Riri Satria
KATEGORI
  • Dokumen
  • Terkini
  • Teknologi & Transformasi Digital
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Sastra (Puisi dan Esai)
  • Apa Kata Media?
  • Apa Kata Sahabat?
  • PERAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DAN MASA DEPAN MARITIM INDONESIA: REFLEKSI DARI RUANG KELAS TENTANG PELINDO DAN TRANSFORMASI DIGITAL

    03 Feb 2026 | Dilihat: 13 kali

    oleh: Riri Satria

    Kembali saya berdiri di depan kelas, membuka semester baru untuk mata kuliah "Strategic Management for Information Systems" pada Program Magister Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonsia. Sesi pertama selalu terasa istimewa, karena di sanalah fondasi cara berpikir mahasiswa mulai dibentuk. Topik kami malam ini adalah "The Strategic Role of Information Systems", sebuah tema yang dulu mungkin terdengar teknis, tetapi kini terasa sangat eksistensial, baik bagi organisasi, bahkan bagi bangsa.

    Untuk mengawali diskusi, saya mengajak mahasiswa melihat contoh yang sangat dekat dengan identitas Indonesia dan dekat dngan saya juga, yaitu Plabuhan Indonesia atau Pelindo, BUMN kepelabuhanan yang lahir dari penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV menjadi satu entitas, PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Saya sengaja memilih Pelindo bukan hanya karena relevansinya secara bisnis, tetapi karena ia membawa cerita yang lebih dalam tentang laut, sejarah, dan masa depan negeri ini.

    Indonesia tidak pernah bisa dipisahkan dari laut. Jauh sebelum republik ini berdiri, pelabuhan-pelabuhan di Nusantara telah menjadi simpul perdagangan dunia, ruang pertemuan budaya, dan jalur peradaban. Di situlah rempah-rempah berpindah tangan, bahasa bercampur, dan identitas maritim kita terbentuk.

    Maka ketika berbicara tentang transformasi digital Pelindo, sesungguhnya kita tidak sedang membahas sekadar modernisasi perusahaan, tetapi babak baru dalam narasi panjang sejarah maritim Indonesia.

    Transformasi digital Pelindo bergerak di dua ranah besar yaitu "Digital Seaport" dan "Digital Integrated Maritime Logistics Ecosystem". Saya melihat mata mahasiswa mulai lebih fokus ketika kami membahas ini melalui kacamata McFarlan Strategic Grid. Dulu teknologi informasi dalam banyak organisasi mungkin hanya berperan sebagai turnaroud, factory atau mungkin support. Kini dalam konteks Pelindo, posisinya sudah jelas berada di kuadran strategic. Teknologi bukan lagi pelengkap; ia adalah senjata kompetitif.

    Konsep digital seaport menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Proses sandar kapal, bongkar muat, administrasi, hingga pembayaran bergerak dalam alur sistem digital yang terintegrasi. Namun yang lebih menggetarkan bagi saya adalah gagasan tentang ekosistem logistik maritim digital, sebuah sistem yang menyatukan pelabuhan, pelayaran, pergudangan, hingga distribusi darat dalam jaringan data yang saling terkoneksi. Pelabuhan tak lagi sekadar ruang fisik tempat kapal bersandar, tetapi ruang data tempat keputusan strategis diambil secara real time.

    Di titik ini saya berhenti sejenak, memandang kelas, dan berkata bahwa digitalisasi pelabuhan bukan soal membeli alat canggih. Ia adalah transformasi cara kerja, tata kelola, bahkan cara berpikir. Ia menuntut perubahan budaya organisasi, peningkatan kompetensi SDM, serta keberanian untuk berinovasi dan meninggalkan cara lama. Teknologi boleh dibeli, tetapi mentalitas digital harus dibangun.

    Peran Pelindo pun menjadi jauh lebih strategis. Bukan hanya untuk efisiensi logistik nasional, tetapi untuk posisi Indonesia di panggung global. Kita berada di jalur pelayaran internasional yang sibuk; itu adalah modal geopolitik besar. Pelabuhan modern dan terintegrasi adalah instrumen penting untuk mewujudkan mimpi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, sebuah gagasan yang sering terdengar besar, tetapi sesungguhnya bertumpu pada hal-hal yang sangat konkret: data, sistem, integrasi.

    Saya kemudian mengajak mahasiswa melihat pembentukan Digital Maritime Logistics Ecosystem sebagai respons terhadap empat tantangan besar bangsa.

    Pertama, tantangan paradigma pembangunan Indonesia sebagai negara maritim. Laut adalah sumber keunggulan kita, dan ekosistem logistik maritim harus unggul serta berdaya saing global. Di sini teknologi digital menjadi pengungkit utama kekuatan maritim nasional.

    Kedua, percepatan transformasi digital nasional. Ketika pemerintah membangun infrastruktur digital, pusat data nasional, dan talenta digital, sektor logistik maritim tidak boleh tertinggal. Ekosistem digital pelabuhan menjadi bagian dari gerak besar transformasi bangsa.

    Ketiga, pembangunan ekonomi berbasis riset dan inovasi. Dalam bayangan Indonesia Emas 2045, kemajuan ekonomi tak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Digitalisasi logistik maritim adalah ruang nyata di mana riset, teknologi, dan inovasi bertemu dengan kebutuhan riil ekonomi.

    Keempat, langkah menuju kedaulatan digital. Kita tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi. Penguatan produk dalam negeri, pengelolaan aset data nasional, serta kemandirian teknologi maritim adalah bagian dari menjaga martabat bangsa di era digital.

    Menutup kelas , saya merasakan sesuatu yang hangat. Mengajar topik ini membuat saya sadar bahwa peran dosen bukan hanya menyampaikan teori, tetapi menyalakan cara pandang. Bahwa di balik istilah “information systems” ada pelabuhan, kapal, nelayan, pedagang, dan masa depan Indonesia. Bahwa di balik diagram Strategic Grid ada cerita tentang bagaimana bangsa maritim ini menavigasi gelombang zaman baru, yaiu gelombang digital.

    Mungkin di sanalah makna terdalam dari peran strategis teknologi, yaitu bukan sekadar membuat sistem bekerja lebih cepat, tetapi membantu sebuah bangsa melangkah lebih jauh.

    --- Riri Satria ---

    ⭐️ ⭐️ ⭐️ 🇮🇩 🇮🇩 🇮🇩

    About Author

    Riri Satria lahir di Padang, Sumatera Barat 14 Mei 1970, aktif bergiat di dunia kesusastraan Indonesia, pendiri serta Ketua Jagat Sastra Milenia (JSM) di Jakarta, serta menulis puisi. Namanya tercantum dalam buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia’ yang diterbitkan Yayasan Hari Puisi Indonesia (2018). Puisinya sudah diterbitkan dalam buku puisi tunggal: “Jendela” (2016), “Winter in Paris” (2017), “Siluet, Senja, dan Jingga” (2019), “Metaverse” (2022), serta "Login Haramain" (2025), di samping lebih dari 60 buku kumpulan puisi bersama penyair lainnya, termasuk buku kumpulan puisi duet bersama penyair Emi Suy berjudul “Algoritma Kesunyian” (2023).

    Riri juga menulis esai dengan beragam topik: sains dan matematika, teknologi dan transformasi digital, ekonomi dan bisnis, pendidikan dan penelitian, yang dibukukan dalam beberapa buku: “Untuk Eksekutif Muda: Paradigma Baru dalam Perubahan Lingkungan Bisnis” (2003), trilogi “Proposisi Teman Ngopi” (2021) yang terdiri tiga buku “Ekonomi, Bisnis, dan Era Digital”, “Pendidikan dan Pengembangan Diri”, dan “Sastra dan Masa Depan Puisi” (2021), serta “Jelajah” (2022). Diperkirakan buku kumpulan esai terbaruya tentang kesusastraan, kesenian, kebudayaan, serta kemanusiaan akan terbit pada tahun 2026.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini sejak tahun 2018, Riri Satria aktif menekuni dampak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau AI) terhadap dunia kesusastraan, terutama puisi. Riri diundang menjadi narasumber untuk membahas topik ini di berbagai acara sastra, antara lain: Seminar Internasional Sastra di Universitas Pakuan, Bogor (2018), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2019), Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival, Banjarbaru Kalimantan Selatan (2019), Seminar Perayaan Hari Puisi Indonesia, Jakarta (2021), Malay Writers and Cultural Festival (MWCF) 2024 di Jambi (2024), Seminar Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Banyuwangi (2024), Seminar Etika Kreasi di Era Digital, Diskusi Hak Cipta dan Filosofi AI yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (2025), serta memberikan kuliah umum tentang topik pada Pertemuan Penyair Nusantara XIII (2025) di Perpustakaan Nasional RI.

    Saat ini Riri Satria menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ILCS Pelindo Solusi Digital PSD sejak April 2024, sebuah perusahaan teknologi dalam grup Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Sebelumnya selama 5 tahun Riri menjabat sebagai Komisaris Independen pada PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) 2019-2024, sebuah pelabuhan petikemas terbesar di Indonesia yag merupakan joint venture antara Pelabuhan Indonesia dengan Hutchison Port Holdings Hongkong melalui Hutchison Ports Indonesia.

    Riri juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Meko Polkam RI) bidang Digital, Siber, dan Ekonomi sejak Oktober 2024 s/d September 2025,

    Riri juga anggota Dewan Juri untuk Indonesia Digital Culture Excellence Award serta Indonesia Human Capital Excellence Award sejak tahun 2021. Riri juga dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan mengajar topik Sistem Korporat, Bisnis Digital, Manajemen Strategis Sistem Informasi, serta Metodologi Penelitian untuk program Magister Teknologi Informasi (MTI). Selain itu Riri adalah Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dan sebelumnya Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

    Konten Populer

    • Pada tahun 2025, transaksi ekonomi digital diperkirakan se besar Rp 1.775 T. Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai transaksi diprediksi akan mencapai US$124 miliar atau sekitar Rp1.775 triliun pada tahun 2025. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan berada pada peringkat pertama di ASEAN sebagai negara dengan nilai transaksi ekonomi digital terbesar dengan kontribusi […]

      Jul 02, 2025
    • Mengawali tulisan ini, saya ingin mengucapkan alhamdulillah puji syukur kepada Allah Jalla wa Alaa atas segala karunia di setiap detik dan hela napas pada hamba-hamba-Nya. Saya mengucapkan selamat serta ikut bangga dan bahagia atas amanah baru yang diembankan negara kepada Ketua Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM), abang, sahabat, penyair, sang inspirator Riri Satria sebagai Komisaris Utama […]

      Apr 13, 2024
    • Era digital ini dengan segala kemajuannya seperti kecerdasan buatan, metaverse, bahkan media sosial sederhana pun seperti Facebook ini memiliki potensi dahsyat untuk melakukan rekayasa terhadap persepsi atau perception engineering.   Ya, sekarang eranya post truth society dan dunia penuh dengan yang namanya perseption engineering. Saat ini, perception is the reality, walaupun mereka yang sanggup berpikir […]

      May 27, 2024
    •   oleh: Riri Satria Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024. Kita memperingatinya saat ini dengan meresmikan Digital Maritime Development Center (DMDC) PT. Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) / Pelindo Solusi Digital (PSD), yang sama-sama kita banggakan. Ini adalah pusat penelitian, pengembangan, dan inovasi solusi digital terintegrasi untuk ekosistem logistik maritim di Indonesia. […]

      May 20, 2024
    • Riri Satria adalah seorang pengamat ekonomi digital dan kreatif, sekaligus pencinta puisi yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 Mei 1970. Sarjana Ilmu Komputer (S. Kom) dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang mengambil Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini tengah menempuh program S3 Doctor of Business Administration (DBA) di Paris School […]

      Nov 14, 2021
    • MENJAWAB TANTANGAN, MENJEMPUT MASA DEPAN SASTRA KOTA   Ketika UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature pada tahun 2021, banyak dari kita yang bersorak—dengan bangga, tentu saja. Sebuah pengakuan internasional untuk kota yang sibuk, padat, dan penuh riuh—tapi ternyata juga menyimpan denyut sastra yang tak pernah mati. Namun bersamaan dengan sorak itu, sebuah pertanyaan segera […]

      May 17, 2025
    • Assalamu alaikum wr wb. Salam dari Arafah, Mekkah Al Mukarramah. Tahukah sahabat bahwa nama Sukarno sangat terkenal di Arafah? Ya, pohon yang di belakang saya itu disebut oleh orang sini sebagai Pohon Sukarno. Pohon Soekarno di Padang Arafah adalah warisan hijau yang berasal dari usulan Presiden Sukarno saat melaksanakan ibadah haji pada tahun 1955. Usulan […]

      May 27, 2025
    • Mungkinkah seseorang mengeluti 3 profesi sekaligus secara serius dan sepenuh hati?. Bisa. Inilah yang dilakukan oleh Riri Satria, Sang Polymath Di suatu siang, Riri memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan santai. Berkaos oblong, bercelana jeans serta beralas sandal. Di perjalanan memasuki sebuah ruang sastra, ia bertegur sapa dengan sejumlah seniman yang sedang berkumpul. Tanpa […]

      Jun 06, 2021

    F R I E N D S


    RECENT EVENT

    Riri Satria tentang Bencana Alam Sumatera

    play-sharp-fill

    POJOK PODCAST

    KULBIZ SESI 1.3
    By BigThinkersID Host Pinpin Bhaktiar
    Kulbiz adalah tentang kuliah ilmu bisnis secara komprehensif, relevan dan asik 😁🥳🚀🔥
    video
    play-sharp-fill

    Podcast Selengkapnya klik disini...

    Hide picture