Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • PERAN STRATEGIS PELABUHAN DI INDONESIA

    08 Feb 2026 | Dilihat: 14 kali

    RILISID, nasional — Oleh Riri Satria

    Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tidak hanya hidup berdampingan dengan laut, tetapi tumbuh dan bergerak bersamanya. Di titik temu antara daratan dan perairan itulah pelabuhan hadir, bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simpul strategis yang menghubungkan ekonomi, sosial, budaya, hingga geopolitik bangsa. Pelabuhan adalah wajah Indonesia yang menghadap ke dunia sekaligus jembatan yang menghubungkan antarwilayah di dalam negeri.

    Dari sisi ekonomi, pelabuhan memainkan peran fundamental sebagai gerbang ekspor dan impor. Hampir seluruh arus perdagangan internasional Indonesia bergerak melalui pelabuhan. Komoditas unggulan mulai dari hasil tambang, produk pertanian, hingga manufaktur, berangkat ke pasar global melalui dermaga-dermaga ini. Sebaliknya, barang kebutuhan, bahan baku industri, dan teknologi masuk ke Indonesia melalui jalur yang sama. Efisiensi pelabuhan secara langsung memengaruhi daya saing ekonomi nasional, biaya logistik, dan pada akhirnya harga barang di tingkat konsumen.

    Namun pelabuhan tidak hanya berbicara soal angka dan volume perdagangan. Ia juga berperan dalam mewujudkan keadilan sosial, khususnya dalam memperkecil disparitas harga antarwilayah. Di negara yang bentangan geografisnya begitu luas, pelabuhan menjadi kunci distribusi logistik ke wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan. Pelabuhan perintis memungkinkan barang kebutuhan pokok menjangkau pulau-pulau kecil dan kawasan terpencil dengan harga yang lebih terjangkau. Di titik inilah pelabuhan berfungsi sebagai instrumen pemerataan, bukan sekadar simpul ekonomi.

    Lebih jauh, pelabuhan menjadi motor pengembangan wilayah. Sejarah menunjukkan bahwa banyak kota besar di Indonesia tumbuh dari kawasan pelabuhan sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan mobilitas manusia. Pelabuhan perintis membuka isolasi wilayah, sementara pelabuhan utama berkembang menjadi sentra pertumbuhan baru. Infrastruktur pelabuhan mendorong hadirnya industri, kawasan logistik, dan jaringan transportasi yang saling terintegrasi, membentuk ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

    Peran pelabuhan juga merambah ke dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Pelabuhan dan sektor maritim merupakan laboratorium hidup bagi pendidikan, riset, dan pembelajaran lintas disiplin. Di dalamnya bertemu ilmu teknik, manajemen, ekonomi, lingkungan, hukum, sosiologi, antropologi, arkeologi, hingga teknologi digital. Institusi pendidikan maritim, kerja sama riset, dan program pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan generasi yang memahami laut bukan sebagai batas, melainkan sebagai ruang masa depan.

    Dalam dimensi kebudayaan, pelabuhan adalah ruang perjumpaan. Sejak berabad-abad lalu, pelabuhan menjadi titik temu berbagai etnis, bahasa, dan tradisi. Dari sanalah budaya maritim Indonesia terbentuk, yaitu budaya yang terbuka, adaptif, dan kosmopolitan. Menguatkan pelabuhan berarti juga merawat ingatan kolektif bangsa sebagai bangsa bahari, yang identitasnya dibentuk oleh gelombang, angin, dan pelayaran.

    Di era transformasi digital, pelabuhan menjadi pusat inovasi. Penerapan teknologi informasi, otomasi, kecerdasan buatan, dan internet of things mengubah cara pelabuhan beroperasi. Pelabuhan cerdas (smart port) bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan. Riset sains dan teknologi pelabuhan menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Inovasi ini menempatkan pelabuhan sebagai simpul penting dalam ekosistem ekonomi digital dan logistik modern.

    Tak kalah penting, pelabuhan memiliki peran strategis dalam pertahanan dan keamanan negara. Sebagai gerbang dari laut, pelabuhan menjadi titik pengawasan arus barang, manusia, dan kapal. Di sanalah negara memastikan kedaulatan, mencegah penyelundupan, serta menjaga keamanan maritim. Pelabuhan yang kuat dan terkelola baik adalah bagian tak terpisahkan dari sistem pertahanan nasional.

    Pada skala yang lebih luas, pelabuhan menempatkan Indonesia dalam peta geopolitik global. Dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia, pelabuhan Indonesia menjadi simpul penting dalam arus logistik internasional. Visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia menemukan relevansinya di sini, ketika pelabuhan tidak hanya melayani kepentingan domestik, tetapi juga memainkan peran aktif dalam dinamika ekonomi dan politik kawasan serta global.

    Pada akhirnya, pelabuhan adalah cermin dari cara Indonesia memandang laut dan masa depannya. Ia bukan sekadar infrastruktur, melainkan ruang strategis tempat ekonomi bertemu keadilan sosial, pembangunan wilayah bertemu kebudayaan, inovasi bertemu keamanan, dan kepentingan nasional bertemu dunia. Memperkuat pelabuhan berarti memperkuat Indonesia itu sendiri, sebagai bangsa maritim yang berdaulat, maju, dan berdaya saing.

    Riri Satria adalah seorang pengamat teknologi digital dan ekonomi; Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital; Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia;; serta seorang aktivis sastra dan kebudayaan.

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture