Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • SEMESTER BARU PUN DIMULAI

    02 Feb 2026 | Dilihat: 98 kali

    Mulai besok, aktivitas semester baru akan kembali terasa di kampus Program Magister Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia di Salemba. Setiap awal semester selalu membawa kombinasi unik antara semangat, rasa tanggung jawab, dan berbagai perbaikan sebagai hasil evaluasi semester yang lalu. Semester ini  saya mendapat tugas mengasuh dua mata kuliah, yaitu Manajemen Strategis Sistem Informasi bersama Dr. Panca Hadi Putra dan Bisnis Digital bersama Dr. Jonathan Sofian.

    Kedua mata kuliah ini memang berada di pusat pusaran perubahan zaman. Dalam Manajemen Strategis Sistem Informasi, mahasiswa diajak memahami bahwa teknologi informasi bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan elemen strategis organisasi. Kami mebahas keterkaitan antara corporate strategy, business strategy, hingga IT/digital strategy.

    Ujungnya bukan hanya diskusi konseptual, tetapi memberikan mahaiswa kemampuan merancang Enterprise Architecture organisasi menggunakan TOGAF 10, yaitu menerjemahkan visi strategis menjadi desain proses, data, aplikasi, dan teknologi yang terintegrasi.

    Sementara pada Bisnis Digital, cakrawala diperluas ke lanskap ekosistem digital, yaitu digital marketplace and society, digital business model, serta platform-based strategy. Mahasiswa belajar memahami logika di balik model bisnis platform dan bagaimana organisasi merancang digital transformation roadmap yang realistis namun visioner. Di sinilah strategi bertemu inovasi, dan konsep bertemu kebutuhan nyata organisasi.

    Beberapa hari terakhir ini saya cukup tenggelam dalam proses menyusun dan memperbarui bahan ajar. Topik-topik ini sedang sangat dinamis, di mana teknologi, bahkan model bisnis bisa berubah dalam hitungan bulan. Contoh kasus lama cepat terasa usang. Karena itu saya memperkaya materi dengan kasus-kasus terbaru dari dunia industri dan pemerintahan.

    Di sinilah pengalaman saya sebagai praktisi di kedua ranah itu terasa sangat membantu, karena saya bisa membawa cerita nyata tentang kompleksitas birokrasi, tantangan tata kelola, tekanan kompetisi industri, hingga realitas transformasi digital di lapangan ke dalam ruang kelas.

    Dalam berbagai sharing session, saya sering menceritakan bagaimana sebenarnya saya menyusun bahan ajar untuk setiap mata kuliah yang saya asuh. Prinsipnya bahan ajar bersumber dari tiga hal utama. Pertama, teori yang sudah ada (existing theories), dari konsep dasar hingga terapan. Kedua, perkembangan mutakhir dari penelitian (emerging research). Ketiga, pengalaman empiris (empirical experience), yang dalam kasus saya, cukup banyak berasal dari praktik profesional.

    Bahan dari tiga sumber itu tidak bisa langsung dipakai begitu saja. Ia harus melalui proses: dikumpulkan (acquiring), dipilah mana yang relevan (selecting), disusun agar runtut (structuring), lalu dirangkai menjadi satu bangun konseptual yang utuh (synthesizing).

    Setelah itu, baru dipikirkan bagaimana cara penyampaiannya agar efektif di kelas (delivering). Dengan pendekatan seperti ini, insya Allah bahan ajar seorang dosen akan tetap relevan dan up to date dengan perkembangan zaman, iya kan?

    Menariknya, saya juga sering bercanda (tapi serius) tentang empat kategori bahan ajar. Pertama, GREAT: up to date dan relevan. Kedua, MISLEADING: up to date, tapi kurang relevan dengan kebutuhan nyata. Ketiga, OLD FASHIONED: tidak terlalu baru, tapi masih relevan secara konteks. Dan terakhir, AWFUL: sudah tidak up to date, tidak relevan pula.

    Nah, tentu saja kita semua berharap dan seharusnya berusaha menyiapkan bahan ajar yang kategori GREAT. Minimal jangan sampai masuk zona “AWFUL”, ya.

    Pada akhirnya, persiapan semester ini bukan sekadar urusan akademik administratif. Ia adalah proses merajut teori, riset, dan pengalaman menjadi pengetahuan yang hidup di ruang kelas.

    Saya berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki cara pandang strategis dan kemampuan praktis untuk menjadi penggerak transformasi digital di organisasi mereka kelak.

    Semester baru pun terasa seperti lembaran segar, bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk saya sebagai dosen yang tentu saja juga terus belajar. Learning is a never ending journey. Ganbatte!

    --- Riri Satria ----

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture