Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • SASTRA, TEKNOLOGI, DAN KEGELISAHAN ZAMAN

    10 May 2026 | Dilihat: 63 kali

    Dalam waktu dekat Jagat Sastra Milenia (JSM), dengan dukungan berbagai pihak akan menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan berupa kuliah umum, forum diskusi, serta peluncuran buku. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka HUT saya yang ke-56.

    Bagi saya, usia bukan sekadar penanda waktu yang terus bergerak, melainkan juga ruang untuk membaca kembali perjalanan gagasan, pengalaman, kegelisahan, dan harapan yang selama ini saya jalani melalui dunia sastra, kebudayaan, serta perkembangan teknologi yang semakin mengubah wajah peradaban manusia.

    Pada kuliah umum dan forum diskusi nanti, saya akan membawakan materi berjudul “Deepfake melalui Teknologi Generative AI, Generative Adversarial Network atau GAN, serta Large Language Model atau LLM yang Mengusik atau Mendisrupsi Dunia Sastra”.

    Saya melihat perkembangan kecerdasan buatan hari ini bukan lagi sekadar alat bantu teknologi, melainkan telah memasuki wilayah kreatif yang selama ini dianggap sangat manusiawi. Generative AI kini mampu menulis puisi, membuat gambar, membangun simulasi realitas, bahkan menciptakan percakapan yang terasa alami.

    Saya merasa dunia sastra sedang menghadapi sebuah perubahan besar, sesuatu yang bukan hanya mengandung ancaman, tetapi juga kemungkinan-kemungkinan baru yang perlu dipahami dengan pikiran terbuka dan sikap reflektif.

    Di dalam dunia Generative AI, saya melihat GAN sebagai salah satu metode yang sangat menarik, bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara filosofis. GAN bekerja melalui hubungan dua jaringan yang saling berhadapan: satu menciptakan, satu lagi menguji dan mengkritik hasil ciptaan tersebut. Dari proses saling menantang itulah kualitas hasil menjadi semakin baik dan semakin mendekati realitas.

    Saya sering memandang proses ini sebagai metafora kehidupan manusia sendiri, bahwa sesuatu tumbuh dan menjadi lebih matang justru karena diuji dan dipertanyakan.

    Sementara itu LLM bergerak di wilayah bahasa. Ia mempelajari miliaran kata dari berbagai sumber dan kemudian menghasilkan teks yang terasa alami. Ketika mesin mulai mampu menulis esai, puisi, artikel, bahkan merespons dengan nuansa emosional tertentu, saya merasa kita sedang berada di tengah sebuah perubahan kebudayaan yang sangat besar.

    Dalam kegiatan ini, Insya Allah saya juga akan meluncurkan empat buku, yaitu "Bom Waktu", "Selesai Tak Usai", "Teknologi bukan Musuh", serta "Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan".

    Buku "Bom Waktu" merupakan kumpulan seratus puisi pilihan yang lahir dari kegelisahan saya terhadap arah perkembangan peradaban dunia hari ini. Saya melihat dunia bergerak sangat cepat, begitu maju dan memukau, tetapi di balik semua itu saya juga melihat ketimpangan sosial yang semakin terasa, kerusakan lingkungan yang terus terjadi, serta kemanusiaan yang kerap terdesak oleh logika pertumbuhan tanpa jeda.

    Saya merasa manusia sedang hidup di atas sesuatu yang sewaktu-waktu dapat meledak, sebuah bom waktu yang sering kali kita simpan bersama tanpa benar-benar kita sadari.

    Melalui buku "Selesai Tak Usai", saya ingin berbagi pengalaman berpikir dan pengalaman menulis, khususnya mengenai dunia esai. Saya ingin menunjukkan bahwa esai bukan sekadar tulisan bebas yang mengalir tanpa arah, melainkan sebuah bentuk yang memiliki karakter, tujuan, dan cara kerja tersendiri.

    Buku ini membahas berbagai bentuk esai, mulai dari deskriptif, naratif, reflektif, kontemplatif, argumentatif, hingga bentuk-bentuk yang lebih spesifik seperti advertorial dan sentuhan postmodernis.

    Sementara itu buku "Teknologi bukan Musuh" menghimpun tulisan-tulisan saya tentang transformasi digital, kecerdasan buatan, serta berbagai persoalan sosial ekonomi yang menyertainya. Saya selalu percaya bahwa teknologi tidak layak diposisikan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Justru yang paling penting bagi saya adalah bagaimana manusia memaknai dan mengelola teknologi agar tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

    Adapun buku "Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan" berangkat dari kedekatan batin saya dengan dunia sastra, kebudayaan, dan perkembangan teknologi yang kini bergerak sangat cepat. Saya mencoba membaca kembali sastra bukan hanya sebagai teks, melainkan sebagai cermin zaman dan ruang refleksi manusia.

    Tiga dari empat buku tersebut, yaitu "Selesai Tak Usai", "Teknologi Bukan Musuh", dan "Masa Depan Sastra dan Kecerdasan Buatan" saya tulis dengan bahasa yang sederhana meskipun membahas persoalan yang tidak sederhana, seperti transformasi digital, kecerdasan buatan, industri 5.0, dan dampak kebudayaannya.

    Saya sengaja memilih cara bertutur yang lebih ringan dan komunikatif agar gagasan-gagasan tersebut dapat dibaca dan dipahami oleh masyarakat luas. Melalui buku-buku ini, saya berharap sastra, teknologi, dan kebudayaan dapat terus dipertemukan dalam ruang dialog yang terbuka, kritis, dan tetap berpijak pada kemanusiaan 👍🥰😎⭐️🇮🇩

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    NEXT EVENT: 2 JUNI 2026


    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture