Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • RESILIENT ENTERPRISE

    03 Jul 2026 | Dilihat: 8 kali

    oleh: Riri Satria

    Istilah resilient enterprise semakin sering digunakan dalam berbagai forum manajemen dan transformasi digital. Namun konsep ini sesungguhnya jauh lebih luas daripada sekadar membangun sistem keamanan teknologi informasi. Resilient enterprise adalah perusahaan yang memiliki ketahanan (resilience), bukan hanya pertahanan (defense).

    Artinya perusahaan tidak hanya mampu mencegah atau menghadang berbagai ancaman yang datang, tetapi juga memiliki kemampuan untuk tetap menjalankan bisnis, beradaptasi, dan bangkit kembali ketika gangguan atau krisis benar-benar terjadi.

    Dalam konteks transformasi digital, konsep ini menjadi semakin penting karena ancaman siber tidak lagi dipandang sebagai kemungkinan, melainkan sebagai sesuatu yang hampir pasti akan dihadapi oleh setiap organisasi.

    Oleh karena itu ukuran keberhasilan sebuah perusahaan bukan lagi sekadar apakah mampu mencegah seluruh serangan siber, melainkan seberapa cepat perusahaan mampu memulihkan operasionalnya, menjaga layanan kepada pelanggan tetap berjalan, melindungi data dan reputasinya, serta memastikan bisnis tetap berada on the track setelah insiden terjadi.

    Dengan kata lain, resilience bukan hanya kemampuan untuk bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat dan efektif.

    Dalam perjalanan menuju resilient enterprise, kemampuan melakukan system recovery, business recovery, dan disaster recovery menjadi faktor yang sangat strategis dan kritis. Organisasi harus memiliki mekanisme yang jelas untuk memulihkan sistem teknologi informasi, mengembalikan proses bisnis yang terganggu, serta memastikan fungsi-fungsi utama perusahaan dapat kembali beroperasi dalam waktu sesingkat mungkin.

    Semakin cepat sebuah organisasi mampu melakukan pemulihan setelah terjadi serangan siber, kegagalan sistem, atau bencana lainnya, semakin kecil pula dampak finansial, operasional, hukum, maupun reputasi yang harus ditanggung.

    Kemampuan recovery bukan lagi sekadar aspek teknis yang menjadi tanggung jawab divisi teknologi informasi, melainkan telah menjadi kapabilitas strategis yang menentukan keberlangsungan bisnis perusahaan.

    Resilient enterprise tidak boleh dipersempit menjadi persoalan teknologi digital semata. Teknologi memang merupakan komponen yang sangat penting, tetapi hanya salah satu bagian dari sebuah agenda yang jauh lebih besar. Ketahanan perusahaan juga ditentukan oleh kepemimpinan yang adaptif, tata kelola yang baik, budaya organisasi yang sadar risiko, manajemen krisis yang matang, kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan rantai pasok, kesiapan komunikasi, hingga kemampuan mengambil keputusan secara cepat dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Seluruh elemen tersebut harus bekerja secara terpadu agar organisasi benar-benar memiliki daya lenting ketika menghadapi krisis.

    Resilient enterprise merupakan sebuah agenda strategis, bukan sekadar agenda teknologi informasi. Dewan direksi, manajemen puncak, dan seluruh unit bisnis harus memandang ketahanan organisasi sebagai bagian dari strategi korporasi untuk menjaga keberlangsungan usaha (business continuity) dan menciptakan keunggulan kompetitif.

    Di era ketika ancaman siber, disrupsi teknologi, bencana alam, hingga ketidakpastian geopolitik dapat terjadi kapan saja, perusahaan yang akan bertahan bukanlah mereka yang memiliki sistem pertahanan paling kuat, melainkan mereka yang memiliki kemampuan paling baik untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali.

    Kemampuan melakukan system recovery, business recovery, dan disaster recovery secara cepat dan terencana menjadi salah satu indikator utama kematangan sebuah organisasi dalam membangun ketahanan. Itulah hakikat sesungguhnya dari resilient enterprise.

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023). Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026. Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI. Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia. Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025, Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Tulisan ini saya buat ketika sedang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bukan di ruang kerja, bukan pula di kafe yang sunyi, melainkan di sebuah ruangan rapat sambil menunggu rapat dimulai. Saya berada di bandara ini bukan untuk terbang ke mana pun. Saya diundang menghadiri sebuah pertemuan atau rapat oleh pihak InJourney. Dalam perjalanan menuju ruang […]

      Jan 10, 2026
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025

    SEMINAR NASIONAL 2026 – ILCS Pelindo Solusi Digital dan STIAMI

    play-sharp-fill

    RECENT: KULIAH UMUM DEEPFAKE - 01 JULI 2026

    BRANDING YANG TERBAIK


    F R I E N D S


    Hide picture