cara belajar yang paling kuat.

    Saya sendiri sangat menikmati proses belajar melalui video. Hampir setiap hari saya menonton YouTube, rekaman seminar, webinar, maupun berbagai diskusi yang disiarkan secara langsung. Bahkan, saya juga sering diundang menjadi narasumber dalam berbagai talkshow, podcast, seminar, dan forum diskusi yang disiarkan secara langsung melalui berbagai platform digital.

    Saya merasakan sendiri bahwa media video memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dalam waktu yang relatif singkat, sebuah gagasan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang.

    Buat saya video adalah medium yang sangat penting untuk menyebarluaskan pengetahuan, membangun rasa ingin tahu, dan mengundang lebih banyak orang untuk mulai belajar.

    Dalam kegiatan mengajar pun saya memanfaatkan berbagai bentuk media visual. Saya membuat video pembelajaran, animasi, simulasi, serta berbagai bentuk visualisasi agar mahasiswa dan peserta pelatihan lebih mudah memahami suatu konsep atau prosedur.

    Ketika materi yang dijelaskan berkaitan dengan tahapan kerja, alur proses, mekanisme, atau hubungan antarkomponen, video mampu menjelaskan sesuatu yang sulit diungkapkan hanya melalui kata-kata.

    Visualisasi membuat peserta didik lebih cepat memperoleh gambaran besar mengenai materi yang sedang dipelajari. Saya melihat sendiri bagaimana media seperti ini dapat meningkatkan perhatian, keterlibatan, dan antusiasme peserta dalam proses pembelajaran.

    Namun, seluruh pengalaman tersebut justru semakin menguatkan keyakinan saya bahwa video tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan membaca dan menulis. Setelah memperoleh gambaran umum melalui video, saya hampir selalu melanjutkan proses belajar dengan membaca buku, artikel, laporan penelitian, maupun jurnal ilmiah.

    Melalui kegiatan membaca, saya dapat berhenti pada bagian tertentu, mengulang paragraf yang belum saya pahami, memberikan catatan, membandingkan berbagai pendapat, serta menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lainnya. Proses seperti inilah yang membangun pemahaman konseptual secara mendalam sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis.

    Saya semakin meyakini bahwa kedalaman pemahaman, ketajaman daya kritis, dan keluasan cara pandang yang komprehensif hanya dapat dibangun melalui kegiatan membaca yang utuh, sabar, dan sungguh-sungguh. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai kualitas berpikir seperti itu.

    Demikian pula ketika saya ingin menyampaikan pemikiran yang kompleks kepada publik, saya lebih memilih menuliskannya. Saya tidak mempermasalahkan apabila sebuah tulisan menjadi panjang, selama setiap bagiannya memperkaya cara berpikir pembaca dan membantu mereka memahami persoalan secara lebih utuh.

    Saya sama sekali tidak mempertentangkan membaca dengan menonton. Keduanya memiliki peran yang berbeda dan saling melengkapi. Video sangat efektif untuk membuka wawasan, menjelaskan prosedur, menghadirkan simulasi, serta membangun ketertarikan awal terhadap suatu topik.

    Sebaliknya, membaca menjadi jalan untuk memasuki kedalaman sebuah konsep, membangun daya nalar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan menanamkan pengetahuan dalam ingatan jangka panjang.

    Saya akan tetap membuat video, memanfaatkan animasi, menghadiri talkshow, podcast, maupun seminar yang disiarkan secara langsung.

    Namun, saya juga akan terus membaca dan menulis. Sebab, saya meyakini bahwa video dapat mengantarkan seseorang menuju gerbang pengetahuan, sedangkan membaca dan menulis membimbing seseorang memasuki ruang pemikiran yang lebih dalam.

    Di sanalah lahir kemampuan untuk memahami persoalan secara utuh, menguji setiap argumen secara kritis, dan membangun pengetahuan yang tidak mudah goyah oleh derasnya arus informasi. Bagi saya, itulah hakikat belajar yang sesungguhnya.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture